Keempatnya menoleh,Aga berdiri di sana,di bawah hujan yang masih cukup deras.
"Kakak?" Ega melepas tangan Ren yang merangkul bahunya,lalu lari mendekati Aga.
Dia melepas hoodie zipper yang dia pakai,lalu menggunakannya untuk menutup kepala aga dari hujan.
"Lo dari mana aja sih,hah!?"
Aga diam,dia menatap Ren yang terlihat semakin pucat karena kedinginan.
Ren yang ditatap hanya diam,lalu membalik tubuhnya dan berjalan menjauh bersama Rei.
"Ayo!" Ega membawa kakaknya untuk berjalan masuk juga,diikuti Marrel.
~
Sekarang lima orang tadi berada di kamar Ren dan Aga,bahkan Ega pun baru selesai mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian Aga.
"Kegedean" celetuk Aga saat melihat adiknya yang keluar dari kamar mandi dengan kaos panjang miliknya.
"Iya lah,badan Lo kan gede. Gue kan enggak" balas Ega lalu ikut duduk di sofa,diantara Marrel dan Aga yang sibuk menyeruput teh hangat itu.
"Nggak juga" timpal Aga.
"Gue balik dulu,Lo minum tehnya. Kalau demam atau apa, panggil gue aja" Rei menggenggam tangan kakaknya erat. Keduanya sedang duduk di ranjang Ren sekarang.
Ega yang mendengar ucapan Rei tadi langsung menoleh,"Balik? Gue kira kita mau nginep di sini" celetuknya.
"Lo tuh bikin kamar Aga penuh!" Celetuk Marrel seraya mencubit hidung Ega.
"Ih yaudah,tau gitu ngapain gue pake baju kakak? Mending ke kamar pake baju gue sendiri" balas Ega kesal.
"Yaudah gih balik" titah Aga sambil mengusak surai coklat milik Ega.
Lalu Ega berdiri,"Kak Ren! Minum tehnya" ucapnya pada Ren,lalu Ren mengangguk.
Setelah tiga manusia itu keluar,Aga melihat Ren yang merebahkan tubuhnya di ranjang lalu menutup tubuh ramping itu dengan selimut.
"Ren? Lo gak laper?" Tanyanya.
"...."
"Mau gue bikinin makanan,gak? Lo pasti belum makan"
"...."
Aga menghela nafasnya berat,dia tau Ren marah.
"Teh nya gak Lo minum?"
"...."
Dia memutar bola matanya malas lalu mendekat ke ranjang Ren. Tangannya menyibak selimut yang Ren pakai untuk menutup wajahnya.
Ren menutup matanya rapat-rapat,dia pura-pura tidur.
"Gue minta maaf" ucap Aga,dia duduk di tepi ranjang Ren.
"Gue gak tau bakal jadi kayak gini,gue-"
Ucapan Aga terhenti saat Ren kembali menutup wajahnya dengan selimut.
Lagi-lagi dia menghela nafasnya,"Ren maafin gue,Lo tadi diculik siapa? Gimana bisa anak-anak nemuin lo?" Tanyanya.
"Lo gak perlu tau! Gue lagi pengen sendiri" jawab Ren dari bawah selimut.
"Maafin gue" ucap Aga lirih,dia sangat merasa bersalah. Dia tidak tau apa yang penculik itu lakukan kepada Ren,tapi dia tau Ren pasti sangat takut saat itu.
Dia berdiri,lalu berjalan ke kamar mandi. Badannya terasa agak berat,mungkin karena terlalu lama memakai pakaian yang basah karena air hujan.
"Hufftt...." Ren menyibak selimutnya, melihat pintu kamar mandi sebentar,lalu melamun menatap langit-langit kamarnya.
"Lian?" Batinnya.
"Dia balik ke sini,gue sama Rei gimana?"
"Gue gak bisa melawan,apa lagi Rei"
Dia lalu mengambil ponselnya,membuka file foto lamanya bersama Rei. Saat mereka masih duduk di bangku menengah pertama,saat ibu mereka masih ada. Dan saat Lian masih menjadi sahabat kecil mereka.
"Kenapa dia jadi jahat?" Batinnya lagi.
Ceklek
Ren melirik sebentar,Aga keluar kamar mandi seperti biasa,hanya memakai celana training panjang tanpa atasan.
°°
Terimakasih sudah membaca,jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote,kritik,dan saran( ◜‿◝ )♡
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVEMATE || Henxiao
Teen Fiction"Dia cium lo?" Ren mengangguk. "Lo mau gue bersihin bekas dia?" "H-hah?" [Boys love story!!] [18+⚠️] •Theme song : She A Wolf by WayV• Xiaodery||Henxiao||Henjun
