Syiuman pertama?

1.8K 79 3
                                        

Suara musik indah mengalun syahdu di tempat yang bertabur bahagia. Akhirnya hari yang ditunggu itu tiba, akhirnya Azka dan Nayaka mengucap janji sucinya untuk hidup bersama.

Suasana gedung dengan balutan minimalis bernuansa eropa terpampang mewah, bunga segar tertancap dimana mana hingga wanginya menelusup rongga hidung memberi ketenangan.

Nayaka dan Azka menatap bahagia pada siapapun yang datang, doa setiap orang yang satu persatu naik ke altar terus mengintari telinga keduanya. Untuk pertama kalinya mereka mendengar banyaknya pujian dan doa sebanyak ini.

Dan untuk pertama kalinya lagi bagi Nayaka melihat ayah dan ibu duduk bersebelahan meski tidak menjadi pasangan. Nayaka sangat bahagia! Menikah dengan Azka yang bertahun-tahun menjadi sahabatnya merupakan wujudnya menjemput bahagia. Azka bukan hanya sekedar sahabat untuk Nayaka. Azka itu rumahnya. Tempat dia pulang. Azka juga bukan hanya sekedar suami untuknya, tapi Azka adalah semestanya, dunianya, yang akan terus menemani selamanya. Semoga!

Kata bahagia saja rasanya tidak cukup untuk menjabarkan bagaimana perasaannya sekarang. Nayaka rasa penjemputan bahagianya ini dirayakan sedemikian rupa oleh Azka, suaminya itu banyak sekali memberi kejutan. Ah dia belum terbiasa menyebut Azka dengan sebutan suami. Rasanya malu sekali saat berucap begitu. Tapi sungguh, hari ini lelaki itu tampan sekali, rambut yang sedikit panjang membuat ketampanannya bertambah hingga melebihi kapasitas. Ia bahkan tak sadar sudah beberapa kali memuji.

Disisi lain Azka tak kalah bahagia, penantian panjang dalam hidupnya untuk ada di hari ini. Awal yang buruk untuk dia mencintai Nayaka sendirian akhirnya berbuah manis. Kini nayaka yang bertahun-tahun menjadi sahabatnya itu berpindah gelar menjadi istrinya. Dulu dia tak punya cukup berani untuk utarakan perasaannya tapi kini dengan cinta yang ia punya, rupanya ia mampu membawa Nayaka sampai pada titik serius dalam hidupnya. Azka sadar sekali, ia belum banyak memberi pada Nayaka. Tapi setelah ini apapun akan ia berikan. Bahkan dunianya.
Nayaka yang sangat ia syukuri kehadirannya itu akan ia pastikan untuk tidak merasakan sedih. Azka akan usahakan!

Perjalanan mereka belum selesai sampai disini, melainkan baru saja di mulai. Mereka sadar, banyak sekali yang harus dirubah, mereka sadar kalau mereka harus banyak belajar, dan mereka sadar sulitnya berumahtangga harus bisa mereka atasi bersama. Apapun itu mereka harus bahagia.
_____________________



Setelah rangkaian acara itu selesai, Nayaka diboyong ke rumah Azka untuk beberapa hari, sekalian Azka membereskan barang barangnya untuk pindah ke rumah nayaka. Keduanya memang sepakat untuk tinggal di rumah Nayaka saat sudah menikah, Nayaka pula tak mungkin membiarkan rumah itu kosong dengan segala isinya.

Azka membawa Nayaka ke kamar karena kini si manis itu terlihat lelah sekali. Setelah sampai nayaka lantas mandi kemudian bersiap untuk tidur.

Azka yang tengah bereskan beberapa hadiah lantas menghampiri kala Nayaka sudah naik ke tempat tidur, "mau bobo sekarang by?" - Nayaka mengangguk

"Capek banget, badan gua sakit kelamaan berdiri" - Azka terkekeh kemudian membantu nayaka menaikkan selimutnya.

Azka mengelus pipi Nayaka singkat, "aku temenin sampe kamu bobo ya? "

"Emang gak mau bobo juga?"

"Nantian deh, diluar masih ada tamu papa. Nanti kalo kamu udah bobo aku mau turun buat ikut gabung sama mereka"

"Yaudah lu turun aja, gapapa gua bobo sendiri. Gak enak juga masa tamu nya di anggurin"

"Serius gapapa?" - Nayaka mengangguk, setelahnya Azka bergegas turun untuk menemui tamu papa yang sebenarnya tamunya juga karena mereka datang untuk pernikahannya. Nayaka pula lantas tidur.

Bestfriend to Lover? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang