TA(Chap 20: bayangan dan kabar mengejutkan)

2.7K 137 1
                                        

Lima bulan telah berlalu sejak Axton berangkat menuju medan perang untuk menghadapi Kerajaan Utara.

Waktu berjalan begitu cepat hingga tanpa terasa usia kandungan Liliana kini telah menginjak enam bulan. Setiap hari ia menghitung waktu sambil membayangkan saat dirinya dan Axton menyambut kelahiran anak pertama mereka bersama.

Namun, kebahagiaan itu tidak pernah datang tanpa kegelisahan.

Selama lima bulan terakhir, hati Liliana selalu dipenuhi rasa resah yang sulit dijelaskan. Ada perasaan aneh yang terus menghantuinya, seolah-olah suatu hari nanti ia akan pergi jauh dan tidak pernah kembali. Seolah dirinya tidak akan sempat melihat wajah anak yang sedang dikandungnya, ataupun bertemu kembali dengan Axton.

Perasaan itu begitu kuat hingga terkadang membuatnya sulit tidur di malam hari.

Untuk mengalihkan pikirannya, Liliana menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan. Ia belajar menenun, membaca buku, hingga menulis catatan harian.

Namun, catatan yang ia tulis bukanlah catatan biasa.

Di dalam buku itu, Liliana menuliskan seluruh rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat.

Tentang dirinya yang bukan berasal dari dunia ini.

Tentang kehidupannya sebelum terbangun sebagai Liliana.

Tentang segala hal yang selama ini tidak pernah berani ia ceritakan kepada siapa pun.

Ia menulis semuanya karena takut.

Takut jika suatu saat sesuatu terjadi padanya sebelum sempat mengungkapkan kebenaran kepada Axton.

Selain itu, ada hal lain yang membuatnya semakin gelisah.

Beberapa minggu terakhir, Liliana selalu merasa sedang diawasi.

Bayangan hitam misterius seolah terus mengikutinya ke mana pun ia pergi.

Ia tidak tahu apa itu.

Ia tidak tahu apakah sosok tersebut merupakan ancaman atau bukan.

Yang pasti, setiap kali merasakan kehadirannya, tubuh Liliana selalu merinding dan hatinya dipenuhi rasa tidak nyaman.

Mengapa ia tidak menceritakan hal itu kepada Emma?

Karena ia takut.

Takut jika Emma ikut terseret ke dalam masalah yang belum ia pahami.

Jika sosok itu memang berniat jahat, maka Liliana tidak ingin orang-orang di sekitarnya ikut menjadi korban.

Hari itu, seperti biasa, Liliana sedang menikmati udara sore di taman bersama Emma.

Karena merasa aman berada di dalam kediaman sendiri, mereka hanya berdua tanpa ditemani pengawal.

Keputusan yang kemudian menjadi penyesalan terbesar.

Tiba-tiba...

Dua sosok berjubah hitam muncul dari balik pepohonan. Mereka datang tanpa suara.

Tanpa jejak.

Seolah muncul begitu saja dari kegelapan.

Emma langsung berdiri dan hendak berteriak meminta bantuan.

Namun sebelum suaranya sempat keluar, sesosok pria berjubah hitam muncul dari belakangnya.

Buk!

Satu pukulan keras menghantam tengkuk Emma.

"Emma!"

Tubuh pelayan setia itu langsung terjatuh ke tanah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Wajah Liliana seketika memucat. Jantungnya berdegup kencang.

Takdir Antagonis Sang Pewaris Cahaya [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang