BAB-47 masalah apa lagi?

2.5K 131 9
                                        

Happy reading 💞

Kalo suka jangan lupa vote dan kalau bisa komen di setiap paragraf ya man teman hehehe, vote dan komen kalian berharga banget buat penulis 🫶

di malam itu yang bertepatan hari jumat, setelah Gus Ahmad mengkhitbah Fatma rara masih tertidur di ruang tamu rumahnya bersama dengan alea, tubuhnya sangat lemah saat ini

toktoktokk...

ketukan pintu terdengar, alea segera berjalan membukakan pintu. alea melihat Fatma, raynor dan juga salma

"apa rara masih tidur?" tanya Fatma celingak celinguk melihat rara yang tengah terbaring di sofa

"tubuhnya tadi sempat sangat panas Ning, untung saja sekarang sudah mendingan, Ning rara juga tadi sempet ngeluh kalo pinggang nya sakit" ujar alea lalu berjalan membawa Fatma, Salma dan raynor lebih dekat dengan rara

raynor berjalan mendekatkan dirinya, ia berjongkok dan menatapi wajah istrinya dengan penuh kasih,ntak lupa ia mengecek dahi sang istri "apa rara tadi sudah makan?" tanya raynor kepada alea

"sudah Gus, tapi hanya sedikit, Ning rara sudah saya paksa makan lebih banyak tapi Ning nya tidak mau" jelas alea, sesekali ia meneteskan air matanya tak kuat melihat teman lamanya tak berdaya saat ini

Salma dan Fatma berjalan lalu duduk bersimpuh di sebelah raynor

"kenapa rara bisa begini le?" tanya Salma seraya memijat mijat pergelangan kaki rara

sedang raynor menyadari kelalaian nya, ia sangat merasa bersalah akan hal itu "Ray salah um, Ray lalai menjaga rara" ujar raynor

Salma mengelus pundak putranya dengan lembut "Fatma ingin berpamitan kepada rara tadinya, namun melihat kondisi istrimu seperti ini mungkin sebaiknya tidak usah" ucap Salma

"maaf mbak" kata maaf dari mulut raynor

"tidak, tidak apa apa Ray, kasihan jika mbak memaksa berpamitan dengan rara saat ini, sampaikan saja kalau besok lusa mbak akan akad nikah" ujar Fatma, ia memegang pundak adik sepupunya sebelum beranjak pergi

~~~

kini waktu menunjukkan pukul 12 malam dimana keadaan sekitar pondok pesantren sangat sepi dan sunyi, juga dengan rumah raynor yang terletak di belakang ndalem sangat sunyi

rara mulai terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya dan melihat ia sedang berbaring di kamar, sungguh aneh bagi dirinya, ia merasa bahwa sebelumnya ia tidur di sofa ruang tamu rumahnya

rara mengubah posisinya untuk duduk di ranjang, ia menatap jam yang ternyata sudah sangat larut "mas raynor dimana?" gumam nya, ia tak melihat suaminya sama sekali

baru saja bergumam tiba tiba pintu kamarnya terbuka, ia melihat sosok laki laki yang tak lain dan tak bukan adalah raynor

"assalamualaikum" salam raynor tak lupa menutup pintu kamarnya dan menyalakan lampu

"waalaikumsalam" balas rara dengan suara yang lirih, ia masih belum beradaptasi dengan cahaya lampu yang sangat terang, sebelumnya ia hanya di temani lampu tidur yang tak begitu terang

raynor segera menghampiri sang istri, ia memegang dahi rara yang sudah tak terlalu panas "maaf ya mas tinggal? mas habis bersih-bersih ndalem setelah acara mbak Fatma tadi" ujarnya seraya mengelus elus puncak kepala sang istri

rara mengangguk "gak papa mas, mbak Fatma masih disini kan? rasanya rara gak enak banget gak bisa hadir tadi" ujar rara menatap kedua bola mata suaminya

AL-WAQIAH?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang