Setelah percakapan di taman tadi, kini Liliana berada di kamarnya.
Namun ia sama sekali tidak berniat beristirahat ataupun membaca buku seperti biasanya.
Pikirannya terus dipenuhi oleh pembicaraan bersama Axton beberapa jam yang lalu.
Semakin ia mencoba melupakannya, semakin jelas pula setiap kata yang diucapkan pria itu terngiang di telinganya.
________________________
Flashback On
"Liliana... aku sudah mencintaimu." Suara Axton terdengar pelan.
Pria itu bahkan langsung menundukkan kepala setelah mengucapkannya, seolah malu untuk melihat reaksi sang istri.
Liliana membeku.
"H-hah?"
Ia merasa seperti salah dengar.
"Ya."
Axton mengangkat kepalanya dan menatap Liliana dengan sungguh-sungguh.
"Aku mencintaimu. Bahkan jauh sebelum kita menikah, aku sudah mencintaimu."
Jantung Liliana langsung berdebar tidak karuan.
"T-tapi bagaimana bisa?" tanyanya bingung. "Bukankah selama pernikahan kita kau selalu bersikap acuh padaku?"
Senyum pahit muncul di wajah Axton.
"Aku memang bersikap acuh."
"Lalu kenapa?"
"Karena aku takut."
Liliana berkedip bingung.
"Takut?"
Axton mengangguk pelan.
"Aku takut jika menunjukkan perasaanku, kau justru akan semakin membenciku."
"Kenapa aku harus membencimu?"
Karena pertanyaan itu, Axton terdiam sesaat.
Kemudian ia menarik napas panjang sebelum menjawab.
"Karena dulu kau sangat mencintai Kaisar Danzelion."
Liliana membeku.
"Selama dua tahun pernikahan kita, kau selalu menjaga jarak dariku. Kau tidak pernah menyembunyikan rasa tidak sukamu kepadaku."
Tatapan Axton sedikit meredup.
"Bagimu saat itu, aku hanyalah penghalang yang menghancurkan kesempatanmu untuk bersama orang yang kau cintai."
Liliana terdiam.
Bukan karena tidak ingin menjawab.
Namun karena ia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa.
Di novel yang pernah ia baca, bagian ini bahkan tidak pernah diceritakan.
Tidak pernah ada penjelasan bahwa Axton diam-diam mencintai Liliana.
Tidak pernah ada penjelasan mengenai perasaan yang selama ini ia sembunyikan.
Melihat Liliana yang terus diam, kegelisahan mulai muncul di wajah Axton.
Berbagai kemungkinan buruk langsung memenuhi pikirannya.
Bagaimana jika Liliana jijik dengan perasaannya?
Bagaimana jika setelah ini Liliana kembali menjauhinya?
Bagaimana jika semua yang mereka lalui selama beberapa bulan terakhir hanyalah harapan palsu?
Menyadari perubahan ekspresi pria itu, Liliana segera membuka suara.
"Ekhm..."
Axton langsung menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Antagonis Sang Pewaris Cahaya [END]
FantasyDi sebuah kamar yang sunyi, seorang gadis tengah duduk di atas ranjang sambil membaca sebuah novel. Beberapa saat kemudian, terdengar suara bentakan kesal dari bibirnya. "Sialan! Apa-apaan ini?! Kenapa malah antagonis kesayangan gue yang mati?!" Den...
![Takdir Antagonis Sang Pewaris Cahaya [END]](https://img.wattpad.com/cover/367129357-64-k949934.jpg)