sifat manja

30 1 0
                                        


"Yang, ganti baju dulu gih," ucap Kana sembari menepuk nepuk lengan Gala pelan.

"nanti aja deh, aku bentar lagi pulang kok," ucap Gala membuat Kana memanyunkan bibirnya, "di sini aja, ketemu sama papah." Timpalnya membuat Gala terkekeh, "beneran? Kamu ngak malu kalo aku ketemu papah kamu, hm?" Goda Gala membuat Kana cepat menggeleng, "ngak. Ngapain malu, kan kamu ngak kenapa Napa, ngak cacat juga. Sem-pur-naaa..." Ucap Kana lalu tersenyum menampilkan gigi gingsul nya.

Gala yang melihat itu semakin tersenyum dibuatnya, "kapan kapan aja deh, aku malu..." Ucap Gala sembari menyembunyikan kepalanya di pundak Kana yang membuat gadis itu sedikit terkejut, setelah itu barulah Kana mengusap usap kepala Gala yang bersandar di bahunya. "Kamu mulai manja, yang...aku jadi gemeshh..." Ungkap Kana sedang Naka hanya diam menikmati wangi rambut Kana yang menjuntai panjang di sekitar bahunya yang di lendotinya.

Cowok itu memejamkan matanya sebentar, merasakan usapan lembut pada kepalanya. Entah kenapa Gala sedikit tampak memperlihatkan sisi manjanya pada Kana walaupun hanya sedikit, tapi itu membuat Kana merasa senang, dan berarti cowok itu sudah cukup nyaman berada di dekatnya.

Tidak lama kemudian, Naka turun dari tangga dengan langkah pelan sambil mengarahkan tatapannya pada dua orang yang tegah bermesraan di bawah sana. Posisi Naka saat ini membuat nya tampak seperti pencuri yang mengendap endap.

Naka agak baper juga melihat pemandangan Gala dan Kana yang tampak mesra itu, rasanya hatinya terasa menghangat melihat senyum Kana yang selalu merekah saat bersamaan Gala. "Widihh, anak kecil udah berani peluk pelukan, gue juga bisa kali," sahut Naka setelah menuruni anak tangga terahir.

Mendengar suara Naka yang terdengar mengejek, Kana dan Gala tidak terlalu memperdulikan, dan sebenarnya bukan berpelukan seperti yang di bilang Naka, melainkan hanya Gala yang menyandarkan kepalanya di bahu Kana.

"Ini bukan peluk pelukan," timpal Gala saat sudah mengarahkan pandangan ke arah Naka yang duduk di sofa.

"Heleh...Lo juga tadinya diem diem aja, eh jadi sok manja gini sama Kana, agak Lain emang Lo," timpal Naka yang menatap posisi Gala di samping adiknya, "jangan jangan Lo cuman topeng aja kan, biar jadi banyak yang suka sama Lo? Kan cewek cewek suka nya cowok dingin, apalagi ganteng, beuh... langsung klepek-klepek," sambung Naka lagi.

Ucapan Naka malah membuat Kana tertawa melihat Naka yang berbicara sambil memasukkan sebelah tangannya ke arah dada dan menggoyangkan lengan itu seperti jantung yang semakin kencang berdetak, dengan wajah yang di buat terpaksa.

"Hahaha, kok gitu sih muka Lo kak, kayak aneh gitu gak sih," ucaonya membuat Gala juga ikut tertawa.

"Ish, kalian tu ya, ketawain gue, dosa tau. Ntar kalian durhaka sama gue," ucap Naka dengan wajah yang di buat buat seperti sok tua dengan kaki yang sengaja cowok itu angkat ke meja.

Kana yang melihat itu langsung berucap, "nanti pecah, gue gak mau tau. Lo gantiin jadi hello Kitty pink," timpal Kana. "Ngak bakal," jawab Naka sembari menggoyang goyangkan kaki itu ke kanan dan ke kiri.

"Cks! Pecah kak!"

"Ngak bakal, tenang aja-" belum sempat Naka berucap, tiba tiba terdengar suara, "kretak!" Dari kaca itu.

"hayo! Itu mau pecah kak," pekik Kana membuat Naka langsung cepat cepat mengangkat kakinya dari sana. "Mana gue tau," balas Naka santai, padahal di dalam hatinya sedikit deg-degan.

Gala yang sedari tadi diam, langsung menegakkan tubuhnya sembari menyentuh meja itu pelan, hal itu di lihat langsung oleh Kana dan Naka, "ngapain Lo?" Tanya Naka.

Gala tidak menjawab, lalu dirinya menatap Naka yang terlihat menegang di tempatnya, "ini- udah retak, udah mau pecah." Ucap Gala cepat.

Kana mengerutkan keningnya, "kok kamu tau kalo ini mau pecah, yang?" Tanya gadis itu membuat Gala tersenyum sambil, "ngak papa, feeling aja," jawabnya membuat Kana mengangguk angguk pelan.

"Kok diem? Ayo pindahin," ucap Gala sambil menatap Naka yang terdiam dengan pikirannya sendiri, "eh?"

Gala mendesah pelan, "angkat, Arnaka," katanya lagi sedang Naka langsung mengetuk kaca kaca meja itu lumayan keras dan membuat kaca itu pecah berhamburan dalam sekejap membuat Gala yang lumayan dekat dengan meja kaca itu langsung di tarik ke belakang oleh Kana.

Sementara Naka langsung membelalakkan matanya sebari mengangkat kedua tangan ke atas, "ups! Gak sengaja," ucapanya membuat Kana yang mendengar seketika berubah sinis, "beresin gak." Ucapanya.

Naka tidak bisa menyangkal kalau Kana sudah marah, Alhasil langsung di turuti oleh cowok itu, "iya."

Kana memegang lengan Gala yang turun hendak membantu, "biarin aja, yang. Itu gara gara dia," sahut Kana.

Tidak ingin membuat Kana marah, akhirnya Gala kembali duduk di samping Kana sambil menatap nasib Naka yang harus mengutip pecahan kaca itu dan menyapunya, dikarenakan tidak ada asisten rumah tangga, mau Tidak mau Naka harus melakukan nya, dirinya juga tau ini adalah salahnya.

๑๑

Setelah kejadian Naka yang memecahkan kaca meja di ruang tamu, Kana dan Gala akhirnya kembali berjauhan saat Gala yang memang harus pulang ke rumah dan Kana yang harus pergi sore ini untuk berkumpul bersama di sebuah kafe.

Gadis cantik yang memakai celana jeans panjang dan baju lengan pendek itu memasuki kafe yang sudah ada keempat teman nya di sana. "Haii gays...sorry ya lama, tadi Naka pecahin kaca meja di rumah, jadi lama." Ucapnya membuat mereka mengangguk.

"Wah wah wahh, brutal banget kakak Lo sampe bikin meja pecah," sahut Kayla di angguki Kana, "banyak tingkah emang," ucap Kana, diangguki Rania, "yaudah, Lo gak pesen Na?"

"Iya, ini mau pesen. Eh, gue yang bayar ya," katanya membuat mereka mengiyakan. Lalu Kana memanggil waiters untuk memesan lebih banyak makanan untuk mereka. Sembari mengobrol bersama sembari makan juga.

"Gays, mama sama papah bentar lagi balik, jadi gue gak bisa lama lama, gak papa?" Tanya Kana tak enak hati.

Liyana mengangguk, "gak papa dong, kayak sama siapa aja. Kita kita juga ngerti Na," ucapan Liyana membuat Kana tersenyum senang. "Okey, makasih."

"Ngak dong Naa, harusnya kita yang makasih sama Lo," lanjut Liyana lagi.

"Iya iya. Sama aja," sahut Kana membuat mereka tertawa bersama.

Tidak terasa beberapa menit berlalu hingga telpon dari Naka membuat Kana harus terpaksa pulang ke rumah karena katanya, kedua orang tua mereka sudah hampir sampai di rumah. "Lo pulang sendiri Na?" Tanya Kayla di angguki Kana.

Rania membelalakkan matanya, terkejut. "Ngak ngak, Lo pulang di anter aja." Ucap nya cepat, membuat Kana langsung menolak, "ngak usah beneran, gue jalan sendiri juga udah sampe," sangkal Kana cepat.

Syafira yang sedari tadi hanya diam, langsung berucap, "da daa dahh, gue udah Chat Gala, suruh Lo di jemput sama dia." Ucap Syafira akhirnya.

Sementara Kana menoleh lemah, "yahh, nanti kasihan Gala Dateng ke sini buat jemput gue," lemas Kana saat berucap.

Sedangkan Syafira mendengus pelan, "dia udah Chat kita kita, tapi ngak ada yang bales, eh gue baru buka chat nya malah dia nanyain Lo pulang kapan, yaudah gue jawab aja sekalian." Ucapan nya santai.

Kayla mengarahkan telapak tangannya ke arah Syafira untuk bertos, "bagus, ni orang ngeyel banget soalnya. Dia kasih tau juga, ya gak.." timpal Kayla sembari melirik Kana yang diem saja.

"Ini semua demi kebaikan Lo Na, emang kenapaa sih? Lagi beranteeemm, sama Gala?"

Kana yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya cepat, "ngak lah, gue gak enak aja sama dia. Takut Gala punya urusan lain." Ucapanya.

"Ngak, percaya sama gue, cowok cowok apalagi modelan anak sekolah kayak kita, itu gak bakal ada sibuknya.
Kalaupun sibuk, Gala juga gak bakal biarin Lo pulang malem malem sendiri." Jelas Kayla menasehati membuat Kana mengangguk.

Rania menimpali, "bener tuh, ini juga bisa jadi kesempatan Lo buat tau sikap Gala. Perhatian, atau ngak, perduli, apa ngak, kan gitu." Ucapanya membuat Kana lagi lagi menagguk.

Jika Kana pikir, Gala bukanlah orang yang seperti itu, Kana yakin Gala adalah cowok yang benar benar baik. Ya, Kana yakin itu.

AGALA SABUMI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang