bab 42 Agala Sabumi

42 1 0
                                        

๑๑

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

๑๑

Vote dong!

Pagi pagi sekali, Naka sudah siap dengan baju seragam sekolah rapih dengan sepatu dan tas di punggungnya. Cowok itu bergegas menuruni tangga, melihat kedapur masih belum ada siapapun, karena di rumah hanya ada Naka dan Kana saja.

Naka keluar dari rumah dengan motornya yang sudah kembali normal, jalanan pagi pada jam enam ini masih terlihat sepi, hingga membuat Naka lebih leluasa melaju kencang tanpa takut menyebabkan kekacauan.

Sangking cepatnya Naka melaju, akhirnya remaja itu sampai di depan sebuah kafe yang biasanya dipakai nongkrong olehnya dan anak-anak lain.

Melepas helmnya, Naka masuk kedalam kafe itu hingga melihat seorang remaja yang duduk santai di kursi paling ujung.

"Gal"

Gala yang sedang duduk sambil bermain ponsel itu menoleh pada Naka yang memanggilnya. Remaja dengan baju seragam putih abu-abu itu menegakkan tubuhnya saat Naka datang menghampiri. "Jelasin sama gue, lo kenapa?" Tanya Naka cepat.

Gala menatap Naka yang duduk menatapnya serius, "sakit." Jawabnya pelan.

"Iya, kenapa lo gak cerita, Gal? Lo gak kasian sama badan lo?" Naka menggebu-gebu, Pasalnya Naka sangat panik saat pertama kali melihat dan membaca satu diagnosa Gala tadi sore. Dan Naka yakin, pasti orang pertama yang tau hanya dirinya.

Mendengar pertanyaan Naka membuat Gala menghela nafas berat, "gue belum yakin, diagnosa itu kayak gak akurat, gue ragu."

"Ragu?" Bingung Naka.

Gala mengangguk, "iya,"

"Kenapa ragu? Lo periksa sama siapa emangnya kok bisa ragu? Lo periksa di dokter gadungan?" Tanya Naka lagi, benar, Naka juga sebenarnya sedikit ragu, tapi tidak mungkin juga hasilnya tidak akurat kalau periksa di rumah sakit.

Dengan pelan Gala menggeleng, "dokter Radja, gue priksa sama dia," jawab Gala.

"Gue udah ngalamin mimisan selama beberapa hari ini. Leskara tau kalau gue mimisan hari itu, tapi dia cuman tau sehari itu aja. Dia khawatir sampai nyuruh gue buat priksa, tapi gue gak sanggup kasih tau siapapun, bahkan sama Kana, makanya gue ajak lo kesini buat minta jangan kasih tau Kana." Lanjut Gala membuat Naka terdiam.

Cukup lama Naka terdiam membuat Gala juga ikut diam, keduanya sibuk dengan isi kepala masing-masing, Gala yang khawatir semuanya akan tau, dan Naka yang khawatir dengan kondisi temannya. Keduanya sama-sama khawatir.

Naka menatap Gala di depannya, dengan helaan nafas pelan Naka mengangguk, "gue gak akan bilang sama siapapun termasuk Kana." Ucap Naka membuat Gala menatapnya.

"Tapi gue mau lo jalanin perawatan jalan buat kondisi fisik lo. Gue gak akan bilang, asal lo ikutin ucapan gue." Lanjutnya membuat Gala menipiskan bibir, lalu mengangguk. Setidaknya biarkan hanya Naka saja yang mengetahuinya, pikir Gala.

๑๑

Di sekolah, Kana menatap sekeliling mencari kakaknya, Naka. Sedari Kana selesai bersiap pergi ke sekolah, gadis itu tidak melihat Naka sama sekali, bahkan satpam di depan rumahnya belum melihat Naka sangking paginya cowok itu keluar dari rumah.

"Nyari siapa sih lo?" Tanya Syafira yang baru datang membuat Kana menoleh, "Naka, lo liat gak? Dari tadi gue gak liat," ucapnya.

Syafira mengerutkan keningnya, "emang lo berangkat sama siapa? Kok belum liat Naka?"

Kana menyandarkan tubuhnya pada tembok di koridor, napasnya menghembus pelan, "justru itu, dari berangkat gue gak liat, gue pikir udah ada di sekolah duluan karena beda kelas, tapi gue liat di kelasnya gak ada," jawab Kana, sementara Syafira mengangguk-angguk.

Syafira menepuk bahunya Kana pelan, "yaudah deh, gue mau duluan ke kelas, lo masuk aja, nanti juga Naka datang, paling sama Gala, mereka kan udah besty-an."

"hm" gumam Kana.

Syafira pergi meninggalkan Kana membuat gadis itu juga ikut masuk kelas menunggu Gala datang, dan mungkin benar kata Syafira Naka pasti bersama Gala, kekasihnya.

Detik demi detik berlalu, hingga menit menghampiri, satu persatu siswa siswi mulai masuk kedalam kelas sambil menunggu pengawas ujian datang, bahkan Agha sudah datang dan duduk di samping Kana. Hingga seseorang yang di tunggu Kana akhirnya datang.

Gadis berambut panjang dengan satu jepit rambut pita di kepalanya itu berjalan kedepan pintu, menyapa Gala dan Naka. "Habis kemana? Kok baru datang?"

Gala menatap Kana lembut, sementara Naka tersenyum, "habis bicarain bisnis," jawab Naka asal.

"Bisnis bisnis, paling nongkrong di kafe," ucap Kana, dan ucapannya memang benar, sampai membuat Gala dan Naka terdiam, takut takut Kana membuntuti Naka tadi dan mendengar obrolan mereka.

Gala berdehem, tangannya mengusap lengan Kana lalu tersenyum pada gadisnya itu, "nggak, tadi gak sengaja ketemu di jalan, trus ngobrol bentar," ucapnya.

Naka mengangguk, "hehe iya, yaudah sana masuk, gue juga mau masuk kelas, byee dek," Naka mengelus kepala Kana lalu berjalan pergi meninggalkan keduanya.

Kana dan Gala memperhatikan Naka yang berjalan di depan hingga menghilang di balik tembok, kemudian Gala menatoa Kana, "masuk yuk," ajaknya.

Kana mengangguk, "ayoo,"

Sepasang kekasih itu akhirnya masuk kedalam kelas dan duduk di kursi masing-masing, bertepatan dengan itu, satu orang guru pengawas juga masuk dan menertibkan para siswa-siswi peserta ujian.

Tbc.

Gayyssss plieesss vote🙂👌🏻

Apa penilaian kalian sama cerita ini?

Seberapa seru sih cerita GalaKana ini?

Jam berapa kalian baca nya?

AGALA SABUMI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang