TA(Chap 14: Hadiah untuk Axton)

7.3K 370 10
                                        

Dua bulan telah berlalu sejak kepulangan Axton dan Liliana dari Kekaisaran Timur.

Pagi itu, Kediaman Alfiend yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi kacau.
Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah Duke Alfiend sendiri.

"DI MANA TABIB ITU?!"

Suara Axton menggema hampir ke seluruh kediaman.

"KENAPA DIA BELUM DATANG JUGA?!"

Para pelayan dan penjaga yang mendengarnya langsung menegang. Mereka semua sudah sangat mengenal Duke Alfiend.

Biasanya pria itu tenang, dingin, dan berwibawa. Namun begitu menyangkut Liliana, seluruh ketenangannya seakan lenyap begitu saja.

Seorang pelayan yang mendapat pertanyaan itu bahkan hampir menangis karena gugup.

"T-Tuan... T-Tabib sedang dalam perjalanan menuju kemari..."

Axton mendecakkan lidah dengan kesal.

"Kenapa lama sekali?!"

Pelayan itu semakin gemetar.

Sementara itu, Liliana yang duduk di atas tempat tidur hanya bisa memijat pelipisnya.
Kepalanya memang sedikit pusing dan sejak pagi ia beberapa kali merasa mual.

Namun menurutnya, keadaan itu tidak separah yang dibayangkan suaminya.

"Sudahlah, Axton."

Liliana menghela napas panjang.

"Kau tidak perlu berteriak seperti itu."

"Tidak perlu?"

Axton langsung menoleh.

"Sejak pagi kau terus merasa mual, pusing, dan terlihat lemas. Bagaimana mungkin aku tidak khawatir?"

"Tapi aku baik-baik saja."

"Tidak. Kau tidak baik-baik saja."

Liliana memutar bola matanya.

Terkadang suaminya ini benar-benar berlebihan.

"Ya sudah, terserah kau saja."

Beberapa menit kemudian, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari luar kamar.

Axton langsung berdiri. Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga. Seorang tabib tua memasuki ruangan sambil membungkuk hormat.

"Salam, Duke Alfiend. Semoga Anda selalu diberikan kesehatan dan keselamatan."

Axton menyilangkan tangan di depan dada.

"Kenapa kau lama sekali datang kemari?"

Tabib itu langsung berkeringat dingin.

"I-Izinkan saya meminta maaf, Duke."

"Istriku sudah lemas sejak pagi dan kau baru datang sekarang."

"Maafkan saya..."

Liliana yang melihat itu hanya bisa menahan rasa malu.

Dalam hati, ia berkali-kali mengutuk Axton karena terlalu mempermalukan dirinya di depan orang lain.

"Cukup."

Axton mengibaskan tangan.

"Segera periksa istriku."

"Baik, Duke."

Tabib itu pun mulai melakukan pemeriksaan.

Selama proses berlangsung, Axton terus mondar-mandir di sekitar kamar Sesekali ia bertanya. Sesekali ia mengeluh. Dan sesekali ia membuat tabib itu ingin pingsan karena tekanan yang diberikan.

Takdir Antagonis Sang Pewaris Cahaya [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang