TA(Chap 24: Kehidupan yang Hilang)

653 34 0
                                        

Calista masih sulit mempercayai kenyataan yang ada di hadapannya.

Ia benar-benar telah kembali.

Kembali ke tubuh aslinya.

Kembali ke dunia tempat ia berasal.

Wanita paruh baya yang memeluknya erat tak berhenti menangis. Tubuhnya bergetar hebat seolah takut Calista akan menghilang lagi jika ia melepaskan pelukannya.

"Calista... syukurlah... syukurlah kau sadar..."

Calista menatap wanita itu dengan bingung.

Meski wajahnya terasa familiar, ia tidak langsung mengenalinya.

Berbagai kenangan lama yang selama ini terkubur perlahan muncul kembali di kepalanya.

Rumah kecil.

Kehidupan sederhana.

Seorang ibu yang selalu tersenyum meski hidup dalam kekurangan.

Dan saat itulah Calista tersadar.

"Ibu..."

Tangisan wanita itu semakin pecah.

"Ya, Nak... Ibu di sini..."

Air mata mengalir di pipi Calista.

Sudah bertahun-tahun ia hidup sebagai Duchess Liliana di Kekaisaran Barat hingga hampir melupakan kehidupan sebelumnya.

Namun kini semua kenangan itu kembali memenuhi pikirannya.

Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya berlari masuk ke kamar.

"Tata!"

Pria itu langsung berhenti saat melihat putrinya duduk di atas ranjang.

Mata yang semula penuh kekhawatiran berubah merah karena haru.

"Ayah..."

Suara Calista bergetar.

Pria itu segera memeluk keduanya.

Untuk beberapa saat, tak ada yang berbicara.

Hanya tangisan bahagia yang memenuhi ruangan kecil tersebut.

Beberapa jam kemudian.

Setelah emosinya sedikit tenang, Calista mulai mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Ternyata tubuh aslinya mengalami penusukan pisau beberapa tahun lalu.

Sejak saat itu ia tidak pernah benar-benar sadar dan dianggap berada dalam kondisi koma.

Dokter bahkan pernah mengatakan kemungkinan ia bangun sangat kecil.

Namun kedua orang tuanya tidak pernah menyerah.

Mereka tetap merawatnya setiap hari.

Menunggu keajaiban yang mungkin tidak akan pernah datang.

Dan hari ini...

Keajaiban itu benar-benar terjadi.

"Jadi selama ini aku tertidur?" tanya Calista pelan.

Ayahnya mengangguk.

"Hampir lima tahun."

Calista terdiam.

Lima tahun.

Waktu yang sangat lama.

Namun di dunia tempat ia menjadi Duchess Liliana, ia merasa telah hidup lebih lama dari itu.

Ia menikah.

Mencintai seseorang.

Membentuk keluarga.

Bahkan kehilangan segalanya.

Takdir Antagonis Sang Pewaris Cahaya [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang