cleaning❗

544 19 0
                                        

18+⚠️




      
  °°
 

 

Menunjukkan bekas keunguan yang dibuat oleh Lian tadi. Membuat Aga menghela nafas kesal lalu mendorong tubuh Ren ke belakang membuat remaja pendek itu berada di bawahnya.

"L-lo mau ngapain?" Tanya Ren terbata.

Aga tidak menjawab,dia menahan kedua tangan Ren ke atas dengan tangan kirinya lalu kembali melumat bibir si manis.

"A-aga...eughhh~" lenguhan berhasil keluar dari bibir Ren.

Mendengar itu,Aga memejamkan matanya,dia menelan ludahnya kasar.

"Ren,jaga mulut Lo" ucapnya tepat di depan telinga Ren.

Ren yang mendengar itu semakin panik,dia rasanya ingin memuntahkan kupu-kupu diperutnya sekarang.

Tangan kanan Aga masuk ke dalam piyama biru muda milik Ren,meraba pinggang ramping itu. Sementara tangan kirinya mengarahkan kedua tangan Ren untuk melingkar di lehernya.

"Gue gak bisa hilangin bekas dia di leher Lo" ucapnya seraya menatap wajah sayu dibawahnya itu.

Ren tidak menjawab,tangannya meraih kue yang berada disamping mereka, mengambil krim berwarna hijau itu dengan jari nya lalu mengoleskan krim itu ke bibir Aga.

Aga membuka bibirnya,lalu menjilat jari Ren seraya memejamkan matanya.

"Jangan!" Peringat Ren.

Dia kembali meratakan krim itu ke bibir Aga,dan menarik tengkuk remaja tampan itu,"Biar gue yang jilat" ucapnya lalu melumat bibir Aga sensual.

Ah, salahkan Aga yang berbuat seperti ini saat Ren sedang 'on'.

Aga tersenyum di tengah lumatan makhluk kecil dan manis dibawahnya itu. Dari mana Ren tahu hal seperti ini?

Remaja manis itu terus menekan tengkuk Aga untuk memperdalam ciuman mereka.

"Manis" batinnya.

Satu tangan Aga menahan tubuhnya sendiri,sementara satu tangannya lagi sudah berkeliaran di dalam piyama Ren. Menelisik setiap inci kulit pucat itu.

"Eughhh~" lagi-lagi suara lenguhan lolos dari bibir Ren saat Aga dengan sengaja menyentuh dadanya,salah satu bagian sensitif dari tubuh Ren.

Aga tersenyum kecil,dia melepaskan tautan bibir mereka lalu beralih ke tempat yang membuat Ren mengeluarkan suara indah itu.

"Hah...A-aga~"

"Hm?" Dia kembali menatap Ren,lalu menyibak poni abu yang menutupi wajah remaja manis itu.

"Jangan,gue mohon~" pinta Ren masih dengan menetralkan nafasnya.

Tidak menghiraukan,Aga malah mengecup hidung Ren sebentar lalu membuka kancing atas piyama si manis dan membuat tanda di sana.

Ren menggigit bibir bawahnya,"Emmhh~" sekuat tenaga dia menahan suara keluar dari mulutnya.

Melihat wajah Ren yang begitu sayu,Aga tidak tega. Dia kembali mengancingkan piyama Ren lagi,lalu menangkup wajah yang sudah memerah itu.

Cup

Dia kembali mengecup bibir Ren lalu melumatnya lagi. Bibir itu sangat manis dan candu,ditambah dengan rasa matcha dari kue tadi. Aga seperti tidak ingin berhenti melumat benda kenyal itu.

"Emmhh...Aga-ah~"

Ren kembali memukul dada bidang itu cukup keras,namun Aga masih terus melumat bibirnya.

"Eumhh~"

"Akh-" Aga menjauhkan wajahnya saat Ren tiba-tiba menggigit bibirnya hingga rasa lumatan itu menjadi rasa khas darah.

"....?" Aga dengan tatapan bertanya.

"Hah..gue..gak bisa..nafas~" ucap Ren tersengal.

Aga menatap wajah yang sudah merah dan sayu itu. Dia mengecup sebentar pucuk hidung mancung itu lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Ren. Kue matcha tadi entah sudah Ren lempar ke mana,mungkin di meja kecil di samping ranjang.

Sesaat kemudian Aga menarik tubuh Ren untuk berada di atasnya.

"A-aga...gue berat" ucapnya pelan.

Aga hanya tersenyum lalu membiarkan tubuh kurus itu masuk ke dalam pelukannya. Dia juga menarik selimut milik Ren untuk menutup tubuh keduanya.

"Tidur!" Titah Aga.

Ren yang meletakkan kepalanya di atas dada Aga itu mendengar kencangnya detak jantung roommate tampannya itu.

Lalu keduanya terlelap dengan posisi nyaman mereka.
 

°°

LOVEMATE || HenxiaoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang