The Sweetest Revenge | [18. Kayi dan Kai]

72.9K 6.6K 3.8K
                                        

Dah berusaha memotong beberapa bagian di part ini hasilnya tetapppp 3900+ kata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dah berusaha memotong beberapa bagian di part ini hasilnya tetapppp 3900+ kata. WKWKWK kenapa yakkk.

DAHLAH. 🥲🥲 SEMOGA SUKAAA YA.🫶🫶

TAPI NGGAK MAU SPAM API DULU APA? 😡🔥🔥🔥

***







Saat Kaivan membukakan pintu mobil untuknya, Kanina langsung bergerak masuk dan menyandarkan punggungnya ke jok. Wajahnya ditutup rapat dengan kedua telapak tangan. Dia masih ingat betul bagaimana tatap semua orang yang berada di atas pelaminan serempak tertuju ke arahnya. Berkat ucapan Gege.

"Tante Kanin bilang, kemarin Tante Kanin duduk di pangkuan Om Kayi seharian?"

Masih terngiang-ngiang bagaimana suara cempreng yang polos itu membuat wajah Kanina berubah merah seperti kepiting rebus. Gege bukan lawan yang boleh dianggap enteng, Kanina akui itu.

Di sampingnya, Kaivan ikut bergerak masuk ke mobil. Pria itu masih terkekeh-kekeh saat pintu mobil sudah tertutup. Tangan pria itu hinggap di puncak kepalanya, mengusapnya. "Udah nggak apa-apa," ujarnya saat Kanina masih belum mau menyingkirkan telapak tangan yang menutupi wajahnya.

"Kamu diem dulu deh .... Aku masih malu."

Tawa Kaivan lepas lebih kencang. Sesaat, Kanina merasakan tubuh Kaivan yang kini bergerak ke belakang. "Tutup pakai ini nih kalau masih malu." Pria itu menaruh hoodie hitam miliknya di pangkuan Kanina.

Kanina meraih hoodie itu, benar, dia menyampirkan hoodie itu di pundak, dengan tudung yang menutupi kepala agar dari samping Kaivan tidak bisa melihat wajahnya.

"Masih malu?" tanya Kaivan ketika Kanina masih menutup wajahnya. Pria itu mendekat saat melihat Kanina mengintip di balik hoodie. "Udah aku bilang kan, jangan bicara sembarangan sama Gege."

"Aku tuh harusnya tanya Kama deh tadi, kenapa dia bisa nolak Gege?" Kanina menggeleng. "Nggak kebayang Gege pernah ngejar dia kayak apa sampai akhirnya dia nyerah gitu."

"Gege tuh cewek realistis, Nin. Kalau yang dikejar udah menunjukkan penolakan. Ya udah, dia cari yang lain."

"Tapi kan nggak sama Om-om kayak kamu juga?"

Kaivan memasangkan seat belt, membuat Kanina melakukan hal yang sama. "Dia tuh awalnya pacar Sungkara." Ucapan Kaivan membuat Kanina melepaskan tawa. "Habis itu, dia ngaku jadi pacar Hakim juga. Berhubung Sungkara udah punya Shaneen, dan Hakim udah punya Ashana, dia cari ... Om-om yang bikin dia nggak punya saingan." Kaivan menoleh singkat.

"Dia bisa ngalah buat Shaneen dan Ashana, tapi dia nggak mau ngalah sama aku?" Kanina tidak terima.

"Saingan sama kamu challenging kali buat dia?" Kaivan mulai fokus pada kemudi. Mobilnya sudah berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya. Kembali mereka rasakan suasana ramai tanpa disuguhi pemandangan pohon-pohon dan hutan di kanan-kiri saat mengendara.

The Sweetest RevengeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang