Setelah sampai di rumah Kana, mereka segera turun dari mobil Gala. Sebelum itu Kana berpesan padanya, "jangan gugup ya, nanti kalo papah tanya, kamu Jawab aja," ucap Kana membuat Gala mengangguk.
"assalamualaikum, papah," sapa Kana saat melihat Wijaya, sang papah sudahduduk di ruang tamu sambil menonton TV.
Pria berusia tidak terlalu tua itu menatap putri nya dengan senyum khasnya, "waalaikumsalam, Kana. Masuk lah," ucap nya sembari terus memperhatikan Gala yang hanya diam di samping Kana.
"assalamualaikum om," sapa Gala sembari menyodorkan tangannya untuk menyalimi lengan pria itu.
"waalaikumsalam... ini pacar Kana ya?"
Gala mendudukkan dirinya saat di tarik oleh Kana, sembari mengangguk, "iya om, nama saya Gala," ucapnya sopan. Sedangkan Kana tampak tersenyum melihat interaksi antara Gala dan papahnya.
"gimana pah, cocok kan Gala sama Kana?" tanya gadis itu membuat Wijaya menggangguk, "iya, pinter kamu pilih pacar. Ganteng kamu, seperti saya, hahaha" ucap Wijaya sambil terkekeh membuat Gala hanya tersenyum.
Tak lama, suara halus seorang wanita sambil membawa biskuit brownies di atas piring membuat mereka menoleh, "kalian emang pada ganteng, tapi yang paling cantik di sini, ya mama sama Kana," sahut wanita yang masih tampak cantik dengan baju rumahan.
Mereka mengangguk, "liat mah, Kana udah dewasa. Pinter cari pacar ganteng," ucap Wijaya sembari menatap Gala yang duduk di samping putri kesayangannya. "iya, siapa namanya nak?" tanya ardiana sembari menatap Gala
"Gala Tante," jawab Gala yang berpakaian santai di depannya, "ohh, tampan. Em nama mama kamu siapa nak Gala?" tanya ardiana lagi.
Pertanyaan itu sempat membuat Gala terdiam sejenak, lalu tersenyum simpul. "alexandra, Tante," jawabnya membuat ardiana mengangguk angguk, "ohh, Tante tcuman mau tau aja. Siapa tau kamu anaknya teman tante, hahaha," ucanya kemudian.
Kana menghela nafas pelan, "ma,"
Ardiana kembali terkekeh saat mendengar suara Kana yang memanggilnya. "nak Gala, Udah makan?" tanya ardiana pada Gala, membuat cowok itu mengeleng, "belum tante," jawabnya.
Jawaban itu membuat ardiana segera mengajak mereka untuk makan bersama. Sebenarnya Gala sudah makan tadi di rumah, tapi karena tidak ingin membuat ibu dari Kana itu kecewa karena sebab sudah memasak, akhirnya Gala terpaksa berbohong.
Jangan tanyakan di mana Naka, karena kembaran dari Kana itu memilih untuk tidur selepas dirinya makan duluan sebelum Kana datang tadi. Naka di kenal oleh keluarga sebagai anak yang tampan dan cerdas, tapi Naka juga di kenal sebagai anggota keluarga yang paling gemar tidur.
Di sinilah Kana dan Gala bersama kedua orang tua Kana. Mereka tegah makan dengan Hidmat di depan meja makan, tidak ada ucapan atau apapun selagi makan, membuat Gala merasa sedikit canggung.
Di bawah meja, tangan Gala menggenggam tangan halus milik Kana hingga gadis itu menoleh lalu tersenyum simpul.
Setelah selesai makan malam, Kana dan ardiana membereskan piring piring bekas makan mereka sementara Gala dan Wijaya mengobrol di depan.
"om dengar, kamu murid baru di sekolah ya?" tanya Wijaya pada Gala.
Gala mengangguk, "iya om," jawab Gala singkat.
Melihat cara bicara Gala, bisa membuat Wijaya dapat melihat sedikit kepribadian Gala. Wijaya melihat Gala adalah sosok yang tenang dan tidak banyak bicara. Dan terlihat Paik untuk Kana, tapi pertemuan pertama saja tidak cukup untuk Wijaya agar mengenal Gala.
"ohh iya, tinggal di mana sebelumnya, bukan orang Indonesia asli ya?" Tanya Wijaya lagi, membuat Gala menggeleng, "saya memang orang Indonesia asli kok om. Cuman, setelah papah meninggal dunia, mamah memutuskan untuk pindah ke Singapur, dan memutuskan untuk kembali ke sini lagi," jelas Gala membuat Wijaya mengerti.
Wijaya tidak menyangka, ternyata Gala adalah seorang anak dengan status yatim, pantas saja remaja di depannya ini terlihat pendiam dan terasa dari tatapan matanya bahwa dirinya menyimpan masalah yang Wijaya tidak tau apa itu.
"maaf, kalau saya boleh tau, kamu anak tunggal?" tanyanya.
Gala menggeleng seraya menjawab, "ngak om, saya punya adik perempuan, usianya baru enam belas tahun," jawab Gala membuat Wijaya kembali mengangguk.
Tidak lama, Kana dan ardiana datang dengan satu cangkir jus jeruk di genggaman Kana, membuat Gala menatap gadis itu Lamat. Tatapan Gala yang teduh saat menatap Kana di lihat langsung oleh Wijaya dan ardiana, membuat mereka tampak tersenyum senang.
"sepertinya, Gala suka banget sama Kana, pah." bisik Ardiana kepada suaminya yang membuat Wijaya mengangguk, "iya, kamu lihat tatapannya," balas Wijaya membuat ardiana mengangguk setuju, "semoga mereka memang jodoh."
๑๑
Setelah berlama lama di rumah Kana, Gala akhirnya memilih untuk segera pulang. Cowok itu memikirkan Leskara di rumah, pasti adiknya itu tengah sendirian di dalam rumah, mengingat mamah nya akan pulang larut malam ataupun tidak pulang kerumah, yang membuat Gala selalu pulang tepat waktu agar adiknya itu tidak menjadi sasaran kemarahan Alexandra, ibu mereka yang kerap mabuk mabukan dan pulang dalam keadaan tidak sadar.
"hati hati di jalan, kabarin aku kalau udah sampe," ucap Kana pada Gala yang hendak memasuki mobilnya. Gala menoleh lalu mengelus puncak kepala Kana dengan sayang, lalu berucap, "iya, abis ini ganti baju terus langsung tidur aja, aku langsung pulang kok," ucap Gala pelan.
"salamin buat kara, bilang nanti aku mau main lagi,"
"oke, nanti aku sampein. Yaudah, masuk gih..." suruh Gala pada gadis cantik yang merupakan pacarnya itu, sedangkan kana mengangguk, "yaudah, aku tunggu kamu kaluar dulu,"
Setelah berucap seperti itu, Gala segera mengeluarkan mobil nya dari perkarangan rumah Kana, sebelum pergi cowok itu membunyikan klakson mobil sebagai tanda bahwa dirinya pamit pulang.
Melihat mobil Gala yang sudah tidak terlihat di balik pagar, Kana segera masuk ke dalam rumah dan menghampiri kedua orang tua nya yang menatapnya dengan senyum, "Gala anak yang baik, sopan juga," ucap Wijaya membuat Kana tersenyum.
"makasih ya pah, mah, udah mau Nerima Gala bertamu di rumah kita,"
Wijaya yang mendengar segera meraih Kana dan merangkulnya, "apa sih yang nggak buat anak cantik nya papah, hm?" ucapnya membuat Kana terkekeh, "yaudah, gih tidur. Tadi papah dengar Gala bilang suruh tidur kan?"
Kana menyium pipi wijaya lalu beralih pada ardiana dengan melakukan hal yang sama, "good night my parent, sweet dreams,"
Setelah berucap seperti itu, Kana segera berlari menuju lantai dua tempat kamar nya berada.
Sementara kedua orang tua di lantai bawah itu menatap putri mereka dengan senyum, "semoga bahagia putri mama," gumam ardiana, lalu menoleh saat merasakan rangkulan pelan di bahunya.
"mereka akan bahagia," sambung Wijaya sambil menatap pintu kamar Kana yang sudah tertutup rapat itu, kedua orang tua itu merasa bahagia melihat keceriaan putri mereka yang semakin bertambah saat hadirnya sosok Gala di hidup Kana.
Wijaya dan ardiana tidak dapat melarang hal hal yang membuat anak anak mereka bahagia, dan akan mendukung apapun yang Kana dan Naka inginkan, selagi hal itu baik.
Kini kedua orang tua itu hanya tinggal menunggu Naka yang mengenalkan gadis impiannya pada mereka dan menunggu kedua anak kembar itu lulus sekolah dan membiarkan kehidupan selanjutnya pada mereka terjalin hingga mereka berkeluarga seperti yang tegah di rasakan Wijaya dan ardiana saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGALA SABUMI
Novela Juvenil⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️ Agala Sabumi dan Arkana Putri Wijaya High rank: #4 telah #20 acident #24 kisahku #21 yang
