Saat ini Arkana sudah ada di atas kasur nya untuk mengunggu telpon dari Gala, tadi Kana menolak ajakan Naka yang menyuruhnya tidur sebab dirinya baru mengingat jika Gala akan menelpon setelah sampai di rumahnya.
Benar saja. Beberapa menit kemudian, ponsel Kana berdering dan menampilkan Naka Gala dengan emoji love kecil polos di ujung nama Gala di ponsel yang bedering itu.
Kana menggeser tombol hijau ke atas dan menempelkan ponsel itu ke telinganya. "Halloww..." Sapa Kana membuat Agala terkekeh kecil di sebrang sana, "hai cantik. Belum tidur, hm?" Tanya Gala membuat Kana menggeleng. "Belum, kan nunggu kamu telpon," jawab Kana.
Gadis itu menyenderkan tubuhnya di headboard sambil menatap lurus ke depan. "Na....bobo gih, udah malem loh, hm?" Suara lembut Gala dari sana membuat Kana lantas tersenyum. "Em...aku, ngak bisa tidurr..." Ucapnya pelan.
Terdengar suara Gala yang berdehem dadi sana, "emm...mau aku temenin? Maksud aku, video call, tapi bisa ngak tidur?" Usul Gala membuat Kana berfikir. "Ngak usah sayang...gak papa, aku bisa tanganin." Katanya.
"Tanganin? Pake obat lagi?" Tanya Gala dengan nada pelan membuat Kana menunduk, walaupun Naka tidak lihat tapi tetap saja ucapan nya terdengar melarang dan membuat Kana malah tidak tau menjawab apa.
Sedangkan di kamarnya, Gala mengulum bibirnya tanda bahwa dirinya tengah bingung. "Naka beneran udah tidur?"
"Iya, kak Naka udah tidur. Tapi ngak kenapa Napa kok kalo aku tidur nya lama, beneran deh. Aku janji deh gak minum obat," sahur Kana lagi.
Mendengar itu Naka justru menghela nafas, "ngak kok, aku ngak nyuruh kamu buat turutin kemauan aku, sayang. Aku khawatir." Balasnya.
Mendengar ucapan Gala yang terdengar tulus dan penuh kelembutan di setiap ucapannya membuat Kana tersentuh dan tanpa sadar dirinya menitik kan air mata nya, "mimpi apa aku hari itu, sampai punya pacar semengerti kamu, makasih banyak, hiks..." Ungkap Kana.
Mendengar suara Kana yang terdengar menangis membuat Naka langsung berdiri dari duduknya, "heiii.... nangis, hm?" Tanya Gala membuat isakan Kana terdengar lagi, "jangan nangis dong, sayangnya Agala, atau mau aku samperin aja, yang? Aku ke rumah kamu, ya?" tanya Gala meminta persetujuan dari Kana.
"Ngak, ngak kok, aku cuman terharu aja. Ngak papa, kamu ngak usah kesini Gal, ku ngak papa." Ucap Kana membuat Naka mengiyakan, lalu dirinya meminta Kana untuk mengangkat panggil video call nya.
"jangan nangis, angkat ya vc aku, aku mau hapus air mata kamu." Pinta Gala yang langsung di turuti oleh Kana.
Gadis cantik dengan mata sembab itu mengangkat panggilan dari Gala lalu mengusap sedikit jejak air matanya meskipun wajahnya masih terlihat sembab, tapi Kana tidak perduli. Gadis itu malah menatap Gala di sebrang sana sambil memperhatikan Gala yang seperti menghapus air matanya. "Aaa... ngak usah gitu aku malu...."
"Ngak usah malu, sayang. Sini aku peluk..." Lanjut Gala sembari memperagakan pelukan pada Kana yang di balas hal serupa dari gadis cantik yang sudahterliqht tersenyum itu.
Kana menatapnya lama lalu tersenyum. "Makasih Gala, udah bikin aku senang dengan hal sederhana ini, aku suka."
Ungkap Kana membuat Gala tersenyum, "yaudah, tidur yahh...udah malem,.aku temenin ya?" Nasehat Gala membuat Kana mengerutkan alisnya. "Temenin?"
"Iya, vc an aja, nanti kalo kamu udah tidur, baru aku yang matiin, yah? Tidur ya, cantiknya Agala, besok aku jemput sekolah." Sahutnya membuat Kana mengangguk lalu menaruh ponsel nya di depan wajahnya saat sudah membaringkan tubuh nya.
"Papay, sayangnya Arkana, jangan terlalu mikirin Kana ya, jangan lupa abis aku tidur kamu juga tidur." Peringat Kana membuat Gala mengangguk, "siap, yaudah, papay juga sayang, mimpi indah." Jawab Gala seiring dengan kana yang mulai memejamkan matanya.
Gala terus memandang wajah tenang Kana, setelah di rasa dirinya sudah mengantuk dan Kana juga sudah tertidur lelap, akhirnya Gala mematikan panggilan telpon itu setelah berucap, "selamat malam cantik, mimpi yang baik baik, semoga bahagia." Katanya lalu mematikan panggilan dengan senyum merekah di wajahnya.
Tidak lama setelah itu, Gala pun sudah tidak menyusul Kana yang sudah tertidur lama, dengan berbeda tempat, Gala tidur dengan suasana hati yang bagaian.
๑๑
Keesokan paginya, Gala sudah menjemput Kana dari rumah Kana, menuju ke sekolah, di atas motor milik Gala, Kana bertanya, "yang, aku mau deh ke sekolah nya Leskara. Pengen jemput dia juga, boleh?" Tanya Kana membuat Gala mengangguk, "boleh kok, tapi ngak tau kapan." Katanya.
Kana tampak berfikir, "yaudah, tunggu aku ada waktu aja, " jawab kanaembuat Gala mengangguk lagi.
Tiba tiba ada sebuah mobil berwarna putih membunyikan klakson nya di samping Kana dan Gala.
Tin!
Hal itu membuat kedua sejoli pacaran itu, menoleh dan membuat Kana merasa kesal saat tau itu adalah mobil Naka, kakak kembarnya. "Ngapain?" Tanya Kana pelan saat kaca mobil itu terbuka.
Naka menggeleng, "ngak, cuman mau ngasih jalan buat nyamuk." Jawabnya lalu terkekeh.
Kana merasa kesal dan langsung menyuruh Gala segera pergi tancap gas meninggalkan Naka di jalan itu.
Gala yang sempat melihat Naka yang seolah berkata, "jangan turutin" membuat Gala serba salah, tapi Tampa berfikir panjang, Gala langsung menancap gas dan pergi.
Melihat kelakuan Kana dan Gala membuat Naka menggeleng tidak habis pikir, "busetlah tu dua orang, bandel nya ngak ketulungan." Katanya lalu ikut menyusul dari belakang walaupun kecepatan mobil jika di jalan raya tidak akan aman.
"Awas aja, gue kalo punya pacar, gue pamerin sama mereka, hmh..." Tuturnya kesal.
Seperti biasa, setelah sampai di sekolah, ada saja yang memperhatikan Kana dan Gala dari mulai parkiran hingga dari gedung. "Sayang. Jangan di liatin ya, kalau ngak nyaman." Nasehat Gala membuat Kana tersenyum tipis.
"Ngak, ngak apa apa, aku ngerti kok sayang." Kanya lalu berjalan di samping Gala.
"Kanaa...." Panggil Rania yang baru datang membuat Kana menoleh. "Haii... tumben belum masuk kelas Lo? Telat lagi." Tanya Kana membuat Rania tersenyum kikuk. "Hehe, ada deh, nanti gue ceritain." Katanya lalu berpamitan.
Kelas Rania Liyana dan Syafira, berada di kelas dua belas IPS yang berada di gedung ke dua SMA Tunas Harapan, membuat mereka jarang bertemu jika di sekolah.
Kana berjalan kembali di ikuti Gala dari belakang. "Hari ini ngak ada tugas apapun kan, yang?" Tanya Kana membuat Gala menggeleng.
"Ada."
"Hah? Ada? Apa?" Tanya Kana akhirnya membuat Gala mendekatkan tubuhnya pada Kana dan berbisik, "tugas mencintaimu, sayang." Ucapnya.
Sontak ucapan Gala itu membuat wajah Kana memerah tersipu malu, "ishhh kamu ini, dah lah. Masuk ayok." Ajak Kana sambil berlari meninggalkan Gala.
Melihat itu, Gala tersenyum tipis, "lucu." Gumanya lalu menyusul Kana yang sudah di depan menuju kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGALA SABUMI
Teen Fiction⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️ Agala Sabumi dan Arkana Putri Wijaya High rank: #4 telah #20 acident #24 kisahku #21 yang
