Di sebuah kamar yang sunyi, seorang gadis tengah duduk di atas ranjang sambil membaca sebuah novel.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara bentakan kesal dari bibirnya.
"Sialan! Apa-apaan ini?! Kenapa malah antagonis kesayangan gue yang mati?!"
Den...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di dalam sebuah kamar yang remang-remang, seorang gadis tampak tertidur lelap di atas ranjangnya. Namun, tidur itu tidaklah tenang.
Butiran keringat membasahi dahinya, sementara napasnya terdengar tidak beraturan. Sesekali tubuhnya bergerak gelisah, seolah sedang terjebak dalam mimpi yang tidak menyenangkan.
Gadis itu adalah Liliana. ______________________
Di dalam mimpinya, Liliana berdiri di tengah hamparan padang bunga yang begitu luas dan indah. Berbagai bunga berwarna-warni bermekaran sejauh mata memandang, bergoyang lembut tertiup angin.
Keindahan tempat itu membuatnya terpukau.
Namun, karena terlalu terpesona, ia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berdiri di belakangnya.
"Calista..."
Suara lembut itu membuat Liliana terkejut. Ia segera menoleh ke belakang.
Mata Liliana membelalak ketika melihat sosok yang berdiri di hadapannya.
Wajah wanita itu...
Sangat mirip dengan wajah tubuh yang kini ia tempati.
"Li-Liliana?" tanya Calista tidak percaya.
Wanita itu tersenyum tipis.
"Ya, Calista. Aku Liliana, pemilik asli tubuh yang sekarang kau tempati."
Calista terdiam sesaat sebelum bertanya dengan ragu.
"Ada apa kau menemuiku? Apa... kau ingin mengambil kembali tubuhmu?"
Liliana menggeleng pelan.
"Tidak. Aku datang karena ada sesuatu yang ingin kusampaikan."
"Apa itu?"
Sorot mata Liliana menjadi lembut.
"Sekarang tubuhku telah sepenuhnya menjadi milikmu, Calista. Aku tidak bisa kembali lagi."
Mendengar itu, Calista sedikit terkejut.
Namun sebelum ia sempat berbicara, Liliana kembali melanjutkan.