bab 40 Agala Sabumi

17 1 0
                                        

๑๑

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

๑๑

Hari kedua ujian Nasional kembali di mulai. Kali ini seluruh siswa siswi di kelas Gala tidak seheboh kemarin. Ramai yang mengatakan bahwa ujian semalam sangat sulit, dan mungkin hari ini juga begitu.

Mungkin memang begitu, tapi bagi Gala ujiannya tidak sesulit itu, apalagi dirinya juga merupakan siswa terpintar, jadi ini lumayan gampang untuk di selesaikan Gala.

Ujian telah di mulai sampai selesai pada jam dua belas siang. Gala keluar dari dalam kelas bersama Kana. Niatnya cowok itu akan mampir sebentar di rumahnya, karena beberapa hari ini memang tidak pernah berkunjung lagi.

Kana menggandeng tangan Gala di sampingnya, senyum gadis itu terlihat mengambang. "Hari ini gue masak di rumah, kamu makan ya," ucapnya menatap Gala.

Cowok itu mengangguk sambil mempersiapkan motornya, helm di pasangkan ke kepalanya lalu setelah itu Kana juga memakainya, di bantu Gala.

Tidak banyak yang di bicarakan Kana saat di atas motor, gadis itu hanya sesekali bertanya dan melirik lirik kanan dan kiri. Seperti sekarang, Kana tidak berhenti menolehkan kepalanya kebelakang saat melewati penjual martabak, membuat Gala menghentikan motornya sebelum jauh.

"Kenapa?" Tanya Kana spontan menatap kedepan. Gala turun dari motornya lalu membuka penutup helmnya dan menatap Kana. "Mau martabak kan?"

Kana yang mendengar sedikit menipiskan bibirnya, ternyata Gala tau, batinnya, lalu mengangguk, "mau," jawabnya.

Tanpa sadar Gala mencubit pipi Kana gemas, "yaudah, aku beli dulu." Ucapannya lalu pergi meninggalkan Kana yang menyentuh pipinya sendiri. "Aaaa Kana lo kok kayak gini sih?" Gumamanya malu.

"Tapi gak papa deh, Gala kamu baik banget, peka deh," monolognya sambil menatap Gala dari atas motor yang tidak terlalu jauh dari tempat penjual martabak.

"Bang, mau rasa keju sama coklat ya," ucap Gala memesan dua macam toping martabak.

"Siap, mas." Jawab penjual martabak itu dengan senyum.

Sambil menunggu, Gala terus memperhatikan Kana yang sedang menatap ponselnya, sesekali menatapnya, hal itu membuat Gala sedikit menyunggingkan senyum manis.

"Pacarnya ya, mas?" Tanya penjual martabak itu membuat Gala menoleh dan mengangguk.

Pesanannya telah selesai dibuat, penjual itu memberikan satu bungkus martabak dengan toping coklat keju. Sementara Gala mengeluarkan selembar uang lima puluh dari dompetnya. "Ini bang, ambil aja kembalinya." Ucap Gala.

"Wah, makasih, mas. Sehat sehat ya, semoga langgeng sama mbaknya,"

"Amin, makasih pak," balas Gala lalu pergi meninggalkan penjual martabak itu, Gala menghampiri Kana dan memberikan satu bungkus martabaknya ke tangan Kana dan melaju pelan. Hal itu di lihat langsung oleh penjual martabak membuatnya tersenyum senyum sendiri. "Baik amat ya," monolognya.

๑๑

Sesampainya di rumah Kana, di depan pintu sudah berdiri Naka dengan satu kunci motor di tangannya. Cowok itu menghampiri Gala dan Kana yang masih sibuk berbicara setelah turun dari motor tanpa memperdulikan Naka.

"Gal," panggil Naka membuat Gala menoleh, "hm?"

"Pinjem motor lo, gue mau geret motor gue ke bengkel," ucapnya sambil melirik ke arah depan garasi, di sana sudah ada motor milik Naka yang sudah lama tidak di pakai, sehingga ban dan beberapa lainnya rusak.

Kana menatapnya, "lo mau bawa itu pake motor Gala?"

"Iya, kenapa?" Tanya balik Naka.

Kana menghela nafas, gadis itu menyandarkan tubuhnya pada motor Gala membuat Gala menahannya agar tidak terjatuh. "Bisa panggil tukang bengkel ke sini aja, kak. Atau minta pak mamat buat antar ke sana." Ucap Kana membuat Naka menggeleng.

"Gue mau bawa sendiri, lagian mau Minjem motor Gala buat jajan juga," katanya membuat Kana mengangguk. Naka menatap Gala. "Boleh?"

Gala yang sedari tadi memperhatikan langsung mengangguk. "Hm, sekalian nitip beliin makanan buat gue, tapi yang enak," ucap Gala.

"Makanan apa? Sate?" Tanya Naka, sedangkan Gala mengangkat bahunya, "terserah yang penting enak." Ucapnya lalu berjalan mengikuti Kana yang sudah masuk ke dalam rumah.

Naka menahan Gala sambil menarik ransel cowok itu membuat Gala mengerutkan keningnya. "Kunci," pinta Naka.
Dengan malas, Gala memberikan kunci motornya lalu pergi. "Motor gue jangan sampe lecet," katanya membuat Naka mengangguk dengan senyum yang menampilkan lesung pipinya.

AGALA SABUMI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang