Happy reading 💞
Kalo suka jangan lupa vote dan kalau bisa komen di setiap paragraf ya man teman hehehe, vote dan komen kalian berharga banget buat penulis 🫶
seorang pria kini sedang duduk di kursi rumah sakit, ya, itu adalah raynor yang kini perasaan nya sedang bercampur aduk, bagaimana tidak? apa yang harus ia katakan kepada istrinya nanti?
waktu menunjukkan pukul 19.48 malam, baru saja ia selesai dengan sholat isya nya, raynor kini termenung seorang diri meratapi nasib nya
terdengar suara pintu yang terbuka, raynor sontak berdiri dan melihat seorang dokter yang tersenyum bahagia "dengan bapak raynor?" tanya dokter itu
"iya pak, saya, gimana keadaan istri saya pak?" tanya raynor dengan mengerutkan dahinya
"Alhamdulillah pak, setelah kami periksa lebih lanjut, janin dalam kandungan istri bapak selamat, walaupun sempat terjadi pendarahan. dan mungkin beberapa hari ini tubuh istri bapak akan sangat lemas di karenakan kondisinya yang belum stabil, tidak perlu di rawat inap pak, hanya saja satu Minggu lagi bapak dan istrinya kembali lagi kesini untuk pemeriksaan lebih lanjut tentang janin dan ibu yang mengandung. dan maaf, apa bapak sudah tau tentang istrinya yang sedang hamil?" jelas dokter itu
raynor kini berhasil tersenyum lebar "Alhamdulillah ya Allah" gumam raynor, ia kini sangat bahagia dan senang, senyuman nya mulai terukir
"Alhamdulillah pak terimakasih banyak, sebelum nya memang saya tidak tahu bahwa istri saya sedang hamil, beberapa hari atau beberapa Minggu yang lalu istri saya sempat sakit panas dan mual" ujar raynor
"nah, untuk istri bapak usia kandungan nya sudah hampir 3 Minggu, dengan begini bapak bisa lebih berhati hati dan was was karna usia kehamilan istri bapak masih sangat muda"
"iya pak, sekali lagi terimakasih banyak" balas raynor dengan senyuman lebar nya
"iya pak, besok sudah boleh pulang, saat ini istri bapak masih belum sadarkan diri karna obat bius yang tadi baru saja di suntik kan, mungkin sekitar satu setengah jam lagi akan sadar"
"boleh masuk ke dalam?" tanya raynor, jempolnya kini menunjuk ruangan dingin ber AC yang di huni oleh istrinya
dokter itu mengangguk sebagai jawaban yang membuat raynor sangat senang, ia pun segera masuk kedalam ruangan istrinya dengan berhati hati agar tak menimbulkan suara
sedang disisi lain, Kautsar kini sedang termenung di ndalem air matanya kini menetes tak terhenti. ia kini tak punya siapa siapa kecuali anak kandung nya yang tak lain dan tak bukan ialah rara
"sar?" panggil Ilham, ia berjalan mendekati teman lamanya
Kautsar hanya terdiam, pandangan nya kosong sejak tadi, hanya saja air matanya tak berhenti mengalir
Ilham mengelus elus punggung Kautsar seraya menghela nafas berat "saya mengerti kesedihan mu saat ini, tapi antum juga harus menjaga kesehatan, anak mu sehat sar, juga dengan cucumu" ujar Ilham
"cucu?" Kautsar sontak memandang kedua mata Ilham, apa yang ia katakan? cucu?
"ya, raynor baru saja mengabari bahwa rara selamat juga dengan janin yang berada di dalam kandungan nya. walaupun dia sempat mengalami pendarahan, ternyata usia kandungan nya sudah hampir 3 Minggu"
"aku ingin meminta maaf sebesar besarnya terhadapmu, aku lalai memperhatikan menantuku sendiri" imbuh Ilham
"aku bingung, aku harus senang atau sedih.." balas Kautsar
"saya ngerti, maka dari itulah saya ingin menyuruh anak saya untuk mengajak rara tinggal bersama antum dan merawat pondok bersama" ujar Ilham
"di pesantren sudah ada Rafka dan Salma, sedang di pondok sebesar ini? antum tidak akan sanggup mengurus nya sendiri. saya pernah dengar antum mengurus pondok ini bersama almarhumah istri antum saja masih kesusahan apa lagi antum sendiri?" imbuhnya
KAMU SEDANG MEMBACA
AL-WAQIAH?
Romancecerita ini menunjukan seorang gadis Jawa bernama Rara, seorang ning yang di jodohkan dengan sahabat dari ayahnya (anak dari Gus ilham) tanpa ia ketahui. "Seperti yang pernah saya bilang kamu halal bagi saya dan saya halal bagi kamu. Saya suami kamu"...
