TA(Chap 7: Rencana Liliana menghindari Kematian)

9.4K 456 1
                                        

Sesampainya di kediaman, Liliana segera berjalan menuju kamarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesampainya di kediaman, Liliana segera berjalan menuju kamarnya.

Sepanjang perjalanan, pikirannya terus dipenuhi oleh percakapannya dengan Danzelion di pasar tadi.

"Apa sikapku dulu benar-benar seburuk itu? Sampai Danzelion tidak percaya bahwa aku sudah tidak mencintainya lagi?" batinnya.

Liliana menghela napas pelan.

"Namun, jika memang dia tidak percaya, biarlah. Lagi pula, suamiku jauh lebih tampan daripada dirinya."

Sesampainya di kamar, Liliana segera membersihkan diri. Setelah itu, ia duduk di depan meja kecil dekat jendela sambil memikirkan cara untuk menghindari takdir kematian yang menantinya.

"Hmm... karena Danzelion tidak mempercayaiku, bagaimana kalau aku fokus menarik perhatian Axton saja?"

Matanya berbinar ketika sebuah ide muncul di kepalanya.

"Sepertinya itu rencana yang bagus. Jika Axton mulai mencintaiku, dia pasti akan melindungiku ketika bahaya itu datang."

Liliana mengangguk mantap.

"Baiklah. Untuk saat ini, aku akan menjalankan rencana itu. Jika gagal, aku akan mencari cara lain."

Setelah merasa puas dengan keputusannya, Liliana bangkit dari kursinya, merebahkan tubuh di atas ranjang, lalu perlahan terlelap.
______________________________

Sementara itu, di kamar lain, Axton masih memikirkan kejadian yang terjadi di pasar.

Percakapan antara Liliana dan Danzelion terus berputar di benaknya.

Terlebih lagi, setelah berbicara dengan pria itu, sikap Liliana terlihat sedikit berbeda. Ia tampak gugup, seolah sedang menyembunyikan sesuatu.

"Apa sebenarnya yang mereka bicarakan?" pikir Axton.

"Dan mengapa Liliana terlihat begitu gelisah setelahnya?"

Sorot matanya perlahan menggelap.

"Namun apa pun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan Liliana dekat dengan Danzelion."

Sudut bibirnya terangkat tipis.

"Karena Liliana hanyalah milikku."

Ada obsesi yang berkilat jelas di matanya saat ia mengucapkan kalimat itu.
_____________________________

Keesokan paginya, cuaca cerah menyelimuti taman kediaman.

Di antara hamparan bunga yang bermekaran, tampak sepasang suami istri sedang menikmati suasana pagi yang tenang.

Mereka adalah Axton dan Liliana.

Atas ajakan Liliana, mereka menghabiskan waktu bersama di taman.

Tentu saja, semua ini merupakan bagian dari rencana Liliana untuk mendekati Axton dan mendapatkan perasaannya.

Namun sayangnya, suasana di antara mereka dipenuhi keheningan.

Liliana beberapa kali melirik Axton, tetapi tidak tahu harus memulai percakapan dari mana.

Hingga akhirnya, ia memberanikan diri mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat Axton terkejut.

"Axton, apakah kau mencintaiku?" tanyanya.

Axton menoleh dengan mata sedikit membesar.

"Mengapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu?"

"Tidak ada alasan khusus. Aku hanya ingin memastikan saja." Liliana tersenyum tipis. "Lagipula, tidak ada salahnya seorang istri menanyakan hal seperti itu kepada suaminya, bukan?"

Nada suaranya terdengar sedikit menggoda.

Mendengar itu, Axton langsung merasa gugup. Sedikit warna merah muncul di wajahnya.

Ini adalah pertama kalinya mereka membicarakan sesuatu yang begitu pribadi.

"Tidak ada yang salah," jawabnya pelan. "Hanya saja... aku merasa sedikit heran."

Kini giliran Liliana yang merasa canggung.

"A-ah, kau benar."

Ia menarik napas sebelum melanjutkan.

"Mungkin memang terdengar aneh bagimu. Tapi percayalah, aku sudah tidak mencintai Kaisar lagi."

Liliana menatap Axton dengan sungguh-sungguh.

"Dan sekarang... aku sedang mencoba untuk mencintaimu, suamiku."

Untuk sesaat, hati Axton terasa hangat.

Perkataan itu terdengar begitu tulus hingga hampir membuatnya percaya sepenuhnya.

Namun ia tidak bisa langsung menerima semuanya begitu saja.

Bagaimana jika ini hanya sandiwara?

Bagaimana jika Liliana masih menyimpan perasaan yang sama seperti dulu?

Meski begitu, Axton tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa dirinya selalu lemah jika menyangkut Liliana.

Ia mencintainya terlalu dalam.

Bahkan setelah semua perlakuan dingin dan kata-kata kasar yang pernah diterimanya.

Karena bagi Axton, Liliana adalah cinta pertamanya.

Sayangnya, cinta itu tidak pernah mendapat balasan.

Dulu, Liliana begitu terobsesi pada Kaisar hingga menganggap Axton sebagai penghalang yang merusak impiannya.

Ia membenci pernikahan mereka.

Ia mengabaikan Axton.

Bahkan sering kali bersikap kasar kepadanya.

Semua itu karena dalam pandangannya, Axton adalah orang yang menghancurkan kesempatan untuk mendapatkan cinta Kaisar.

Dan luka-luka masa lalu itulah yang membuat Axton sulit mempercayai perubahan Liliana sekarang.

Meskipun jauh di dalam hatinya, ia sangat ingin mempercayainya.

Takdir Antagonis Sang Pewaris Cahaya [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang