Happy reading 💞
Kalo suka jangan lupa vote dan kalau bisa komen di setiap paragraf ya man teman hehehe, vote dan komen kalian berharga banget buat penulis 🫶
hari di mulai seperti biasa, matahari yang memancarkan dirinya, pohon dan rerumputan yang hijau dan segar "aneh, kok hari ini perasaan bersih banget ya?" gumam rara melihat jalan demi jalan tak melihat sampah sedikitpun
rara kini sedang berada di kantor, jemarinya memainkan bulpoint yang ia putar putar
"assalamualaikum" salam raynor berjalan mendekati istrinya
"waalaikumsalam" balasnya singkat
"mas-" ujar raynor yang terhenti
"mas ga bosen setiap hari setiap detik setiap menit kesini?" ujar rara mengerucutkan bibir nya
raynor terkekeh kecil "tidak, tidak akan pernah bosan" balas raynor dengan senyuman nya
"ih, cari kesibukan sana!, bosen banget setiap hari yang rara liat cuman kamu mas"
"ohh jadi mau liat laki laki selain mas? Riko mau Riko?" tanya raynor dengan raut wajah yang datar
"MAS!" teriak rara, ia kini mencari barang yang akan ia lemparkan kepada suaminya
raynor yang menyadari itu pun segera beranjak dan berlari keluar kantor pengasuh putri dengan tertawa puas
sedang alea yang melihat dari aula segera mendekati sumber suara itu "pasti mereka lagi uwuw uwuwan" gumam nya
alea pun memasuki kantor tak lupa mengucap salam "assalamua-"
"HAHH?? APALAGI?" balas rara dengan nada yang cukup tinggi yang membuat alea terkejut
"allahumalaka eh astaghfirullah" ujarnya yang refleks
"eh?? alea? maaf al" ujar rara yang tak sengaja membentak teman nya
"kalian kenapa sih? pagi pagi udah bertengkar" tanya alea memulai pembicaraan, ia duduk tepat di depan rara
"anak nya kyai Ilham tuh, nyebelin banget bahas bahas Riko" ujarnya
"eh iya! tadi ustadz Ali barusan cerita ke aku tentang yang namanya ruko-ruko itu"
"hah, ruko?" jeda beberapa detik "OHH RIKO AL RIKO R-I-K-O RIKO" jelas rara
"emang kenapa bangkai cacing itu?" imbuhnya
"ahh serah kamu deh ra, pokoknya yang namanya Riko ruko bangkai cacing itu kemaren malem kena hukuman karna bawa 6 bungkus rokok di dalem koper nya, lagian masih anak baru, belum nyampe 24 jamudah bikin ulah pakek bawa-bawa rokok segala, 6 Bungkus pula" jelas alea
"dia sempet ngelawan dan kebetulan yang geledah tasnya mi wold, akhirnya mi wold kena pukul di pipinya sampe lebam, emang riko bangkai cacing sialan! berani beraninya dia nonjok mi wold" omel alea
"mi wold mi wold kepalanya peyang" gumam rara yang pusing mendengar panggilan teman nya
"mi wold mi wold, mie jenis baru hah?" balas rara dengan raut wajah yang datar
"suami alea lah! kamu gapunya panggilan spesial ya buat Gus raynor?" tanya alea
"ga, alay" balas rara singkat
"ihh iri kann?? Gus raynor mana ada manisnya, dingin banget dari dulu ga berubah-ubah" sindir alea
"serah, terus gimana endingnya?"
"ya, dia di hukum bersihin satu pondok termasuk bersihin toilet santriwan dan santriwati, ga lupa minta maaf sama mi wold dan kalau tidak salah si bangkai cacing itu selanjutnya di tangani langsung sama kyai ilham, walaupun begitu menurutku hukuman nya kurang!" protes alea yang tak terima
KAMU SEDANG MEMBACA
AL-WAQIAH?
Romantikcerita ini menunjukan seorang gadis Jawa bernama Rara, seorang ning yang di jodohkan dengan sahabat dari ayahnya (anak dari Gus ilham) tanpa ia ketahui. "Seperti yang pernah saya bilang kamu halal bagi saya dan saya halal bagi kamu. Saya suami kamu"...
