Saat ini, Arkana dan Agala sedang menuju perjalanan pulang, niatnya setelah Kana bebersih dan bersiap, Gala akan datang ke rumah Kana lagi sambil membawa adiknya.
"Makasih," ucap Kana saat sudah sampai di depan rumah. Gala mengangguk, "sama sama, aku pulang dulu ya? Mau jemput Kara, mau ketemu sekarang kan?" Tanya Gala memastikan.
Kana mengangguk setuju, "iya, tapi jangan terlalu cepat ya, aku mau masak sama siapin semuanya, kan gak mungkin kalo gak ada apa apa di dalem." Katanya di angguki oleh Gala. "Iya, yaudah, bye...."
"Byee.... hati hati di jalan." Peringat Kana di balas senyuman oleh Gala. "Iya."
Setelah itu, mobil Gala pun melesat keluar dari gerbang rumah Kana dengan kecepatan sedang. Kana yang melihat sudah tidak ada lagi mobil Gala terlihat, langsung masuk ke dalam rumah.
Gadis itu mengganti bajunya dan langsung berjalan ke dapur untuk masak, kebetulan art di rumah nya sedang tidak ada, dia izin pulang kampung berapa hari.
Untung saja Kana masih bisa memasak makanan, walaupun tidak banyak tapi itu tidak masalah.
Kana menyiapkan bahan bahan makanan, kali ini gadis itu akan menyiapkan spaghetti dan iga untuk penambah toping pada spaghetti nya nanti.
๑๑
Di kediaman keluarga Sabumi, Agala sedang meyakinkan adiknya untuk bertemu dengan Arkana.
Sebenarnya Gala sudah banyak bercerita tentang kekasihnya itu pada kara, dan kara juga sangat antusias mendengarkan, tapi adiknya sangat susah jika di minta bertemu dengan Kana, dia merasa takut.
"Hei, dengarkan kakak, kak Kana ngak jahat kok. Dia baik dan lembut, jadi kamu bisa ngobrol sama Kana kalo mau. Kakak udah yakin pasti Kana suka sama kamu." Ucap Gala pelan membuat adiknya mengangguk senang, "yey...ketemu pacar kak Gala..."
Soraknya membuat Gala terkekeh kecil, "yaudah sana siap siap. Yang rapih ya kar." Suruh Gala membuat Leskara mengangguk.
Tidak lama setelah Gala dan Kara bersiap, mereka langsung memasuki mobil Naka yang di supiri Gala.
Tidak ada yang melarang, di rumah itu hanya ada Gala dan Kara bersama ibu mereka, tapi sang ibu tidak terlalu perduli dan memilih sering berada di luar tanpa mencemaskan kedua anak nya yang pasti masih membutuhkan waktunya sebagai seorang ibu.
Sementara di rumah Kana, gadis itu juga masih sendiri, tapi masakan yang sedari tadi gadis itu siapkan sudah sedari tadi masak dan Kana pun bergegas menuju kamarnya untuk mandi dan ber dandan. "Pake baju apa ya? Ini apa ini?" Gumamnya menunjuk dress berwarna putih dengan motif garis garis berwarna merah muda dan satu lagi dress hitam dengan lapisan berwarna putih tulang di bagian lengan.
"Ini aja deh, lebih sopan juga." Ucap Kana akhirnya memilih baju dress hitam dengan lengan panjang berwarna putih tulang di tangannya. "Mending gue cepet cepet deh, habis itu telpon kak Naka, dia juga belum pulang. Lama banget lagi." Monolognya.
Setelah memastikan pakaian nya rapih dan sopan dengan makeup tipis dan rambut di gerai lurus, akhirnya Kana menuruni tangga sambil mengutak Atik ponselnya untuk menghubungi Naka.
Setelah telpon terhubung, Kana bergegas duduk di sofa ruang tamu, "halo kak, Lo masih lama pulangnya? Udah sore loh...cepetan pulang, hari ini Gala bawa adiknya ke rumah." Tanya Kana sambil memberitahu Naka.
Di seberang telpon terdengar suara Naka yang menyahut, "iya, ini juga lagi di jalan. Makanya jangan telpon jadi gue minggir dulu kan," katanya.
Mendengar itu Kana langsung mengangguk walaupun tidak akan di lihat oleh Naka, "ohh, yaudah. Hati hati kak, sorry sorry, gue kan gak tau." Jawab Kana lalu menutup kembali telpon nya saat Naka menjawab, iya.
Tidak lama setelah Kana menelpon Naka, terdengar suara mobil yang memasuki area depan rumah Kana lalu berhenti, "udah Dateng?"
Kana berjalan keluar rumah dan mendapati Gala yang baru turun sambil memutar dan membuka pintu sebelah seperti yang Gala lakukan bersama Kana jika sudah sampai.
Kana melihat itu langsung memperhatikan gerakan Gala, sedikit penasaran gadis itu, sedangkan di dalam mobil, Leskara yang melihat gadis cantik di depan pintu langsung bergumam, "cantik." Katanya di dengar Gala yang membukakan pintu.
"Cantik kan? Ayo keluar, Kana orang baik." Katanya lagi membuat Leskara mengangguk.
Kana sempat menutup mulutnya saat melihat gadis cantik dan mungil dengan baju dress berwarna coklat dan sepatu putih membuatnya berdecak kagum lalu menghampiri. "Hai...kamu cantik banget, sini ikut aku..." ucap Kana sambil memegang lengan Leskara dengan lembut seakan gadis ini akan rapuh jika terlalu kuat menyentuhnya.
Leskara sempat gelagapan, tapi saat melihat tatapan Gala yang seakan memperbolehkan, akhirnya dirinya mulai mengikuti Kana masuk ke rumah. "Sini duduk sama aku," ucap Kana membuat Leskara lagi lagi hanya mengangguk. "Makasih." Ucapnya.
Gala yang melihat interaksi tanpa canggung Kana pada adiknya seketika tersenyum senang, tidak menyangka sebenarnya Kana akan se excited seperti saat ini, walaupun Kana memegang terkenal baik dan ramah, tapi Gala masih belum mengenal Kana dengan semua sikap gadis cantik itu.
Gala juga ikut duduk di depan kedua gadis yang sama sama cantik di depannya, "hai...kenalin, aku Arkana. Panggil aja Kana.." sapa Kana sekali lagi.
"Leskara," ucap Leskara sambil menerima tangan Kana yang tadi gadis itu sodorkan. "Gal, kara cantik bangett..makasih ya, kamu udah bolehin aku ketemu sama kara." Ucap Kana sambil menatap antusias Gala di depannya. "Sama sama." Balas Gala tulus.
Kana kembali menghadap Leskara dan menggenggam tangan gadis cantik yang sangat lembut dengan wajah yang hampir mirip dengan Gala, tapi bedanya Gala mempunyai alis tebal sedangkan Kara tidak, dia memiliki alis tipis dengan rambut yang tipis pula.
"Kamu umur berapa?" Tanya Kana. Leskara yang mendengar langsung menatap manik Kana, setelah memastikan bahwa Kana adalah benar benar orang baik langsung dirinya menjawab, "enam belas tahun, kak." Jawabnya.
Kana mengangguk angguk mendengarnya, "ohh, kamu ngak sekolah di SMA tunas harapan aja? Kan bisa bareng aku.." tanya Kana lalu tersenyum. "Ngak bisa, nanti ribet lagi dong pindahnya." Bukan Leskara, tapi Gala yang menjawab.
Kana yang mendengar itu seketika menatap Gala yang mulai mengambil cemilan di atas meja, "kan bisa, nanti deh aku yang urus." Sahut Kana kemudian. "Emang bisa?" Tanya Gala membuat Kana menggeleng, "ngak, tapi Kan ada kak Naka, dia kan Deket sama guru, jadi...bisa laahh..."
"Apa sebut sebut nama gue?!"
Mendengar suara Naka yang baru masuk ke dalam rumah, Kana langsung berdiri, "bisa kan?" Tanyanya lagi.
Naka mendudukkan dirinya di samping Gala dan menatap Leskara sekilas lalu menatao adiknya, "bisa lah, apa yang gak bisa, ya gak gal?" Ucapnya kemudian lalu menepuk bahu Gala pelan. "Hm.." gumam nya.
Naka menatap Leskara setelah itu, "adik Lo?" Tanya nya pada Gala dan di angguki Gala, "iya."
Mendengar itu Naka ber-oh ria lalu menatap kembali Leskara yang hanya diam saja di samping kana, "gue Naka, kakak kembar nya Arkana." Tanyanya membuat Leskara mengangguk pelan sedangkan Kana hanya memperhatikan.
"Yaudah, makan yok, gue udah masuk tauu...enak pasti." Ucap Kana memastikan membuat Naka terkekeh, "pasti? Yaudah yuk Gal. Dan em...siapa?" Tanyanya pada Gala. "Kara." Kanya menjawab.
Naka menggaruk kepalanya yang tak gatal, "nah iya, yok kar, kita makan masakan kakak Kana." Ucapnya jahil membuat Gala menggeleng geleng.
"Kebetulan art lagi cuti, pulang kampung." Beri tahu Naka di angguki Gala dan Kara bersamaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGALA SABUMI
Genç Kurgu⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️ Agala Sabumi dan Arkana Putri Wijaya High rank: #4 telah #20 acident #24 kisahku #21 yang
