Kana dan Gala sudah keluar dari kelas bersama Naka yang sedari tadi asik bermain ponsel sambil berjalan mengikuti adiknya dan temannya. "Jam berapa perginya, hm?" Tanya Gala saat mereka sedang menuruni tangga pelan.
"Em... kayaknya jam tujuh, kenapa?" Ucap Kana membuat Naka yang sedang menatap ponsel menoleh, "ngak ada, jam tujuh itu kemaleman." Sahut nya.
Gala yang mendengar langsung menatap teman nya itu, "sebenarnya ngak malem malem banget sih, tapi gue setuju." Timpal Gala membuat Kana melotot kesal.
"Yang, kok gitu sih?" Ucap Kana mulai kesal. "Ngak, becanda yangg..." Ungkap Gala sebari memegang lengan Kana pelan, "boleh lah kak, gue bareng Kayla sama yang lain kok, yaa...pliss yaa?" Pinta Kana membuat Naka mau tidak mau mengangguk.
"Iya iya, hari ini mama sama papa balik, jadi pulang harus sejam sebelum mereka pulang." Pinta Naka membuat Kana mengangguk. "Okeyy."
"Yaudah, pulang yuk," ajak Gala di angguki Kana, "yuk!" Balas Kana cepat dan langsung mentarik lengan Gala dan meninggalkan Naka yang terdiam sambil melihat kelakukan adiknya yang dengan mudah nya melupakan dirinya yang juga ada di sana.
"Huhh....nasib nasib, jadi nyamuk lagi kan!" Gumam Naka pelan lalu menyusul. "Padahal pulang sama gue kan bisa, di kira rumah dia sama gue beda!" Ucapnya kesal sambil terus berjalan menuju parkiran motor, sementara Kana dan Gala sudah lebih dulu pergi meninggalkan nya.
"Kapann...ya gue punya pacar juga?" Batin Naka setelah duduk di atas motor, tanpa ba bi bu, akhirnya Naka langsung tancap gas pelan menyusuri jalan raja kota jakarta yang terasa sejuk pada siang ini membuatnya dengan santai melaju pelan sambil sesekali bernyanyi pelan.
Sementara di jalan juga, Kana memegang jaket kulit yang di pakai Gala dengan pelan, "yang," panggil Kana.
"Hm?" Gumam Gala pelan sebari menoleh sedikit ke belakang.
"kamu nanti duduk dulu ya di rumah aku, mau berdua dulu, hehe." Lanjut Kana sambil terkekeh kecil. Gala mengangguk dengan senyum yang merekah di wajahnya. "Siappp Kana nya Galaa..." Sahut Gala membuat Kana tersenyum senang.
"Otey pacarnya akuu..." Balas Kana lalu mereka tertawa bersama membuat beberapa pengendara motor yang mendengar kemesraan dua anak SMA itu tak jarang tersenyum senyum baper.
Beberapa menit kemudian Kana dan Gala sampai ke rumah Kana, "masuk, yang." Ajak Kana membuat Gala mengangguk.
Gala mendudukkan dirinya di sofa sambil memperhatikan Kana yang berjalan ke dapur lalu balik lagi dan duduk di depannya. "Kok ngak ganti baju?" Tanya Gala membuat Kana menggeleng, "ngak ah, nanti aja. Kamu juga belum ganti, atau kamu mau ganti pake baju kak Naka?" Tanya Kana.
Gala menggeleng pelan, "ngak usah, aku gini aja udah santai, gak papa, sayang." Ucap Gala lebut. Sedangkan Naka mengangguk, "atauu...mau pake baju, aku?" Tanya Kana lalu terkekeh, "hahaha, becanda yang," lanjut Kana membuat Naka malah tersenyum, lalu menggeleng, "sayangg..." Seru Gala lalu meraih hidung Kana dan mencubit nya pelan. "Nakal!" Sahutnya.
Kana mendengus, "ish, sakitt...becanda doang kok." Rengek Kana membuat Gala terkekeh kecil.
"Ish, sikitt...bicindi diing Kik!" Timpal Naka saat baru sampai di depan pintu yang mana membuat Kana langsung menatap kesal Naka dan langsung pergi dari sana membuat Gala menatap kesal Naka sama seperti Kana tadi. "Kurang asem!" Ucapnya membuat Naka langsung tertawa ngakak di buatnya, bahkan Naka smpia berjongkok melihat reaksi Kana tadi dan mendengar umpatan Gala di depannya.
"Hahahaha... anjir lah Gal! Hahaha bengek gue, habisnya Lo berdua bucinnya parah banget tau gak? Kana aja yang sikapnya kalem di depan orang lain eh malah nunjukin sikap aslinya di depan Lo, kebalik dah kalo gue rasa, harusnya kan kalo pacaran ceweknya sok imut dan sok kalem eh ini mah ngak!" Sahut Naka.
Gala berdecak pelan mendengarnya, "biarin lah, berarti kana percaya sama gue, gue juga gak butuh reaksi berlebihan yangdi buat buta." Jelas nya membuat Naka lantas mengangguk setuju, "iya juga, yaudah lah." Sahutnya.
"Pokoknya Lo jangan lah sekali kali bikin Kana mewek," ucap Naka membuat Gala mengangguk, "iya, ngak kok." Balasnya sedangkan Naka mengangguk.
"Tak!"
"Tak!"
"Is you say, “Daddy's home, oh, home for me”
And I know you've been waiting for this lovin' all day
Your daddy's home
It's time to play (so it's time to play)
Now, baby, you ain't got to give my lovin' away
Daddy's home, home for me
And I know you've been waiting for this lovin' all day
You know your daddy's home (daddy's home)
And it's time to play (so it's time to play)
Suara hentakan sandal terdengar dari arah tangga bersama suara Kana yang bernyanyi lagu berjudul Daddy's home membuat Gala salah fokus dengan suara Kana yang terdengar lembut dan bagus ketika bernyanyi.
Jujur ini adalah kali pertama Gala mendengar suara Kana, sebelumnya tidak pernah Gala mendengar pacarnya itu bernyanyi.
Setelah Kana turun dari tangga, gadis cantik itu berhenti di depan sofa saat melihat Gala yang terdiam, "yang, kenapa?" Tanya Kana.
"Makanya lo jangan nyanyi kenceng kenceng, suara Lo gak enak," sahut Naka yang sudah tau bahwa Gala terkagum kagum sekarang mendengar suara Kana tadi.
"Ck! Paan si," kesal Kana lalu duduk di samping Gala, "jelek ya suara aku, yang?" Tanyanya.
Gala cepat menggeleng, "bagus malah." Ucapnya lalu mengelus kepala sang kekasih membuat Naka memutar bola matanya jengah, "jadi nyamuk lagi kan gue." Ucapnya membuat Kana tertawa.
Ada ada saja tingkah mereka, tidak Kana yang bucin, dan tidak juga Gala yang selalu menuruti kemauan Kana juga Naka yang selalu jengah melihat ke bucinan mereka berdua, semuanya terasa sempurna di waktu bersamaan membuat mereka tidak terlalu perduli dengan ucapan satu sama lain, toh sidak mereka nyambung kok.
"Lo ngak ganti baju kak?" Tanya Kana pada Naka membuat Naka menoleh, "ntar," ucapanya.
Kana mengangguk, "ohh, nanti ajak Gala ya, pake baju Lo dulu, boleh kan?" Tanyanya lagi membuat Naka lagi lagi mengangguk, "aman." Ucapanya.
Gala menatap Kana dari samping, gadis itu sangat cantik sehingga Naka tidak bisa berhenti memandang wajah Kana walaupun dari samping saja. Kata bulat rambut panjang tipis dan kulit putih bibir tipis dan yang paling penting hari yang baik membuat nya tampak lebih cantik dari siapapun, tidak lupa juga garis di pipi Kana yang jika tersenyum terlihat seperti kucing.
Naka kebetulan melihat itu, "liatin Kana Mulu, gak bosen kah?" Tanya Naka membuat Gala menoleh, "hm...gak papa kan sayang?" Tanyanya pada Kana sambil melirik tengil Naka di depannya.
"Dih, sok anjir!" Timpal Naka kemudian.
"Mending gue di kamar aja, tidur gue!" Sambungnya lagi lalu beranjak meninggalkan sang adik dan temannya itu hanya berdua di ruang tamu membuat Kana dan Gala justru merasa senang, sebab tidak ada yang mengganggu dan mengomentari kebucinan mereka jika sedang berduaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGALA SABUMI
Teen Fiction⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️ Agala Sabumi dan Arkana Putri Wijaya High rank: #4 telah #20 acident #24 kisahku #21 yang
