#TSDP8
Menurut Kaivan, Kanina tidak lebih dari wanita berkepala cantik yang memiliki alasan hidup hanya untuk mengoles lisptick merah di bibir, mengecat kuku, dan mengenakan stiletto yang ketukannya kerap mengganggu saat memasuki ruangan.
Menurut K...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haiii. 🌸
Boleh hibur aku tidak dengan kalimat manis pokoknya apa pun boleeeh? 😆
4000 kata lebih lebih niiyyy. Mau kasih emot apaaa???
Selamat membaca ya. Tolong bakar api semangatku siapa tau besok kita party😋 kasi apinya yang banyakkk 🔥🔥🔥
***
Om Kayi Kamu udah tidur belum?
Kanina yang baru saja keluar dari kamar mandi unit apartemennya malam itu, langsung meraih ponsel yang layarnya menyala di atas kabinet. Tangan lain dia gunakan untuk menggosok rambutnya yang basah.
Kanina duduk di tepian ranjang sebelum membaca pesan itu. Lalu mengerjap-ngerjap. Ini serius? Kaivan mengirim pesan untuknya? Pasalnya, satu bulan terakhir mereka benar-bener kehilangan kabar dan saling menghilang tanpa pesan. Jadi pesan itu terlihat sangat janggal sekarang.
Kanina masih begitu ingat bagaimana ekspresi Kaivan saat melihatnya bersama Dryas di depan gedung kantornya tadi. Pria itu ... tampak dingin, saat Kanina memberikan vest-nya, dia tidak berkata apa pun dan langsung pergi. Sungguh Kanina tidak pernah sengaja memukul mundur pria itu untuk pergi dengan menghadirkan pria lain, seperti Dryas ini. Cara itu terdengar kekanakan sekali.
Namun, apabila Kaivan berpikir demikian, apa boleh buat?
Lagi pula, hari ini Kanina hanya menemani Dryas ke kantor pusat untuk beberapa urusan pekerjaan. Setelahnya, mereka makan malam, tidak berdua. Kanina sengaja mengajak Nube untuk ikut serta agar Dryas tahu bahwa ... Kanina sedang membatasi diri.
Namun, pertemuannya dengan Kaivan saat Dryas mengantarnya pulang tadi, pasti menghasilkan persepsi lain. Terlebih, Kaivan tidak bertanya, dan Kanina juga tidak punya kepentingan apa-apa untuk menjelaskan.
Kanina mengetikkan balasan.
Kanina Rhea Belum, kenapa?
Om Kayi Oh, salah kirim.
Kali ini kening Kanina mengernyit lebih dalam. Salah kirim, katanya?
Kanina melihat waktu yang ditunjukkan oleh ponselnya. Sekarang sudah pukul sebelas malam, dan pria itu bertanya pada seseorang dengan kata 'kamu'. Siapa sebenarnya yang akan dia kirimi pesan?
Kanina menaruh ponselnya. Dia diamkan benda itu selama mengeringkan rambut. Walau sesekali dia akan meliriknya, tapi hingga Kanina selesai dan beranjak ke tempat tidur, Kaivan tidak lagi mengirimkan pesan.
Kanina tidak peduli. Namun, kontras dengan ketidakpedulian yang diakuinya, pagi-pagi sekali dia menghubungi Gege untuk bertanya, "Gege semalam Om Kayi ada kirim pesan nggak?" Kanina ingin sekali mendapatkan kenyataan bahwa pesan itu seharusnya dikirim kepada Gege. Bocah perempuan kesayangan Kaivan.