Pijit

888 52 5
                                        

"aaaaa udah, gak mau ah sakit"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"aaaaa udah, gak mau ah sakit"

Rengekan demi rengekan nayaka terdengar kala kakinya ditekan halus oleh mbok pijit, azka yang melihat nya hanya terkekeh sebab kini nayaka erat sekali mencengkram tangannya, sesekali juga dia tahan tubuh nayaka agar tak banyak bergerak karena sedari awal empunya terus berusaha menarik kakinya - untung saja si mbok pijit besar tenaganya ya.

"... azkaaa ah sakit_____"

Pecah sudah tangis yang sedari tadi nayaka tahan sedemikian rupa, tak perduli lah dia dengan bi ida yang kini asik menertawakan tingkahnya.

"Jangan nangis, liat tuh bi ida ngetawain"

"Kamu tuh gak ngerasain, sakit banget tau gak!" - protesnya galak

"Udah mulai bengkak ini, jadi pasti bakal sakit" - timpal bi ida

"... Kalau habis jatuh langsung dipijit, mungkin sakitnya gak bakal kayak sekarang mas azka"

Azka mengangguk paham, entah lah bagaimana ceritanya nayaka bisa jatuh.

"Astaga bi udaaaah! Jangan di tekan terus di bagian itu!"

Tangis nayaka semakin menjadi tiap kali bi ida memijit di bagian inti keseleo nya, azka yang lihat itu hanya bisa meringis sesekali menyeka air mata nayaka, tak tega sekali lihat empunya yang kesakitan.

"... Azkaaa___" - nayaka menatap azka seraya memohon agar aktivitas pijit memijit itu bisa dihentikan

"Iya sebentar ya? Bentar lagi selesai sayang"

Mendengar itu nayaka beralih memeluk azka, sembunyikan wajahnya disana sembari menangis menahan sakit. Disamping itu, bi ida hanya tersenyum melihat bagaimana pasangan muda didepannya bermesra, berbeda lah dengan pasangan-pasangan tua yang sudah semakin datar perasaannya, asal suami pulang bawa uang sih ya aman saja.

Sepersekian menit memijit ditemani rengekan dari nayaka, akhirnya kini bi ida selesai dengan diakhiri jampi jampi mujarab. Entah, katanya sih tukang pijit memang punya jampi turun temurun, nayaka sih tak terlalu banyak bicara sebab yang terpenting kakinya bisa jalan normal seperti semula.

"Mas azka, nanti bikin beras di tumbuk sama kencur ya. Selang dua jam sekali nanti di olesin aja"

"Iya bi, makasih banyak ya"

"Sama-sama, kakinya jangan banyak gerak dulu ya. Kalau mau jalan pelan pelan aja. Tapi kalau belum bisa jangan dipaksa takutnya makin bengkak" - Nayaka mengangguk paham

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bestfriend to Lover? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang