kebahagiaan yang ber tubi-tubi

23 1 0
                                        

Setelah pulang sekolah, Gala langsung mengajak Kana untuk pulang bersama, sebab Gala ingin memberi sesuatu pada Kana setelah dirinya menembak Arkana tadi pagi dengan tidak romantis, jadi Agala ingin mengulangnya.

Kebetulan Arnaka, sedang tidak bisa pulang bersama, sebab katanya ketua Osis itu sedang sibuk mempersiapkan perlombaan yang akan di laksanakan Minggu depan, katanya perlombaan yang di laksanakan itu adalah lomba matematika dan lomba volly.

"Udah siap?" Tanya Gala saat melihat Kana yang baru saja selesai membersihkan kelas, karena hari ini adalah jadwal dirinya dengan beberapa orang temannya yang piket kelas. "Udah.." balas Kana sambil mengambil tas nya yang sedari tadi di pegang oleh Agala.

Gala memberikannya, lalu mengulurkan telapak tangan kanan nya untuk di pegang oleh Kana, melihat itu Kana tersenyum dan langsung meraih lengan itu.

Mereka berjalan keluar kelas dengan suasana hati yang senang bercampur dengan detak jantung yang kencang satu sama lain.

"Mobil kamu, masih di tinggal kan?" Tanya Gala membuat Kana mengangguk, "iya, kayaknya kita gak usah bawa lagi deh, nanti aku minta tolong di bawain aja sama supir." Ucap Kana yang di angguki Gala. Entah sejak kapan, tapi Kana dan Gala sudah mulai memanggil satu sama lain dengan sebutan 'aku, kamu'.

Hari ini Kana tidak ada agenda apapun dengan sahabat sahabatnya, dan Kana juga langsung menyetujui ajakan Gala untuk ikut dengan cowok itu. Saat naik ke motor milik Gala, dengan tergesa-gesa Naka berlari dari ujung sana dengan suara yang memanggil Gala sangat kencang, hingga menggema di area sekolah yang sepi.

"Apa?" Tanya Gala, sambil menatap Naka yang ngos ngosan setelah berlari menuju dirinya dan Kana.

"Lo mau bawa Kana?" Tanyanya membuat Gala mengangguk.

Naka menatap adiknya yang sudah duduk di belakang Gala dengan wajah yang biasa saja, biasanya Kana tidak akan mau di bonceng oleh siapapun kecuali dirinya dan sang papah. "Kalian...." Ucap Naka sambil menatap kedua orang di depannya dengan mata yang memicing. "Lo, pacaran sama Kana, gal?" Lanjutnya.

Tidak ambil pusing, Gala mengangguk sambil berkata, "iya, minta restunya, kakak...ipar," sahut Gala membuat Naka tercengng sambil menatap Gala dan adiknya, Kana, bergantian. Sedangkan Kana sudah tampak memerah wajahnya sambil berpaling.

Saat melihat reaksi adiknya, Naka langsung bersorak, "jadi gue beneran jadi nyamuk?!"  Pekiknya membuat Gala mengangguk lagi, "mungkin." Katanya dengan wajah tengil.

Hal itu membuat Naka semakin terkejut, "selain gue jadi nyamuk, mulai hari ini, gue liat liat sikap Lo jadi cair ya? Es batu Lo udah kebanyakkan kena mata hari dari Kana ya?" Ucapnya, lalu kembali menatap Kana di belakang Gala. "Ini lagi, adik satu, kok bisa dek?" Tanyanya.

Kana mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Naka. "Apanya?"

"Itu, cairin es batu." Lanjut Naka, Kana langsung tersenyum jahil pada kakaknya itu, "bisa lah..." Jawabannya.

Gala yang sudah capek menopang motornya, segera berucap. "Udah ya, gue izin bawa Arkana." Katanya lalu menyalakan mesin motornya dan segera melesat pelan meninggalkan Naka yang lagi lagi melongo. Lalu Naka berteriak yang membuat Kana dan Gala tertawa ngakak.

"Woy, pokoknya Lo abis ini, langsung gue sidang...!"

๑๑

Sepeda motor milik Gala berjalan tidak terlalu kencang di jalan raya jakarta yang begitu luas itu, Kana yang memegang ujung baju Gala dari belakang, membuat Gala langsung menarik lengan Kana untuk di arahkan ke perutnya.

Tentu saja perbuatan Gala itu, membuat Kana sedikit terkejut, tapi sepersekian detik Kana tersenyum malu pada dirinya sendiri yang terlihat polos itu. "Demi apa, Gala bikin jantung gue disko.." batinnya.

Gala memelankan laju motornya, sambil menengok ke samping untuk melihat wajah Kana, "mau makan dulu ngak?" Tanyanya.

Kana menggeleng cepat, "ngak usah, di rumah aja deh, masih kenyang." Jawab Kana yang juga menengok ke samping Gala, hingga mereka dapat melihat mata satu sama lain. Hingga Gala mengangguk, "yaudah kalo gitu."

Setelah itu, Gala memasuki perumahan elit yang ada di kota jakarta lalu berhenti di depan rumah yang lumayan besar dengan satu lantai menjulang ke atas.

Itu rumah Kana, setelah Gala mematikan motornya, Kana langsung turun di ikuti dengan Gala. "Kamu sendirian?" Tanya Gala saat melihat tidak ada siapa pun di dalam, hanya ada satpam yang dengan cepat membukakan pagar saat dirinya masuk tadi.

Kana menggeleng cepat mendengar pertanyaan Gala, "ngak, ada bibi di dalem, kalo mama sama papah sih seharusnya udah pulang, tapi gak tau juga." Jawab Kana dengan nada polos di ucapannya.

Hal itu membuat Gala tersenyum sambil mengusap puncuk kepala Kana yang terasa halus di tangannya, "kalo gitu, aku pulang duluan ya? Nanti mau kan, aku ajak pergi?" Katanya membuat Kana mengangguk senang, "jadi, nanti aku siapa siap," jawab Kana setelahnya.

Gala tersenyum, mengelus lagi puncuk kepala Kana, "aku pulang," pamitnya lalu menaiki motornya dan memakai helm full face sambil melirik Kana lagi, "bye Arkana Sabumi." Ucap Gala lagi, setelah itu langsung pergi dari perkarangan rumah Kana sambil mengangguk tanda pamit pada satpam yang tadi membuka gerbang.

'Apa katanya? Arkana Sabumi?' batin Kana, lalu tersenyum lebar sambil berlari kedalam rumah sangking senangnya, "Aaa... Arkana Sabumi, Agala Sabumi...." Pekik Kana di dalam kamar dengan wajah yang bersemu merah dengan senyum yang masih merekah di wajahnya.

Arkana tampak senang, gadis itu menghentakkan kakinya ke tempat tidur saat Kana langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur king size ber sprei hello Kitty pink miliknya. "Gala...kesan pertamamu saat ini, tidak akan aku lupakan seumur hidupku." Gumamnya lalu memejamkan mata sambil memeluk bantal bulat bergambar hello Kitty yang berwarna senada dengan seprei nya, dengan senyum yang masih merekah semakin lebar.
๑๑
Seperti biasa setiap akan pergi keluar, Kana akan bersiap sejam sebelum berangkat, Kana malam ini memakai dress berwarna biru muda dengan sepatu berwarna putih bermerek Adidas. Tak lupa juga, Kana memakai parfum beraroma khas cewek cewek remaja yang kalem dan segar, dengan tas selempang berukuran kecil di tangannya, tidak lupa juga Kana memasukkan liptint andalan dan cushion untuk tancap nanti.

Saat keluar rumah, ternyata Gala sudah berada di luar saat baru sampai dengan mobilnya.

Sama seperti Kana, penampilan Gala terlihat rapih dan ganteng dengan kemeja putih dan celana hitam yang membuatnya tampak seperti pekerja kantoran yang sudah matang. "Malam..." Sapa Gala kepada Kana yang baru keluar dari rumah.

"Hai...em..gak mau masuk dulu?" Tanya Kana saat sudah sampai di depan Gala, sedangkan Gala masih menatap penampilan Kana yang terlihat cantik dengan dressnya, rambut cewek itu juga di gerai lurus dengan satu jepit rambut flanel berwarna biru. "Cantik." Gumam Gala sambil tersenyum pada Kana.

"Ada mama, papah?" Tanya Gala akhirnya. Kana menggeleng pelan, "ngak ada, katanya pulang jam dua belas nanti," jawab Kana membuat Gala mengangguk mengerti, "Naka?" Tanya Gala lagi.

"Ada, tapi tidur..." Jawab Kana sekali lagi membuat Gala menggeleng, "ada ada aja, yaudah, mari tuan putri..." Ajak Gala sambil menyerahkan telapak tangannya sambil agak menunduk di depan Kana, seperti gaya ala ala pangeran yang mempersilahkan putri.
Melihat itu, Arkana terkekeh pelan, "dengan senang hati.." ucap Kana dan segera menggenggam uluran tangan Gala dan mengikuti Gala yang berjalan menuntunnya ke arah mobil.

Art yang sedari tadi melihat anak dari majikannya yang tampak senang itu, langsung menatap satpam yang sudah standby membuka kembali pintu gerbang saat mobil Gala hendak keluar.

Setelah mobil itu menghilang di persimpangan, barulah art itu berucap. "Resep da, bibi teh nempo neng Kana nu bagja Mun di tempo, barudak itu bageur nya?" Ucapnya lalu di angguki oleh satpam di sampingnya, "heeuh, neng Kana kan bageur pisan, yak mesti di pasangkeun Oge Jeung kabogoh no bageur deui." Katanya.

AGALA SABUMI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang