Agala sabumi

11 1 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


๑๑

Tidak terasa, hari libur bagi murid kelas dua belas telah selesai. Kini SMA Tunas Harapan sudah aktif melakukan ujian Nasional untuk kelas dua belas, sementara kelas sepuluh dan kelas sebelas gantian di liburkan.

Di ruangan kelas yang berbeda beda, murid muridnya mendapat sistem acak tempat duduk saat ujian. Hal itu membuat Kana sedari tadi tersenyum senang saat mengetahui dirinya ternyata satu kelas dengan kekasihnya, Gala.

Agha yang juga satu kelas bersama keduanya mendelik malas, "bisa gak sihh? Ini lagi U—ji—An kalian gak usah tatap tatapan. Gue di tengah ini jadi nyamuk bakar." Ucapnya.
Tempat duduk yang sengaja di buat duduk bertiga di setiap kelas membuat Agha tidak nyaman kali ini, karena dirinyalah yang mendapat kursi tengah, tempatnya di tengah-tengah Arkana dan Agala.

Kana terkekeh mendengar ucapan Agha di sampingnya, sementara Gala menatapnya tidak perduli. "Pindah aja," singkatnya.

Agha melotot, "gak! Udah udah, lo berdua jangan gini dong. Gue aduin lo berdua ke guru, mau?"

"Biar kalian duduknya pisah dari gue, kalau bisa pun beda kelas sama gue." Tekanannya.

Gala dan Kana menoleh pada Agha, "nggak kok, lagian udah ada guru, noh!" Tunjuk Kana pada guru laki-laki yang baru saja masuk ke kelas dengan tulisan pak Bimo, sebagai guru pertukaran pengawas.

Semua atensi siswa siswi tampak diam melihat guru yang terlihat tua namun tegas di depan sana. Yang tadinya ada yang asik bercanda dan menghafal materi seketika duduk rapih, begitu juga Gala, Kana dan Agha yang sudah tidak berbicara lagi.

Pak Bimo menatap intens murid muridnya kali ini, di tangannya sudah ada dua map berwarna coklat dengan lembar soal dan lembar jawaban.

"Jangan ada yang nyontek, serius dan disiplin tanpa ada suara." Ucapnya.

"BAIK PAKKK!" Serentak mereka membuat pak Bimo mengangguk lalu membagikan masing masing lembar soal dan jawaban pada satu persatu murid.

"Tiga puluh menit satu materi." Ucapnya lagi lalu duduk mengamati.

Anak anak mulai fokus, satu persatu soal telah di kerjakan, entah benar atau tidaknya hanya mereka yang tau.
Kana tampak santai mengerjakan soal, sudah dua puluh dari 50 soal telah gadis itu jawab. Agha masih menjawab soal kesebelas, sementara Gala telah mengerjakan hingga nomor sembilan belas.

Saat asik mengerjakan, cowok dengan baju seragam rapih itu terus memijat bahunya yang tiba-tiba terasa sakit. Gala meringis pelan hingga membuat Agha menoleh. "Kenapa lo?" Tanyanya membuat Gala menggeleng. "Nggak papa,"

"Serius?"

"Gue dengernya kayak yang sakit banget?" Tanya Agha lagi.

Kana yang duduk di samping Agha pun menoleh mendengar ucapan cowok itu. "Kenapa?"

Gala menggeleng pelan. "Gak papa," jawabnya lagi sambil tersenyum kecil, membuat Kana mengangguk lalu melanjutkan kerjaannya. Sementara Agha masih menatap Gala penuh selidik.

Cowok dengan lengan baju di gulung ke siku itu mendekat lalu berbisik, "lo sakit bukan?" Tanyanya.

Cepat Gala menggeleng, "nggak, udah sana kerjain." Ucapnya sambil berbalik fokus pada kertas soalnya membuat Agha mengangkat bahunya kemudian.

๑๑

setelah dua materi ujian telah selesai pada jam 12.30, Gala segera beranjak dari tempat dan pergi terburu-buru ke kamar mandi.

Gala masuk ke dalam bilik toilet dan segera membasuh darah yang mengalir dari hidungnya. Untuk yang kesekian kalinya Agala kembali mimisan, tidak sampai disitu bahkan kepalanya mulai pusing setelah itu.
Tapi Gala tidak mau memikirkan, yang penting dirinya masih bisa beraktivitas seperti biasa. Bahkan dirinya pun kerab mengabaikan panggilan dokter Radja untuk menjalani pemeriksaan secara berkala. Tidak terjadi apa-apa, dia baik-baik saja. Kata-kata itu yang menjadi penyemangat Gala saat ini.

Gala terlalu takut untuk menceritakan semuanya, termasuk pada Arkana yang notabene adalah kekasihnya. Apalagi menceritakan pada Alexandra, mama nya. Tidak, itu mustahil.

Tbc.

AGALA SABUMI Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang