*
*
*
*
*
Playlist - Trauma
__________________________
"Inaa". ucap Evan lagi, yang membuat atensi gadis ituu menatapnya sedikit kaget. Detik itu jugaa Evan menarik gadis itu dan memeluk nya dengan erat.
Begitu lama, begitu erat, pelukan yang begitu menyesakan, gadis yang ia nantikan, gadis yang mengambil alih warna dari hidupnya, membawa warna itu begitu lama, membuat dirinya dalam kehampaan, dan dalam penantian begitu panjang, membuat nya hampir hilang harapan.
Saat ini gadis itu berada dalam dekapan yang tak mau ia lepaskan, karna terlalu banyak yang ditakutkan jika ini hanya sekedar khayalan.
Tidak ada penolakan, tidak ada kata yang terucap, gadis itu diam tak beraksi, hingga Evan melepaskan dekapannya, dan menarik pelan gadis itu sedikit jauh dari keramaian, meninggalkan sang penjual yang mantap heran, dan berusaha mencerna keadaan. Gadis itu hanya mengikuti langkah Evan yang sedikit tergesa, tanpa mau melepaskan tangannya.
.
.
.
.
.
"CK, ini si Evan kemana lagi sih, emang bangke itu anak, katanya cari minum tapi gak balik balik". dumel Raka beranjak mencari Evan.
"Mana nyokap gue udah landing, kunci mobil sama tuh anak woilah gimana gue anter tuh ibu-ibu pulang kalo gini". Raka mengoceh menatap sekelilingnya karna tidak menemukan Evan.
Dugg
Raka hampir terjatuh, saat seseorang tak sengaja menabraknya.
"Sorry gue buru". Ucap gadis itu bangkit dari jatuhnya. Saat ingin menolong gadis itu niatnya ia urungkan saat menatap wajah gadis yang tampak familiar baginya.
"Loh, lu kan si kia". gumam Raka pelan yang tidak didengar gadis itu.
"KIA". Teriak Raka kaget saat sudah memastikan wajah gadis yang baru saja menabraknya itu. Seketika gadis itu menatap terkejut kearahnya.
"Lu siapa". tanya gadis itu heran.
"aah boda amat, lu mah emang kagak kenal sama gue, tapi gue kenal lu". Sambar Raka sokab, sambil menepuk pundak gadis itu.
"Ck, Yaudah gue minta maaf soal yang tadi". Tepis kia pelan, lalu berlalu meninggalkanku Raka.
"Woi kia lu ga boleh pergi gitu aja".
"Gue gak kenal lu, dan gue gak ada waktu". Sinis kia menatap Raka.
"Tapi kita udah lama nyari kalian, lu ga boleh pergi gitu aja dong". Cekal Raka menahan tangan kia paksa.
"Apalagi Evan, dia putus asa Ki, dia udah lama nungguin adek lu". sambung Raka yang membuat kita berhenti memberontak.
KAMU SEDANG MEMBACA
VaNa(ON GOING)
Teen Fiction"Capek boleh, nyerah jangan. Cobalah istirahat sejenak, terkadang berjuang juga butuh tenaga". Itulah prinsip Aina Putri arkia, Gadis Cantik berwatak baik. Yah "Ina" adalah orang yang Baik bahkan terlalu baik, ia bisa menjadi introvert namun juga bi...
