Happy reading 💞
"raa udah siap belum? Ayo berangkat sekarang" ucap Gus kautsar dari garasi
"Iyaa bah ,abah issh Rara masik pake hijab" ujarnya
"Ummi kamu mau ikut enggak?" Tanya Gus kautsar sambil berjalan menghampiri Rara
"Gatau bahh, coba tanya ummi nya langsung, gak mungkin ummi gak mau bah" ujar Rara yang masih memasang hijab nya
"Saya ikut mas" saut Ning Fara yang berjalan dari arah kamarnya
"Yaudah ayo nunggu apalagi?" tanya Gus kautsar melihat banyak yang sudah siap
"Iya bah bentar lagii, Rara bakalan kangen sama rumah ini termasuk kamar Rara, nantikan Rara jarang pulang" ujar rara yang kini menyempatkan waktu untuk melihat dan mengenang kamarnya yang penuh dengan kenangan
"Yaudah jangan lama² ih" ujar Ning Fara
"Iya, ini Rara turun" balas Rara,ia pun berlari menuruni tangga
Rara pun menuruni tangga dan bergegas menaiki mobil yang akan ia tumpangi dan menaruh semua barang² nya
Saat akan sampai Rara pun kembali menangis, ummi nya yang mengetahui kalau anak nya menangis pun peka dan berkata
"Jangan nangis dong sayang nya ummi, kalo kamu sedih nanti ummi juga sedih sayangg"
Ucap ummi Rara yang matanya sudah berkaca²
Saat sudah sampai di pondok Rara pun langsung terpesona dengan suasana pondok yang sangat sejuk, luas dan juga ia merasa nyaman, ia pertama kali menginjakkan kaki nya di pondok ini
"Ayo sayang masuk ke ndalem, kita sowan sama Ning Salma dan Gus ilham" ucap Abah rara
Rara pun mengangguk, semua mata tertuju pada Rara, bagaiman tidak? Rara yang sangat cantik, putih ,bersih ,rapi ,bulu mata nya melentik, alisnya rapi, hidungnya mancung dan bibirnya yang tipis, Rara tak menghiraukan dan terus menunduk. dan Sesampainya di ndalem
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Gus kautsar, Ning Fara dan juga rara
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Gus ilham dan Ning Salma
Rara pun langsung mencium tangan Gus ilham dan Ning Salma dengan senyuman
"Ehh Rara udah Dateng, cantik banget sih kamu nduk masyaallah." Ucap Ning Salma dengan tersenyum
"Terimakasih Ning, hadza min Fadli rabbi" ujarnya dengan senyuman
hadza min Fadli rabbi memiliki arti bahwa "semua ini adalah karunia Tuhanku"
"Eitss tadi manggil apa? Ning? Panggil aja ummi sayangg, buat dirimu nyaman disini ya" ujar ummi Salma dengan mengelus-elus pipi rara
"I-iya ummi" balas Rara yang tak terbiasa akan hal itu
"Ehh ada kakak ipar, cantik banget Kaka ipar" ujar rafka yang datang membawa minuman dan beberapa camilan
"Sttt," mata ummi menatap tajam kepada rafka
"Hehehe bercanda" Afwan Gus, Ning, mbak
"Eumm yaudah ya Abah sama ummi tinggal dlu ya raa baik² kamu disini jgn ngerepotin ummi Salma sama Abah ilham" saut Gus kautsar
Mendengar itu Rara pun menoleh kepada Abah dan umminya, tampak ummi nya menahan airmata, matanya sudah terlihat berkaca², melihat itu Rara pun memeluk Abah dan ummi nya sambil menangis
"Hiks hiks.. Abah sama ummi gabakal lupa sama Rara kan?" Ucap Rara di dalam pelukan kedua orang tuanya
"Udahh jangan nangis okei? Kalo ada apa² telfon aja mama pake hp nya ummi Salma" ujar Fara kalau mengelap air mata anak gadisnya
Ning Fara yang berfikir jika dia terus disini Rara akan terus seperti ini, Ning Fara pun mengajak suaminya pulang
KAMU SEDANG MEMBACA
AL-WAQIAH?
Romancecerita ini menunjukan seorang gadis Jawa bernama Rara, seorang ning yang di jodohkan dengan sahabat dari ayahnya (anak dari Gus ilham) tanpa ia ketahui. "Seperti yang pernah saya bilang kamu halal bagi saya dan saya halal bagi kamu. Saya suami kamu"...
