"Eunggh..."
Sebuah lenguhan pelan keluar dari bibir seorang wanita cantik yang sedang berbaring di atas ranjang mewah.
Perlahan, ia membuka matanya dan mengamati sekeliling ruangan.
Kamar yang ditematinya terlihat sangat luas dan elegan. Dindingnya dihiasi ukiran emas, sementara tirai sutra mahal menjuntai di dekat jendela.
"Kenapa kamarku jadi semewah ini? Bukankah aku sudah mati?" batinnya kebingungan.
Refleks, ia segera meraba dadanya.
"Tidak ada lubang...? Bukankah jantungku tertusuk pisau?"
Ia masih sibuk memeriksa tubuhnya sendiri hingga tidak menyadari ada seseorang yang sedari tadi memperhatikannya.
"Duchess? Anda sudah sadar?" tanya seorang wanita dengan nada lega.
"Ehh?! Siapa kau?" seru wanita itu terkejut.
Wanita tersebut tampak bingung.
"Saya Emma, pelayan pribadi Anda, Duchess."
"Hah? Pelayan? Sejak kapan aku punya pelayan?" gumamnya heran.
Mendengar jawaban yang tidak biasa itu, Emma langsung merasa ada yang tidak beres.
"Duchess, izinkan saya memanggil tabib."
"Ah... iya, iya. Pergilah."
Tanpa membuang waktu, Emma segera keluar dari kamar. Sementara itu, wanita tersebut turun dari ranjang dan berjalan mengelilingi ruangan.
Saat melewati cermin besar, langkahnya tiba-tiba terhenti.
"Hah?! Wajah siapa itu?! Kenapa cantik banget?!"
Ia menatap pantulan dirinya dengan mata membelalak. Beberapa detik kemudian, barulah ia menyadari sesuatu.
"Tunggu... itu aku?!"
Ia menyentuh pipinya sendiri.
"Kenapa wajahku berubah secantik ini? Dan tubuh ini juga... sempurna banget!"
Ia terus mengagumi penampilannya yang baru.
Namun tiba-tiba...
"Ughh!"
Kepalanya terasa nyeri luar biasa, seolah-olah ribuan jarum menusuk otaknya secara bersamaan.
"Kenapa kepalaku sakit sekali? Apa yang terja—"
BRUK!
Tubuhnya jatuh tersungkur ke lantai. Pada saat yang bersamaan, Emma kembali bersama seorang tabib.
"DUCHESS?!"
Emma langsung berlari menghampiri.
"PRAJURIT!"
Tak lama kemudian, dua orang prajurit masuk ke dalam kamar.
"Ada apa, Pelayan Emma?" tanya salah satu dari mereka.
"Bantu aku mengangkat Duchess ke atas ranjang!"
Keduanya segera menjalankan perintah. Setelah tubuh sang Duchess dibaringkan, tabib langsung melakukan pemeriksaan.
"Apa yang terjadi pada Duchess, Tabib?" tanya Emma cemas.
Tabib itu menghela napas lega setelah selesai memeriksa.
"Tidak ada yang serius. Kemungkinan besar Duchess masih mengalami syok akibat kejadian beberapa hari yang lalu."
Emma akhirnya bisa bernapas lega.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Antagonis Sang Pewaris Cahaya [END]
FantasiDi sebuah kamar yang sunyi, seorang gadis tengah duduk di atas ranjang sambil membaca sebuah novel. Beberapa saat kemudian, terdengar suara bentakan kesal dari bibirnya. "Sialan! Apa-apaan ini?! Kenapa malah antagonis kesayangan gue yang mati?!" Den...
![Takdir Antagonis Sang Pewaris Cahaya [END]](https://img.wattpad.com/cover/367129357-64-k949934.jpg)