Hari ini adalah hari di mana perlombaan antar sekolah di laksanakan.
Kana yang juga mengikuti lomba matematika langsung bersiap saat sebentar lagi adalah giliran para peserta matematika dari SMA tunas harapan dan SMA negeri Cakra jakarta.
Masing masing ada dua peserta dari kedua sekolah itu, dan Kana malah mendapatkan teman setimnya adalah Friska, anak kelas sepuluh yang beberapa hari lalu mempermalukan dirinya sendiri di depan teman teman dan dirinya.
Gadis itu tersenyum miring melihat Kana yang berada di sampingnya, "ternyata Lo pinter juga ya? Sampe di pilih jadi salah satu perwakilan lomba." Ucapnya.
Kana tidak menghiraukan dia hanya diam saja, tidak mau berkelahi dengan adik kelas nya yang tampak tidak sopan ini, "ya, gue bersyukur." Jawab Kana membuat friska mendelik, "dih, liat aja. Gue bakal menang dari Lo!" Katanya.
Mendengar itu Kana langsung terkekeh geli, "ya kalo Lo bikin gue kalah, itu berarti Lo juga kalah lah, kan kita perwakilan sekolah," sambung Kana membuat friska terdiam. "Bener juga," gumamanya masih di dengar Kana.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Kana dan Friska duduk di kursi masing masing, "ingat, jangan anggap ini saingan antara gue sama Lo, ini saingan kita sama mereka." Peringat Kana sambil menunjuk dua orang gadis SMA negeri Cakra jakarta dengan dagunya.
Friska berdecak pasrah, "ck! Iya, bawel Lo!"
Kana hanya tersenyum tipis lalu mengarahkan pandangannya kepada Gala yang sedari tadi duduk bersama Naka dan Devon di dalam lapangan tempat acara di adakan.
Ya, Gala, Naka dan Devon terpilih menjadi bagian dari panitia pelaksana dari SMA Tunas Harapan, sebenarnya masih banyak anak OSIS lain yang bisa menghandle tapi di karenakan SMA Tunas Harapan sangat penuh oleh murid SMA negeri Cakra jakarta, mau tidak mau ada yang harus menjaga dan menertibkan para murid agar tidak ribut.
Gala yang bersitatap dengan Kana menyunggingkan senyum tulusnya saat melihat Kana yang memandangnya dari depan panggung. "Semangat," gumam Naka tanpa suara sambil mengangkat tangannya membentuk kepalan tangan dan di tujukan pada kekasihnya.
Kana mengangguk-angguk dengan senyum, tapi itu tidak bertahan lama saat Friska malah berteriak heboh di sampingnya. "Ihh, Kak Gala semangatin gue!" Soraknya.
Sontak perkataan itu membuat Kana agak kesal, "paan sih, orang Gala bilang semangat ke gue." Sahut Kana.
"Dih," cetus Friska. "Liat aja, gue bakal jadi pacar kak Gala." Ambisinya.
Kana hanya tersenyum, "jangan berharap dek ku." Celetuk Kana dengan lembut tanpa terkesan kasar pada adik kelasnya itu. Kana menyadari bahwa Friska adalah seorang adik kelas yang baru masuk SMA atau bisa di bilang 'anak baru gede' itu sebabnya Kana Tidak terlalu perduli, tapi ada juga rasa cemburu pada dirinya saat gadis ini membanggakan kekasihnya di depannya sendiri.
Selagi Friska tidak berulah, maka Kana tidak akan terlalu ambil hati. Yang jadi pertanyaan nya adalah kenapa gadis ini sebegitu suka nya pada Gala? Padahal kan baru ketemu di saat friska menabrak Kana di lorong waktu itu, sepertinya Kana harus bertanya setelah ini.
Tidak lama setelah itu, perlombaan di mulia dengan penuh suasana tegang saat satu persatu soal di bacakan.
Sistem lomba ini adalah siapa yang paling cepat menjawab maka dia akan di kasih tiga poin dalam satu jawaban. Dan itu membuat friska tampak ketar ketir saat Kana berhasil menjawab dua soal ber turut turut tana membiarkannya menjawab.
"Oke, di mulai dari pertanyaan pertama, ana dan Budi sedang bermain panah. Ana memenangkan permainan apabila ia dapat mengenai sasaran dan Budi tidak mengenai sasaran, sedangakan Budi memenangkan permainan apabila ia dapat mengenai sasaran dan Ana tidak mengenai sasaran. Apabila mereka berdua sama- sama mengenai sasaran atau sama-sama tidak mengenai sasaran, akan dilakukan permainan panah selanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGALA SABUMI
Teen Fiction⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️ Agala Sabumi dan Arkana Putri Wijaya High rank: #4 telah #20 acident #24 kisahku #21 yang
