menerima apa adanya

29 1 0
                                        

Agala membawa Kana ke sebuah restoran yang tampak megah di kota jakarta, dengan desain merah maroon bercampur hitam, tempat itu tampak elegan.

Agala sudah mempersiapkan apa yang akan dirinya pikirkan tadi di sekolah, Gala membawa Kana duduk di meja paling ujung yang sudah di pesannya, di sana sudah ada satu buket bunga besar berwarna merah maroon yang senada dengan warna restoran itu.

Itu adalah bunga yang di beli Gala sebelum datang menjemput Kana tadi, sengaja dia taruh di atas meja itu agar Kana terkejut. Benar saja, saat menghampiri meja, Kana berlari kecil untuk mengambil buket bunga yang besar di atas meja, lalu gadis itu menoleh pada Gala yang masih berjalan tenang. "Dari kamu?" Tanya Kana antusias.

Gala tersenyum tipis kemudian mengangguk, ada sirat ketenangan dan kelembutan di tatapan Gala pada Kana, dan itu akan terus berlanjut selama dirinya bersama Kana, sampai kapan pun.

Kana mendudukkan dirinya saat Gala dengan sigap menggeser kursi untuk Kana duduki, tentu saja Kana menurut dan langsung duduk di ikuti Gala yang juga duduk di depan Kana. "Makasih..." Ucap Kana di iringi senyum manis membuat Gala tersenyum pula, "sama sama."

Gala merogoh kantong celana nya sambil mengeluarkan kotak kecil berwarna merah seperti warna bunga yang di pegang Kana, "Do you want to be my girlfriend?” ucap Gala sambil membuka kotak kecil yang terdapat cincin kecil dengan berlian bulat di tengahnya.

Melihat itu, Kana langsung menutup mulutnya sambil menatap berkaca kaca ke arah Gala, "kan tadi udah," tanya Kana. "Biar lebih kerasa kalo kita jadian, tadi kan tiba tiba, aku ngak ada persiapan." Balas Gala, masih tetap menatap Kana.

Mendengar itu, Kana langsung mengangguk angguk cepat, "mau..." Jawabnya dengan setetes air mata yang lolos dari kelopak mata indahnya, membuat Gala langsung bergeser ke samping Kana, Gala menyandarkan kepala Kana ke dadanya, "udah dong...jangan nangis, nanti cantiknya hilang..." Canda Gala sambil mencolek hidung mancung Kana yang memerah.

"Ihh..." Rengek Kana membuat Gala terkekeh, "udah ya.." lanjut Gala membuat Kana mengangguk sambil mengusap ujung matanya yang basah.

"Kita makan ya sekarang, udah lapar, hm?" Tanya Gala di balas anggukan dari gadis cantik itu, Arkana putri Wijaya.

Akhirnya Gala memanggil waiters untuk mengantarkan pesanan yang sudah dia pesan sejak awal, agar tidak menunggu lama lagi jika harus memesan saat mereka datang.

Setelah makanan datang dan makan dengan Hidmat sambil sesekali bercanda, membuat perasaan Kana saat ini menghangat dan bahagia, begitu juga Gala yang terus memandang kagum Kana di depannya.

Kini Agala Sabumi telah berhasil menjadikan Arkana putri Wijaya sebagai kekasihnya, begitu juga sebaliknya, Arkana dengan sangat mudah menaklukkan hati milik Agala yang dingin itu dalam waktu sebentar, walaupun cara bicara Gala masih terbilang ada kesan dingin di dalamnya, tapi Kana tidak mempermasalahkan itu, Kana menerima Agala dengan apa adanya.

๑๑
Saat sudah selesai makan dan minum, akhirnya Kana dan Gala sudah ada di dalam mobil sambil mengelilingi kota jakarta yang luas dengan banyaknya lampu lampu jalan yang indah, sederhana memang, tapi itu membuat Kana tampak senang.

Melihat senyum yang merekah di bibir Kana, Gala juga tersenyum senang melihatnya, cowok itu meraih punggung tangan Kana untuk di genggam denann tahan kirinya, yang membuat Kana menoleh, "aku senang kalau kamu senang, Na..." Ucap Gala dengan pandangan teduh pada kana, yang saat ini sudah menjadi kekasihnya.

Tidak mau mengemudi sambil berbicara, akhirnya Gala memberhentikan mobilnya di ujung jalan, lalu Gala menatap Kana setelahnya. "Na, aku memang tidak seromantis orang orang, tapi aku akan berusaha sebisaku untuk membahagiakan kamu." Katanya dengan tulus.

Kana yang sedari tadi hanya diam, langsung mengusap punggung tangan Gala yang memegang tangan kanannya, "apapun gal, aku akan menerima apapun, aku gak minta buat kamu berusaha tampil sempurna, tampil sederhana aja aku udah seneng." Balas Kana yang langsung meraih Gala untuk dia peluk.

Agak sedikit terkejut Gala di buatnya, tapi akhirnya Gala memeluk Kana dengan lembut ke pelukannya, dan hari ini adalah kali ke tiga Kana dan Gala berpelukan, setelah di rumah sakit dan di rumah Kana malam itu, mungkin setelah ini akan ada beribu ribu pelukan yang akan Gala berikan kepada Kana.

Setelah berpelukan dengan suasana hati tenang dan damai, kana melepas pelukannya, dan menatap Gala dengan tangan yang masih memegang bahu Gala. "Makasih, kamu bikin aku nyaman sama kamu." Ucap Kana di angguki Gala.

"Manggilnya jangan nama, em..kalo sayang aja, gimana?" Sahut Gala bertanya.

Sontak pertanyaan Gala itu, membuat Kana tersipu, "apa aja deh, yang penting sweettt...." Balas Kana dengan suara yang di buat imut. "Iya, sayang..." Sambut Gala akhirnya.

Cowok itu membereskan tataan rambut Kana yang sedikit berantakan, "nah...kalo gini kan cantik." Sambung Gala setelah rambut Kana rapih seperti semula.  "Makasih, sayangnya akuu..."
"Sama sama sayangnya gala..." Jawab Gala sambil meniru gaya bicara Kana yang terlihat lucu dengan senyum yang di buat seperti Kana yang menipiskan bibir saat tersenyum kepada nya.
๑๑
Sesudah bercanda dan mengobrol di dalam mobil, akhirnya Kana meminta pada Gala untuk segera pulang saja, katanya Kana tiba tiba mengantuk, dan Kana bilang takut tidak bisa tidur nanti karena tadi Naka tidur saat dirinya berangkat bersama Gala.

Gala juga mengiyakan lalu menyuruh Kana tidur saja, selagi dirinya menyetir, agar Kana tidak perlu capek capek membangunkan Naka untuk di mintai menemaninya saat tidur nanti. "Ngak papa, yang?" Tanya Kana pada Gala.

Cowok itu menoleh dan tersenyum saat mendengar kata 'yang' di ujung pertanyaan Kana. Lalu cowok itu mengangguk. "Iya, ngak papa, aku suka liat kamu tidur, imut..." Jawab Gala sambil mengerutkan pipinya sendiri dengan senyuman. "Ihh...emang iya? Aku rasanya ngak" sahut Kana sambil membuat gestur ngambek.

Hal itu semakin membuat Gala tersenyum lebar, sebab wajah Kana yang tampak tembem saat cemberut. Sebenarnya wajah Kana tirus, tapi tidak setirus seperti orang kurus, melainkan di bagian pipinya sedikit tembam dengan satu kempot di bawah bibir sebelah kanannya.

"Jadi ngak tidurnya?" Tanya Gala sambil memfokuskan pandangan ke arah depan. "Tapi masih mau sama kamu..." Rengek Kana pelan, tapi masih terkesan lucu, bukan lebay. "Nanti ngak bisa tidur, gimana?" Tanya Gala pelan, sambil sesekali melirik Kana di sampingnya.

"Aku ngak mau, nanti kamu malah minum obat obatan lagi, sayang," lanjutnya Gala, tapi tidak terdengar menuntut ucapannya, Gala juga masih menghargai keputusan kekasihnya itu, tapi Gala hanya tidak ingin terjadi apapun pada Arkana, jadi, Gala hanya sekedar menasehati, pelan pelan tapi pasti.

Mendengar ucapan Gala, membuat Kana langsung mengangguk pelan, "iya, aku usahakan. Tapi, mau ngak mampir dulu ke rumah aku? Duduk dulu, aku mau tidur di sofa soalnya," tanya Kana terlihat tidak memaksa dan langsung di setujui oleh Gala membuat Kana seketika tersenyum senang. "Makasih...ngak ngerepotin kamu kan?"

"Ngak dong, aku bisa ngerti, kalo ada apa apa, bilang sama aku ya?" Sambut Gala. Cowok itu menatap manik hitam bulat milik Kana di sampingnya, mata itu sangat indah, jika boleh, Gala tidak ingin berpaling barang sedetikpun dari mata itu.

AGALA SABUMI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang