D u a E n a m

253 7 0
                                        

"Assalamu'alaikum.." ucap Zahra sambil masuk ke dalam rumah.

"Waalaikumussalam.." sahut Lauza. "Loh, kamu udah pulang, sayang?"

"Udah, Mi."sahut Zahra sambil menyalimi punggung tangan Lauza.

"Tadi pagi, Suami kamu nyariin tau, Ra." ucap Lauza.

Zahra tersenyum kikuk, bingung menanggapinya.

"Ciyeeee!" goda Lauza.

"Umi, ah, aku maluuuuuu.."

Lauza tertawa melihatnya.

Hening sejenak. Zahra pun membuka ponselnya.

Ting!

Ting!

Ting!

Tunggu, tunggu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tunggu, tunggu..

Ini, benar suaminya, kah?

Zahra tersenyum tipis melihat pesan dari Zizan.

Rasa penasaran Zahra semakin tinggi dengan isi voice note dari Zizan. Ia pun menekannya untuk mendengarkannya.

Volumenya di kecilkan, ia taruh didekat telinganya.

Zahra semakin menjadi-jadi, ia tidak kuat menahan senyumnya.

"Eh, anak Umi senyum-senyum sendiri? kenapa nih, dari Pak suami, ya?" goda Lauza.

Zahra mengangguk malu menanggapinya. "Aku ke kamar dulu ya, Mi.." pamit Zahra terburu-buru.

o0o

"Loh, Abi?" kaget Zizan ketika melihat Luhqi berada di ruangan Caffe Laluzi. "Abi ngapain? Tumben kesini,"

"Gak suka?"

"B-bukan gitu, Abi.. y-ya tumben aja Abi kesini.."

"Abi mau bicara sesuatu sama kamu," ucap Luhqi serius.

"Soal apa?"

"Bener beritanya kalau kamu pelukan sama Nacia waktu itu?"

Zizan menelan ludahnya kasar. "A-abi.. aku gak tau kalau itu Nacia. Aku pikir dia Zahra, Bi.."

" .. Aku bisa jelasin, Bi."

"Gak perlu," balas Luhqi. "Ini. Liat videonya," suruh Luhqi seraya menyodorkan ponselnya pada Zizan.

Zizan mengerutkan keningnya. "Video apa, Bi?"

My Dosen My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang