T i g a E n a m

149 6 0
                                        

Selamat membaca, semoga suka. Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣 . Jangan jadi sider, bub!

"Umi," panggil Zizan.

Lauza menoleh menatap putra kesayangannya, "Kenapa, El?"

"Liat istri saya?"

Plak

Tamparan pelan itu Zizan dapatkan dari lengannya. Zizan menatap Lauza sambil cengengesan.

"Saya, saya! Emang, Umi temen kamu apa!?"

"Afwan, Mi.. Lupa."

"Umi.." rengek lelaki itu.

"Kenapa manggil saya?" Lauza meniru gaya bicara Zizan.

"Ah, Umi. Liat istri aku, gak? .."

"Lagi ke minimarket dia, kenapa sih emang?"

"Ya, dia gak ada di kamar. Bilang ke aku juga, nggak. Bangun tidur, udah ilang aja."

"Mentang-mentang pulang cepet, tidur terus kerjaannya," cibir Lauza.

"Ya, kapan lagi Dosen ganteng ini bisa tidur siang? Jarang banget, 'kan? Ya, kita sebagai manusia gak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas itu dong,"

"Ck, udah sana mandi ah! Solat ashar, udah belum?"

"Astaghfirullah! Lupa, Mi.."

"Pikun banget!"

o0o

Lelaki jangkung itu sudah selesai melaksanakan solat ashar. Bahkan, ia sudah mandi. Hanya saja, wajahnya terlihat murung, pikirannya pun kosong. Hanya ada Zahra yang dipikirannya sekarang.

"Ngapain sih mondar-mandir dari tadi? Udah kayak setrikaan aja. Gak capek, apa?"

Zizan menoleh pada sumber suara, "Aku nunggu Zahra, Mi. Masa belum pulang juga?"

"Ya, kali aja ngantri, El.."

"Tapi, ini gak masuk akal, Mi!"

"Gak masuk akal gimana?"

"Ya, gak masuk akal. Zahra udah pergi dari tadi, udah dua jam yang lalu bahkan. Terus, sekarang? Dia belum balik juga."

"Ya, tunggu aja bentar lagi. Siapa tau, Zahra lagi perjalanan pulang.."

Zizan mengacaknya rambutnya frustasi, "Gak! Pokoknya aku mau susul Zahra, Mi. Dia ke minimarket yang ada di perempatan depan 'kan, Mi?"

Lauza mengangguk cepat. "Iya, disana."

"Aku pergi dulu, Mi." pamit Zizan sembari mencium punggung tangan Lauza.

Setelah kepergian Zizan, Lauza terdiam dengan tangannya yang memilih ujung bajunya.

"Iya, juga. Zahra udah pergi dari tadi, dan sampe sekarang belum pulang juga? Sebelumnya juga, ke minimarket gak selama ini.."

" .. Semoga, kamu baik-baik aja."

o0o

Saat ini, Zizan sudah berada di area parkiran depan minimarket. Kedua mata Zizan mencari sosok keberadaan perempuannya. Kedua kaki jenjangnya melangkah masuk ke dalam minimarket, mencari perempuannya di setiap lorong rak.

Terdengar hembusan kasar dari lelaki itu. Zizan pun bertanya pada kasir disana, namun jawaban kasir itu tak sesuai ekspektasinya.

Zizan mengacak rambutnya frustasi. Bahkan, tiap orang yang melintas ditanyakan pada Zizan. Barangkali, ada yang melihat Zahra 'nya. Namun, hasilnya tetap sama, nihil.

My Dosen My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang