TA(Chap 17: Kunjungan keluarga besar)

3.5K 171 4
                                        

Satu Bulan Kemudian

Tak terasa, satu bulan telah berlalu sejak kabar kehamilan Liliana menyebar ke seluruh penjuru Kekaisaran. Berita tersebut disambut dengan sukacita oleh banyak orang. Ucapan selamat terus berdatangan untuk pasangan Duke dan Duchess Alfiend itu.

Hari ini, Liliana dan Axton tengah menantikan kedatangan kedua orang tua mereka yang berencana berkunjung untuk menjenguk Liliana.

Tak lama kemudian, dua pasangan paruh baya yang mereka tunggu akhirnya tiba. Meski usia mereka telah menginjak kepala lima, pesona dan ketampanan serta kecantikan mereka seolah tak pudar oleh waktu.

Begitu turun dari kereta, salah satu wanita langsung berlari menghampiri Liliana.

"Oh, sayang! Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Ibu sangat merindukanmu," ujar wanita itu sambil memeluk putrinya erat.

Wanita tersebut adalah Belinda de Nevada, Duchess Nevada yang akrab disapa Duchess Belinda.

"Aku juga merindukan Ibu," balas Liliana sambil membalas pelukan hangat itu.

Setelah berpelukan dengan ibunya, Liliana berganti memeluk ibu mertuanya, Katrina de Alfiend.

"Bagaimana kabarmu, Sayang?" tanya Duchess Katrina dengan penuh perhatian. "Apakah Axton memperlakukanmu dengan baik?"

"Tentu saja, Ibu. Axton sangat baik kepadaku," jawab Liliana sambil tersenyum kecil dan melirik ke arah suaminya.

Axton yang melihat itu hanya membalas dengan senyum hangat.

"Syukurlah kalau begitu," kata Duchess Katrina. "Karena jika dia berani menyakitimu, siap-siap saja dia akan Ibu keluarkan dari keluarga Alfiend."

Ucapan itu membuat Liliana terkekeh geli saat melihat ekspresi suram di wajah suaminya.

"Hah... memangnya Ibu tidak merindukanku?" protes Axton.

"Tidak. Untuk apa Ibu merindukanmu?" jawab Duchess Katrina tanpa ragu. "Kau tidak penting."

Setelah mengatakan itu, ia langsung berbalik dan kembali mengobrol dengan menantu serta besannya.

Axton hanya mampu tersenyum kaku.

Dua pria yang sejak tadi menyaksikan pemandangan tersebut tak kuasa menahan tawa.

"Sudahlah, Nak," ujar Hendry de Alfiend, Duke Alfiend sekaligus ayah Axton yang terkenal kejam terhadap musuh-musuhnya. "Kau harus sadar diri. Kau itu sebenarnya hanya anak pungut."

"Hahaha!" Felix de Nevada ikut tertawa terbahak-bahak.

Mendengar ejekan bertubi-tubi dari ayah dan mertuanya, harga diri Axton terasa diinjak-injak.

Karena tak ingin menjadi bahan lelucon lebih lama lagi, ia memilih pergi meninggalkan mereka.

Di taman belakang kediaman Alfiend, tampak tiga wanita sedang menikmati waktu bersama.

Mereka adalah Liliana, Duchess Belinda, dan Duchess Katrina.

"Bagaimana rasanya menikah dengan Axton?" tanya Duchess Katrina.

Liliana tersenyum kecil sebelum menjawab.

"Sebenarnya biasa saja, Bu. Namun akhir-akhir ini sikap Axton berubah menjadi lebih perhatian dan hangat kepadaku."

"Itu bagus," sahut Duchess Belinda sambil mengangguk puas. "Kalau begitu, kau harus lebih agresif agar suamimu semakin terpikat dan tidak memiliki niat untuk melirik wanita lain."

Mendengar nasihat itu, wajah Liliana langsung memerah.

"Kalau soal itu, sebenarnya aku sudah mengerti, Bu. Bahkan setiap malam aku selalu menggoda Axton agar dia semakin terpikat kepadaku."

"Oh?" Duchess Katrina tersenyum jahil.

"Bagus sekali!" ujar Duchess Belinda penuh semangat. "Teruskan! Pastikan Axton tidak bisa mengalihkan perhatiannya darimu, bahkan sedetik pun."

"Tentu, Bu," jawab Liliana malu-malu.

Percakapan mereka terus berlanjut dengan suasana hangat dan penuh tawa.

Tak terasa, waktu berlalu hingga senja mulai menyelimuti langit.

Ketiganya pun memutuskan untuk kembali ke dalam mansion dan bersiap untuk makan malam bersama. Setelah makan malam selesai, kedua pasangan orang tua itu berencana kembali ke kediaman masing-masing.

Namun untuk saat ini, mereka hanya ingin menikmati kebersamaan yang jarang bisa mereka rasakan.

Sebuah momen sederhana yang dipenuhi kehangatan keluarga dan kebahagiaan.
______________________________

Hallo kakak-kakak kembali lagi nih sama aku.
Maaf ya lama gak update, tapi semoga suka dan puas sama part ini. Vote yang banyak biar Minggu bisa update lagi
Terimakasih.

Takdir Antagonis Sang Pewaris Cahaya [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang