Happy reading 💞
Kalo suka jangan lupa vote dan kalau bisa komen di setiap paragraf ya man teman hehehe, vote dan komen kalian berharga banget buat penulis 🫶
waktu menunjukkan pukul 05.34 dimana kini raynor tengah bersantai di ndalem membaca beberapa kitab yang akan ia ambil sebagai materi untuk Madin nanti malam
rara datang membawa nampan berisi dua kopi, yakni kopi hitam dan kopi susu, ia sangat mengenali suaminya yang suka dengan kopi sama sepertinya
rara pun memberi segelas kopi hitam dengan senyuman manisnya "Monggo mas" ucap nya manis
"mas?" panggil rara dengan mengerutkan dahinya
raynor pun terkejut melihat kedatangan istrinya dengan menyodorkan satu gelas kopi hitam padanya "eh, maaf ya sayang? terimakasih sudah repot repot membuatkan mas kopi" ujarnya
rara hanya mengangguk lalu duduk di kursi yang terletak di sebelah suaminya lalu melihat beberapa kitab yang terletak di atas meja
rara menghembuskan nafas panjang "aku kalo minum kopi jadi keinget ummi Fara deh mas, beliau dulu suka ngebuatin kopi susu untuk aku dan kopi gula aren untuk Abah" ujarnya, namun tak mendapat respon sama sekali dari sang suami
ia menatap raynor yang sedang melamun, membuat rara sangat jengkel, namun ia menahan nya dan mencari topik lain
"lagi nyiapin materi untuk ngajar Madin ya?" tanya rara sekali lagi
"MAS?!" panggil rara dengan nada yang cukup tinggi
"e-eh iya-" balas raynor yang sama sekali tak di pedulikan lagi oleh rara
ia berjalan cepat ke arah pintu kamarnya dulu, namun tangan kanan nya berhasil di pegang erat oleh raynor
"udah lah!, gak ada gunanya aku ngomong kalo ga di dengerin, mas bener bener orang pertama yang buat mood aku rusak pagi ini!, kamu mikirin apa sih?! lebih penting ya dari aku?! gak bisa di selesaikan bersama?" ujar rara dengan nada yang cukup tinggi membuat alea yang tengah melipat bajunya di kamar gelisah
raynor memeluk tubuh sang istri dengan erat, ia mengelus elus lembut kening sang istri sambil berkata "maafkan mas"
raynor kini berusaha menenangkan istrinya, sungguh ia merasa sangat bersalah
~~~
bulan demi bulan berlalu, besok ialah tepat 3 bulan surat yang Luna kirim tersimpan rapi di lemarinya, ntah kenapa ia sangat merasa gelisah walaupun ia selalu bersama alea
kini, rara dan alea tengah mengisi sebuah acara mingguan di aula, dirinya selalu bingung dan bertanya tanya akan apa yang terjadi
alea menyenggol siku rara yang tengah melamun "Monggo buat Ning rara melanjutkan acara hari ini?" ujar alea di depan para santriwati
aishh, sungguh alea tidak tahu waktu yang tepat! aaa yang sedang dia bahas tadi? gumam rara, ia pun menoleh ke arah alea dengan tatapan yang penuh akan harapan
Alea pun membisikkan beberapa rangkuman singkatnya sebelum rara mulai berbicara, untunglah alea mau di ajak bekerja sama.
acara telah selesai, kini hanya tersisa alea dan juga rara di tengah aula "apa yang kamu pikirin?" tanya alea memulai pembicaraan
"besok tepat 3 bulan setelah surat itu dikirim al, aku khawatir sama mbak Luna" jelas rara
"ternyata itu yang mengisi seluruh otak mu malam ini? ayolah ra! jangan terlalu dipikirkan, ingatlah adik lucu di perut mungil mu itu, lusa besok kamu ingin pergi ke dokter kan?? semoga anak pertama kamu cewek deh!" ujar alea penuh kegembiraan menyambut raynor junior
KAMU SEDANG MEMBACA
AL-WAQIAH?
Romancecerita ini menunjukan seorang gadis Jawa bernama Rara, seorang ning yang di jodohkan dengan sahabat dari ayahnya (anak dari Gus ilham) tanpa ia ketahui. "Seperti yang pernah saya bilang kamu halal bagi saya dan saya halal bagi kamu. Saya suami kamu"...
