Ucapan membahagiakan

17 1 0
                                        


Setelah Gala datang menjemput Kana di kafe, akhirnya Arkana hanya pasrah saja saat mendapati Agala yang sudah sampai dengan mengunakan celana jeans panjang berwarna hitam dengan kaos lengan pendek berwarna putih.

Didalam mobil hitam milik Gala, sepasang kekasih itu sedang asyik membicarakan hal hal random sembari mobil melaju pelan di jalan raya yang ramai.

"Kamu baru selesai mandi ya sayang?" Tanya Kana sembari menyentuh rambut Gala yang terlihat baru kering.

Agala yang mendengar seketika mengangguk cepat, sembari menolehkan kepalanya ke arah Kana, "iya, sebenarnya aku tadi lagi santai yang, tapi pas tau kamu mau pulang aku langsung mandi cepet cepet, trus langsung deh jemput kamu," jawab Gala sambil tersenyum hangat di depan Kana.

Gadis cantik itu memandang wajah Gala lalu menggeleng geleng, "lain kali, ngak usah maksain diri sayangg...aku juga bisa pulang sendiri kok," ucap lembut Kana.

Gadis itu merasa tidak enak dengan Gala, walaupun katanya tidak memaksa diri, tapi tetap aja Kana merasa tidak enak. Kana juga setiap hari selalu merasa beruntung dengan kehadiran Gala di hidupnya, dan Kana sangat sangat merasa bahwa Gala adalah sosok laki laki yang memuliakan perempuan seperti seorang anak yang terus memuliakan orang tuanya terlebih ibunya.

"Kamu tau ngak sayang, aku, mulia hari di mana aku kenal kamu sampai hari ini dan seterusnya, aku akan terus senang dan akan selalu membuat kamu bahagia, Arkana." Jelas Naka sembari menyentuh lengan Kana dan menautkan nya di tangan kiri cowok itu membuat kana merasa tersentuh.

"Aaaa... sayangg, makasih, aku senengg...banget dengarnya. Aku juga akan membahagiakan kamu sayang." Ucap Kana tulus sembari tersenyum pada Gala yang juga tersenyum.

Gala memelankan laju mobilnya dan berhenti di pinggiran lalu melepas Seatbelt nya dan langsung memeluk Kana erat ke pelukannya. Melihat ikut Kana juga langsung mengeratkan pelukannya pada Gala. "Makasih banya sayang, kamu cewek baik, perempuan baik." Ungkap Gala sedangkan Kana hanya tersenyum di belakang tubuh Gala yang memeluknya.

Mungkin sederhana jika seseorang mengucapkan akan membahagiakan pasangannya. Tapi saat Gala mengucapkan itu entah kenapa Kana merasa nyaman dan percaya diri untuk mempercayai ucapan dari pacarnya itu, tidak ada tersirat keraguan di dalam diri Kana untuk tidak mempercayai Gala. Gadis itu selalu menghangat hatinya saat mendengar ucapan ucapan menyentuh dari Gala.

Sungguh, mereka benar benar beruntung saru sama lain, Gala beruntung bisa mendapatkan Kana yang cantik dan baik hati juga pintar itu, dan sebaliknya. Kana juga sangat beruntung bisa bersama Gala, menikmati ketempat cowok itu, menikmati senyum simpul Gala yang dapat membuat hatinya berdebar kencang dan menikmati sentuhan tangan Gala pada telapak tangan dan puncuk kepala nya, membuat kesenangan tersendiri dari dalam dirinya.

Kana menatap Gala yang menatapnya teduh. "Sayang, mau peluk lagi, boleh?" Tanya pelan Kana saat pelukan mereka terlepas beberapa saat.

Gala mengangguk, "boleh," ucapnya sambil merentangkan tangannya yang langsung di sambut oleh Kana, "diem di sini sebentar yah, aku masih pengen sama kamu," gumam Kana lagi.

"Iya, aku ada di sini sama kamu, sayang nya Gala," sahut Gala sembari mengelus elus puncak kepala gadis cantik itu dengan gerakan pelan dan lembut.

Lama terdiam. Keduanya asyik menikmati suasana malam di pinggir jalan itu, dengan lampu lampu yang menyala terang di pinggir dan beberapa kendaraan yang berlalu lalang di samping mobil Gala, menciptakan suasana nyaman di dalam mobil itu.

Kana mendongak menatap Gala, "aku sayang kamu. I love you more, Agala sabumi." Ucap Kana membuat Gala menatapnya Lamat dan tersenyum menjawab ungkapan kekasihnya, "Me too. I love you more, sayang." Balas Gala.

Lalu entah siapa yang memulai, ciuman lembut pun terjadi, mereka menyalurkan perasaan satu sama lain lewat ciuman lembut dan pelan di dalam mobil dengan suasana hangat yang menjadi saksi bisu kisah cinta sederhana dari Agala sabumi untuk Arkana putri Wijaya.

๑๑

Setibanya di rumah, Kana langsung berjalan ke dalam rumah saat Gala sudah pulang, cowok itu menolak untuk mampir sebab masih belum ingin bertemu dengan kedua orang tua Kana.

"Mama," sapa Kana saat sudah masuk ke dalam rumah dan mendapati ibunya yang sedang duduk di sofa ruang tamu bersama Naka, sedangkan sang papah katanya sedang mandi.

"Sayang, kanaa, mama kangeen banget sama kamu," sahut ibunya bernama ardiana. Wanita tua yang masih sangat cantik itu memeluk Kana erat ke pelukannya. "Aaa.... Kana juga kangennn," balas Kana sembari menempelkan wajahnya ke wajah sang mama.

Naka tersenyum melihat kedekatan ibu dan adiknya yang selalu seperti ini saat tidak bertemu sehari saja. "Kana udah punya pacar tau, mah," ucap Naka membuat ardiana menoleh pada Naka lalu pada Kana. "Beneran dek?" Tanya ardiana.

Kana melirik Naka yang tampak tersenyum, "hehe, iya mah," jawabnya sembari menyunggingkan senyum manis di depan sang mama. "Bagus dongg..." Sahut ardiana lagi.

Wijaya, papah dari kedua anak kembar itu tampak menuruni tangga sambil bertanya, "Kana punya pacar?"

"Iya pah, pacarnya temen Naka, anak pindahan di kelas kami," balas Naka santai membuat papah nya menatap Kana, "baik ngak anaknya?" Tanyanya sambil mendudukkan dirinya di samping Kana yang duduk berdekatan dengan ardiana.

"Baik dong pah, masa Kana milih cowok yang gak baik," jawabnya membuat Wijaya mengekeh pelan. "Bagus dong kalau baik, suruh dia datang ya, siapa namanya nak?" Sahut Wijaya sambil melirik Naka di depannya.

"Gala, pah, emang baik kok anaknya," jawab Naka membuat Kana tersenyum senang. "Kan emang pacar aku orang baik, ganteng juga," sahut Kana membuat ketiga orang itu tertawa mendengar nya, "bisa aja anak mamah ini muji pacar nya..." Ucap Ardian sambil mencubit hidung Kana pelan.

Naka terkekeh, "iya lah mah, secara kan Kana baru pertama pacaran."

"Lo juga belum pernah, pacar Lo aja sekarang gak ada, bweee..." Ledek Kana membuat Naka mendengus kesal. "Ada ya...ini urusan cowok," balasnya.

Wijaya melirik istrinya sekilas lalu menatap Naka kemudian, "kalau ada, besok juga bawa ke hadapan papah." Ucapnya membuat Naka melebarkan matanya, "pah....ngak sekarang dongg..." Sahutnya.

"Hahaha...iya iya, papah becanda," sahut Wijaya sebari tertawa membuat Kana dan istrinya ikut tertawa di buatnya.

Kedua anak kembar itu, memang tidak pernah mempunyai kekasih selama ini, membuat kedua orang tua mereka tidak terlalu menghawatirkan kedua anak mereka. Toh jika tidak ada pacar pasti tidak akan keluyuran kan? Begitulah asumsi mereka.

Tapi jika mempunyai kekasih pun tidak masalah, asalkan bisa membuat mereka bahagia akandi dukung, tapi Wijaya, agak sedikit waswas dengan Kana yang berpacaran, dirinya takut Kana akan mendapatkan sosok kekasih yang tidak baik, hingga membuatnya sakit hati nantinya.


Itu sebabnya Wijaya meminta Kana untuk membawa Gala dan dia akan berbincang dengan kekasih anak nya itu, setidaknya Wijaya dapat melihat kekasih anaknya baik dalam hal berbicara pada orang dewasa.

AGALA SABUMI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang