T i g a E m p a t

165 5 0
                                        

Hai, kembali lagi di cerita My Dosen My Husband. Lama gak up, hehe.. Jujur, kurang semangat juga sih. Tapi, aku bakal tamatin cerita ini, walaupun kurang seru ceritanya, wkwk. Mau di hapus juga sayang banget, ini cerita pertama aku soalnya. Jadi, ya, buat kenang-kenangan aja lah.

Bismillah, semoga suka ya sama kelanjutannya. Selamat membaca. 💗💗

Happy reading!

Hari ini, Zahra tidak ada kelas untuk kuliah. Tapi, ia ikut berangkat ke kampus bersama Zizan, katanya ingin ke Caffe Laluzi.

Zizan memberikan pesan dengan tegas pada Zahra bahwa ia harus membawa ponselnya, kemana pun perempuan itu pergi. Lelaki itu tidak ingin mendengar alasan klasik dari istrinya itu, sengaja tidak membawa hp karna berat. Jadi, Zizan berinisiatif untuk membelikan Zahra tas selempang mini.

Kaki jenjang Zahra berjalan memasuki Caffe, dan disambut Flora dengan ramah.

"Selamat pagi, Mbak Zahra. Mbak apa kabar? Baik-baik aja, 'kan?"

"Saya baik, Flo.."

"Mbak, saya minta maaf ya soal kejadian kemarin itu.."

"Yaampun, Flo.. Udah, lupain aja. Lagian, bukan salah kamu juga, kenapa minta maaf?"

Flora menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Mau minta maaf aja sih Mbak, hehe.."

"Tumben, gak nawarin saya matcha?"

"Maaf ya, Mbak. Saya gakbisa bikinin Mbak matcha dulu.."

"Loh, kenapa? Stoknya udah abis, Flo?"

"B-bukan, Mbak. Anu, itu, saya tadi di chat sama Pak Zizan kalau Mbak Zahra jangan ditawarin matcha dulu, masih pagi katanya, Mbak.."

"Gakpapa, Flo. 'Kan, dia bilangan jangan tawarin matcha, bukan bilang jangan bikinin matcha."

"Mbak? Sama aja dong.."

"Tapi, Flo? Gue pengen matcha."

"Iya, tenang aja. Nanti saya bikinin, tapi nanti──"

"Kapan?"

"Tunggu agak siangan."

Terdengar hembusan nafas kasar dari Zahra.

"Flo, karyawan yang biasa berdiri deket wastafel itu kok ga keliatan ya hari ini?" tanya Zahra. Ya, setiap ia datang, biasanya ada karyawan yang selalu standby berdiri didepan wastafel. Tapi, hari ini karyawan itu tidak terlihat batang hidungnya, membuat Zahra penasaran.

Flora langsung tertebak siapa yang Zahra maksud itu. "Oh, maksud Mbak, si Muthe, ya?"

Zahra mengedikkan bahunya acuh. "Iya kali, gue gaktau namanya siapa. Nah, kemana dia? Biasanya berdiri terus disana."

"Loh, emangnya Mbak gaktau, ya?"

"Gaktau apa, Flo?"

My Dosen My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang