Part 1

9.5K 177 0
                                        

Di sebuah tempat penuh dengan gemerlap lampu, suara bising musik mengalun keras mengiringi orang-orang yang memenuhi seisi penjuru ruangan. Mereka semua bergoyang riah mengikuti alunan musik. Bercumbu mesra saling menyalurkan hasrat masing-masing. Ada pun yang memilih menikmati kemeriahan pesta dengan terduduk anggun di sebuah ruangan khusus VIP sambil menyesap alkohol, membiarkan seorang pria dewasa tengah mencumbu dirinya dengan penuh nafsu, yaitu Kaluna Putri Antonio.

"Kenapa sekarang kamu susah banget di hubungi?" Pria itu menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher putih Kaluna. Lalu menghisapnya sangat kuat hingga meninggalkan tanda bekas kemerahan yang tercetak jelas di area leher tersebut.

Alex tersenyum puas, melihat hasil karyanya.

"Hp lama gue rusak," jawabnya.

"Duit kamu ga cukup buat beli lagi?"

Kaluna memutar bola mata jengah. Mood-nya sedang buruk untuk sekedar menanggapi gurauan dari Alex. Ia merentangkan kedua lengan di pinggir sofa, memberikan akses penuh kepada Alex untuk menikmati setiap keindahan tubuhnya. Memperhatikan bagaimana jari-jari maskulin pria tersebut mulai melucuti tali dress mini berwarna merah terang yang tengah ia kenakan.

"Aku seneng banget, akhirnya kamu ngajak ketemu lagi," ucap Alex. Memandang penuh kagum kecantikan sisi wajah Kaluna dengan senyuman menggoda yang terpatri di bibirnya. 

"Gue cuman pengen mastiin lu masih hidup apa ngga," jawab Kaluna asal.

Alex terkekeh ringan, "Sekarang gimana?"

"Tambah tua."

Seketika ia langsung tertawa lepas mendengar hinaan yang terlontar dari bibir Kaluna. Bukannya tersinggung, Alex justru mengecup bibir gadis itu dengan gemas, "Aku anggap pujian, Thanks."

Kaluna menghela nafas, memainkan gelas berisi vodka di genggamannya dengan gerakan memutar. Sorot mata Kaluna berkeliling, mengingat ia sudah lama sekali tidak mengunjungi tempat ini.

Terakhir kali, ketika ia di drop out dari Sekolah lamanya. Karena kasus kekerasan fisik di Sekolah yang melibatkan salah satu anak politisi yang disegani sehingga membuat sang korban mengalami cedera patah tulang karenanya.Atas desakan dari para keluarga korban, pihak Sekolah pun dengan berat hati harus mengeluarkan anak dari donatur terbesar yaitu Kaluna.

Singkat saja, Kaluna tidak suka seseorang yang mencoba menyentuh miliknya. Apalagi sampai mencoba menentangnya. Ia tidak akan segan lagi untuk memberikan pelajaran pada siapapun itu.

Malam ini, ia butuh sesuatu untuk melampiaskan beban yang mengimpit perasaan dan pikirannya. Usai menghubungi sang mantan kekasih, Alex. Mereka langsung bertemu di salah satu bar tak jauh dari Rumah Kaluna.

Kaluna bukan tipikal orang yang senang curhat perihal kehidupan atau masalah pribadi pada orang lain. Bagi Kaluna, tidak ada di Dunia ini yang lebih bisa dipercaya selain diri sendiri. Kaluna lebih memilih melampiaskan seluruh permasalahannya dengan meminum alkohol alih-alih untuk melupakan beban pikirannya sesaat.

Sudah hampir berjalan dua minggu, Kaluna menghabiskan waktunya dengan bermalas-malasan karena sedang menjalani hukuman skors. Namun, gadis cantik itu tidak mau ambil pusing, ia justru menikmati masa hukumannya walaupun sedikit bosan.

Permasalahannya saat ini hanya satu, yaitu ia sangat merindukan seseorang. Apalagi sudah berjalan dua minggu, hatinya seperti sudah meradang di landa kerinduan berat dan tak sabar menunggu hari esok tiba.

"Gimana Sekolah baru kamu?"

Kaluna menoleh, lalu mengedikan bahu acuh tak acuh. "Biasa aja, gada yang menarik buat gue."

Kaluna (SUDAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang