bab 41 Agala Sabumi

17 1 0
                                        

๑๑

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

๑๑

Naka susah payah menyeret motornya mengunakan motor Gala yang di bawanya, di jalan Naka sering berhenti saat kakinya mulai terasa pegal karena terus menopang motor di sampingnya.

Jarak bengkel yang sedikit jauh membuat Naka menghela nafas berat, di tambah cuaca yang panas di sekitar ibu kota membuat keringatnya terus bercucuran di dahi. Baru saja di usap, pasti keringatnya kembali datang begitu seterusnya.

Hingga pada persimpangan jalan sebuah bengkel bergaya klasik dengan satu motor besar yang sudah rusak di jadikan pajangan sebagai ciri khasnya.

Tidak ingin lebih kelelahan, Naka berteriak memanggil salah satu pekerja di sana. "Bang! Bang Ujang! Motor gue ngadat, tolong jemput ke sebrangg..."

Satu nama yang di sebut Naka tadi langsung mengarahkan pandangannya ke sebrang jalan, hingga dirinya dapat melihat Naka yang tengah mengusap keringat dan mengibaskan bajunya letih. Dengan sigap, Ujang segera menyebrang dan mengusap motor Naka yang sudah dia kenali body-nya.

"Kunaon deui? Bukannya seminggu yang lalu udah di benerin?" Tanya Ujang membuat Naka menghela nafas, "pas selesai di benerin langsung gue taruh di garasi, gak di pakek,"

"Eu, pantes atuh, ayo di bantu nyebrang," balas Ujang membuat Naka mengangguk.

"Tunggu sini, urang cek hela,"

Mengangguk, Naka segera turun dari motor lalu duduk di kursi yang sudah biasa cowok itu duduki saat menunggu motor.

Sambil menunggu, Naka mengarahkan pandangannya pada satu piring gorengan bakwan di atas meja membuatnya tersenyum kecil, "bang, ini punya lo?" Tanya Naka membuat Ujang mengangguk.

"Makan aja kalo mau mah, tapi jangan di habisin atuh,"

Naka tertawa mendengarnya, "Oke siap, minta ya, haha..." Tawa Naka lepas saat itu juga, tiba-tiba ingatannya tertuju pada Kana, pasti adiknya itu akan marah jika tau dirinya minta-minta.

Mumpung gak ada Kana, jadinya Naka bebas di sini.

Naka duduk santai sambil memakan bakwan berbahan jagung di tangannya, pandangannya fokus pada motornya yang sedang diperbaiki, lalu beralih pada motor Gala di depan.

"Bang, nanti tolong isiin bensin motor yang itu ya," ucap Naka sambil menunjuk pada motor sport milik Gala.

Ujang yang masih mengutak Atik motor Naka itu mengangguk sambil sekilas menoleh pada Naka dan mengangguk, "iya,"

"Motor siapa emang itu? Punya kamu ya?" Tanya Ujang.

Naka menggeleng, "punya temen gue, lagi datang kerumah jadi minjem deh, lagian sih tukang lo gak bisa jemput kerumah motor gue," jawabnya.

AGALA SABUMI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang