BAB-28 lilin

5.3K 317 25
                                        

Happy reading 💞

Kalo suka jangan lupa vote dan kalau bisa komen di setiap paragraf ya orang baikk hehehe, vote dan komen kalian berharga banget buat penulis 🫶

malam pun tiba, hujan deras sedang menerjang pondok pesantren milik Abah ilham, udara sangat dingin, malam itupun listrik padam hingga semua orang yang berada di pondok berbondong-bondong menyalakan lilin.

kini Rara beserta ketiga teman nya sedang berjalan ke arah ndalem dengan keadaan hujan yang sangat deras.

mereka pun sampai di ndalem dengan keadaan baju yang sedikit basah, sedangkan baju yang di kenakan Ning zizah kering tanpa tetesan air satupun.

Gus rafka pun membukakan pintu dan menyuruh Ning zizah, Rara beserta ketiga teman nya untuk masuk.

"Afwan mbak, langsung masuk saja. di luar dingin" ujar rafka yang sedang menggendong kucing milik Ning fatma

Ning zizah, Rara beserta ketiga teman nya itu pun masuk ke ndalem dan duduk manis membentuk huruf U dengan lilin yang berada di tengah tengah mereka.

"assalamualaikum" salam Gus raynor, Gus raynor pun duduk bersama dengan rafka.

"waalaikumsalam" balas semua orang yang berada di ruang tamu ndalem.

"baik, sekarang saya ingin mendengar para saksi untuk menceritakan kejadian di ruang 01 tadi pagi, boleh langsung di mulai?" tanya Gus raynor.

Luna pun mulai membuka suara dan menceritakan kejadian persis dengan apa yang Rara ceritakan.

"Ning zizah sangat tidak adil dalam memperlakukan kami Gus" ujar Luna mengakhiri ceritanya

"pinter banget ya ngarang ceritanya?!, ngapalin teks berapa jam kamu?!" ujar Ning zizah.

"maksud Ning zizah apa?! saya menceritakan apa yang sedang terjadi sebetulnya, apakah saya salah?!!" ujar Luna yang tampak sangat kesal dengan Ning zizah

"selama ini kami berusaha sabar, tapi apa? Ning di kasih hati malah minta jantung!" ujar alea yang juga tak terima

"BERANI KAMU SANA SAYA?!" ujar Ning zizah yang hendak memukul alea, namun di halangi oleh Rara.

"alea hanya saksi!, alea juga menceritakan kebenaran. sebagai seorang abdi disini, Ning harus memberikan contoh yang baik kepada santri lain, lalu! inikah sifat yang akan engkau contohkan kepada santri disini?! Ning" ujar Rara lalu menghempaskan tangan Ning zizah yang hendak memukul alea.

suasana pun menjadi hening.

Gus raynor pun menghembuskan nafas kasar "sudah?" tanya Gus raynor.

"huftt. saya sudah sangat bosan. mengapa kalian tidak bisa akur walau hanya 5 menit saja?, ntah berapa banyak kasus yang kalian buat. rasanya saya sudah tidak sanggup meladeni kalian" ujar Gus raynor

"kalian sudah besar, kalian bisa berfikir dengan jernih kan?, cobalah berfikir sedikit dewasa. selesaikanlah masalah dengan kepala dingin, jangan langsung kekerasan" lanjut Gus raynor

"apalagi Ning zizah, benar perkataan Rara tadi, Ning zizah harusnya memberikan contoh yang baik kepada para santri, saya paham akan perasaan Rara kalau Ning zizah bersikap seperti ini terus menerus" Gus raynor pun memegangi kepala nya dengan mengucap kalimat istighfar.

"a-afwan Gus" ujar Ning zizah

"Afwan Gus, saya juga salah, saya siap menerima hukuman apapun" ujar Rara

"baiklah, untuk hukuman Ning zizah ialah membersihkan halaman pondok setiap hari selama satu bulan memakai baju hukuman santri yang melanggar dan menulis sepuluh ribu kalimat istighfar" ujar raynor dengan raut wajah yang datar

AL-WAQIAH?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang