T i g a D u a

214 5 0
                                        

"Huft, akhirnya.."

Baru saja Zizan memarkirkan mobil Jeep 'nya di halaman rumahnya.

Zizan menoleh ke arah Zahra. "Capek, ya?"

"Iya.." Zahra mengangguk lesu. "Tapi, kayaknya lebih capek 'an kamu," kekeh Zahra.

Zizan mengelus pucuk rambut Zahra gemas. "Istirahat gih di kamar," suruh Zizan.

"Gendooonnggg.." rengek Zahra.

Zizan terkekeh melihat sikap manja Istrinya.

"Bentar, ya. Aku keluar dulu."

Zizan keluar dari mobil, lalu berlari kecil membuka pintu mobil sebelahnya.

Saat pintu mobil terbuka, terlihat Zahra yang sudah merentangkan kedua tangannya. Melihat itu pun, Zizan dibuat gemas.

"Gendong depan atau belakang?"

"Bentar," Zahra mengetukkan dagunya seolah sedang berpikir. "Mau gendong belakang!"

"Siap Tuan Putri!"

o0o

"Astaga, ini Zahra kenapa, El?" tanya Lauza yang terlihat panik melihat menantunya yang digendong.

"Kamu gak kdrt 'kan, sama Istri kamu, El?"

"Astaghfirullah, Umi. Aku gak sejahat itu kali, Mi.." sahut Zizan dengan wajah yang masam.

Kepala Zahra menyembul karna tertutup oleh punggung besar lelaki itu. "Umi, aku gak kenapa-kenapa kok, Mi. El juga gak kdrt sama aku."

Mendengar itu, Lauza memicingkan mata menatap Zizan. "Iya, sayang. Umi percaya, kok.."

"Umi udah makan?" tanya Zahra.

"Belum. Umi lagi gak napsu makan, sayang.." raut wajah Lauza menekuk masam.

"Loh, kenapa, Mi?"

"Umi, jangan gitu dong. Umi harus makan, nanti kalo Umi sakit gimana? Abi 'kan sedih nanti.."

Lauza bersedekap dada. "Huft, Biyang juga sibuk banget sekarang.. Umi kangen Abi!!!!"

Zahra menurunkan tubuhnya dari gemdongan Zizan. Lalu, ia mendekati ibu mertuanya sambil mengelus bahu Lauza. "Umi.. Umi yang sabar, ya.. Nanti, Abi pasti pulang, kok."

"Tapi, lama, Zahra.. Biyang lama pulangnya!!"

Zahra bingung harus mengatakan apa.

"Jadi, Umi males makan karna kangen sama Abi?"

Lauza mengangguk.

o0o

Saat ini, kedua pasangan itu sudah berada di dalam kamarnya. Setelah sedikit drama yang terjadi tadi, Umi sudah tertidur pulas, karna perutnya sudah kenyang karna makan nasi sepiring.

Zahra menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa yang ada disana. Tangannya meraba seluruh pakaian yang dikenakannya. Meskipun pakaiannya hari ini tidak memiliki kantong.

Perempuan itu teringat sesuatu, seperti ada yang menghilang, dan terasa kurang jika dia tidak ada.

"EL, HAPE AKU GAK ADAAA!!" teriak Zahra.

My Dosen My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang