Di sebuah kamar yang sunyi, seorang gadis tengah duduk di atas ranjang sambil membaca sebuah novel.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara bentakan kesal dari bibirnya.
"Sialan! Apa-apaan ini?! Kenapa malah antagonis kesayangan gue yang mati?!"
Den...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di sebuah kamar mewah, seorang wanita tengah bersiap ditemani pelayannya.
"Nyonya, Anda sangat cantik. Yang Mulia Duke pasti akan terpesona melihat Anda."
Mendengar pujian itu, Duchess Liliana tersipu malu.
"Ah, kau bisa saja, Emma. Tapi memang benar, aku cantik," ucap Liliana sambil bercanda.
Emma terkejut mendengar ucapan itu. Nyonya yang selama ini ia kenal hampir tidak pernah bercanda. Bahkan, berbicara seperlunya saja.
"Hahaha... Nyonya juga bisa bercanda rupanya," sahut Emma canggung.
"Sudahlah, Emma. Ayo ke ruang makan. Aku sudah sangat lapar."
"Baik, Nyonya. Sepertinya Yang Mulia Duke juga sedang menunggu Anda."
Mereka pun berjalan menuju ruang makan.
Sepanjang perjalanan, Liliana memperhatikan para pelayan dan prajurit yang langsung menundukkan kepala begitu melihatnya. Beberapa bahkan tampak gemetar ketakutan.
Sepertinya mereka sangat takut pada Liliana. Sebenarnya apa yang telah kau lakukan hingga mereka bereaksi seperti ini hanya karena melihatku? batin Calista yang kini berada dalam tubuh sang duchess.
Di tengah perjalanan, Calista memutuskan berhenti. Ia ingin meminta maaf atas segala perlakuan buruk yang pernah dilakukan Liliana kepada mereka.
Emma yang melihat sang duchess tiba-tiba berhenti pun bertanya,
"Ada apa, Nyonya?"
Namun Liliana tidak langsung menjawab. Ia justru menarik perhatian seluruh pelayan dan prajurit yang berada di sekitar.
"MOHON PERHATIANNYA SEBENTAR!"
Semua orang segera menghentikan aktivitas mereka dan menoleh ke arahnya.
"Saya, Duchess Liliana, ingin meminta maaf atas semua perlakuan buruk yang pernah saya lakukan kepada kalian."
Suasana mendadak hening.
Para pelayan, prajurit, bahkan Emma sendiri hanya terdiam, berusaha mencerna apa yang baru saja mereka dengar.
Melihat mereka membisu, hati Calista mulai gelisah.
"Apa mereka tidak mau memaafkanku?"
"Kenapa kalian diam? Apa kalian tidak ingin memaafkanku?" tanya Liliana dengan nada sedih.