Jatuh cinta itu
Banyak plot twist nya,
tinggl pilih alurnya
Lalu nikmati ending-nya.
*
*
*
*
*
Untuk eps kali ini
Aku rekomendasi
Play list - kita bikin romantis
Biar bapernya ngena hehe
_______________________
Beberapa hari sudah berhasil Ina lalui, sudah hampir seminggu berlalu,
Hubungan Ina dan evan tampak baik - baik saja jika dilihat dari sudut pandang evan, tapi tidak dengan Ina.
Evan yang kembali dengan kesibukan dunianya sendiri membuat Ina merasa tersingkir kan, komunikasi menanyai kabar sekedar formalitas. Lain hal nya dengan Evan, bahkan ditengah kesibukannya dalam proses persiapan ujian, evan juga menjadi perwakilan lomba debat antara sekolah, dan meraih juara satu umum.
Hal ini tentu membuat popularitas Evan semakin bertambah. Bahkan siswa perempuan dari sekolah lain rela datang jauh-jauh hanya untuk memberinya hadiah.
Seperti saat ini, dari sudut kantin tatapan Ina tidak lepas dari sosok Evan yang tengah berkumpul dengan para anggota osis, dengan posisi Evan yang berada ditengah menjadikannya center bak pangeran yang diagung-agungkan, meja mereka menjadi pusat perhatian seluruh siswa yang ada dikantin. Bukan rapat, sepertinya mereka hanya merayakan kemenangan Evan fikir Ina.
Evan yang fokus dengan HPnya, membuat tingkat ke tampanan nya bertambah. Kata-kata pujian dan harapan tidak luput dari pendengaran Ina.
"Tenang cil tenang". Kata Wawa yang melihat Ina mencengkram sendok ditangannya.
"Kok rasanya Evan jauh banget ya wa". Kata Ina sedikit membara.
"Apa dia gak risih jadi pusat perhatian kayak gitu". Lanjut Ina.
"Lebih ke gak peduli sih kalau kata gue". Timbrung Fani yang membawakan makanan mereka.
"Bener, gue setuju, liat noh, disaat yang lain sibuk bicarain dia, eh dianya malah asik ngegame". Tunjuk Wawa kearah Evan. "Arka aja yang cowok, dari tadi ngajak dia ngomong kagak ditanggepin, apalagi ciwi ciwi centil kayak mereka". Lanjut Wawa.
"Iya na, tenang aja lu tetap pemenangnya kok, cukup paham aja sih sama sifat Evan". Kata Fani membenarkan.
Tidak ada tanggapan dari Ina, matanya hanya fokus menatap tajam Evan. Ia sengaja 3 hari belakangan ini menghindari Evan mengikuti saran kedua temannya itu, tidak menanyakan kabar Evan, dan memilih mengabaikan pesan Evan yang menanyai kabarnya, jika mereka berpapasan diluar kelas maupun didalam kelas Ina lebih memilih membuang muka, Ina bahkan tidak mengucapkan selamat untuk kemenangan Evan.
Diposisi Evan pula, Raka dari tadi tidak berhenti memanggil nama Evan, membantu gigi yang sudah pasrah karena tidak mendapat jawaban, mereka menanyakan tanggapan Evan tentang acara yang ingin mereka adakan.
"Woi Van, udah dulu ngapa main gamenya, dari tadi gigi minta pendapat lu nih, tanggepin Napa woi, gara-gara lu nih gue yang kena imbasnya". Kesal Raka. Gigi menatap tajam kearah Evan. Tidak, tidak ada yang bisa membuat Evan melepas Hpnya, sebelum ia menyelesaikan game tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
VaNa(ON GOING)
Teen Fiction"Capek boleh, nyerah jangan. Cobalah istirahat sejenak, terkadang berjuang juga butuh tenaga". Itulah prinsip Aina Putri arkia, Gadis Cantik berwatak baik. Yah "Ina" adalah orang yang Baik bahkan terlalu baik, ia bisa menjadi introvert namun juga bi...
