Maaf ya aku lama update, hehe banyak kerjaan 🤭 . Jangan lupa tinggalkan jejak, beri vote dan komentar biar aku update terus😉
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
๑๑
Setelah pulang sekolah, Kana langsung pulang bersama Gala kerumah gadis itu. Niatnya karena Naka pergi keduanya ingin menghabiskan waktu dengan menonton film bersama. "Kamu nggak papa di rumah aku dulu?" Tanya Kana dari belakang.
Gala yang fokus pada jalanan di depannya hanya mengnagguk. "Atau kita ke rumah kamu dulu? Aku mau ijin sama mama kamu, sekalian ketemu Kara." Lanjut Kana membuat Gala hanya melihatnya dari spion.
Melihat tidak ada jawaban dari Gala, Kana hanya diam. Mungkin Gala belum mau membawanya ke rumah. Atau sekedar memperkenalkan dirinya pada orang tua cowok itu.
Tidak ada percakapan diantara Kana dan Gala. Mereka hanya diam setelah itu. Hingga Kana baru menyadari jalan yang mereka lewati bukanlah jalannya pulang. Melainkan jalan berbeda yang sedikit jauh dari rumahnya.
Gala melirik wajah bingung Kana dari spion membuatnya sedikit tersenyum. Lucu, kata itu yang terbesit di pikiran Gala.
Dari kejauhan, rumah besar dengan gaya modern dan desain mewah di dalam perumahan mulai terlihat. Kana menatap rumah rumah di sekeliling nya dengan tatapan bingung. "Ini kita ngapain?"
Gala memberhentikan motornya. "Katanya mau ketemu Kara?" Ucapnya dengan suara lembut. Sungguh, setiap kali Gala berbicara, entah kenapa hati Kana terasa hangat dan berdebar.
Gala membantu Kana turun dari motor, dan melepas helm di kepala gadis itu. Kedua tangan mereka saling terpaut satu sama lain. Dengan wajah penuh senyum, Kana memasuki rumah mewah yang dia tebak adalah rumah Gala.
Saat menginjakkan kaki ke dalam, Gala menatap sekeliling tanpa sepengetahuan Kana. Cowok itu sedang memantau, apakah mamanya ada di rumah atau tidak. Sejujurnya, Gala sedikit tidak yakin membawa Kana datang kerumah. Cowok itu takut, takut dengan reaksi buruk yang di tampilkan Alexandra.
Kana Melirik Gala di sampingnya. "Kok sepi?" Tak! Tak! Suara hentakan heels terdengar dari tanggal lantai dua, membuat Gala memejamkan matanya. Alexander, mamanya itu memang ada di rumah, tidak biasanya, tapi hati Gala mulai resah.
Kana melihat, melihat seorang wanita cantik yang terlihat matang menuruni tangga. Wanita dengan rok panjang sepanjang betis dan baju potong dengan lengan menutup siku. Lipstiknya merah, dan perhiasan menghias pergelangan tangannya.
Melihat wanita itu membuat Kana yakin, itu adalah mama kekasihnya. Tanpa sadar Kana berjalan pelan menghampiri Alexandra yang sudah berdiri di depan tangga. Dan tanpa di sadari gadis itu, Gala mematung menatapnya.
"Tante," Kana mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Alexandra. Uluran tangan itu membuat Alexandra juga menyambutnya ramah. "Pacarnya... Gala?" Tanyanya membuat Kana mengangguk. "Iya Tante,"
"Cantik," "Siapa namanya?" Tanya Alexandra tanpa melepaskan tangan Kana, bahkan wanita itu mengelusnya pelan.
"Kana, Tante," jawab Kana tak kalah antusias. Gadis itu senang, bahkan sangat senang di sambut ramah oleh mama kekasihnya itu. Sementara Gala yang melihat interaksi itu sedikit terkejut. Mamanya menyambut Kana dengan baik, tapi kegelisahan masih terus dirasakan Gala.
"Hm!" Gala berdehem di tempatnya, membuat Alexandra menoleh, begitu juga Kana.
Gala berjalan mendekat, cowok itu meraih tangan Kana untuk di genggamannya erat. Tanpa kata, cowok itu menarik Kana pelan menuju sofa. "Duduk di sini dulu ya, aku ganti baju dulu," ucap Gala.
Cowok itu mengusap kepala Kana pelan dengan senyum hangat, kemudian pergi meninggalkan Kana di ruang tamu. Sebelum pergi, Gala melirik Alexandra dengan tatapan biasa, dingin dan tanpa kehangatan.
Alexandra terdiam, wanita itu melihat jelas kelembutan dan senyum hangat Gala untuk Kana tadi. Tapi, saat menatapnya, tatapan itu seolah berubah dengan cepat, tidak seperti dulu, bahkan kehangatan diantara ibu dan anak itu telah hilang beberapa tahun terakhir.
๑๑
Gala menuruni tangga dengan langkah sedikit terburu-buru, pandangannya menatap ruang tamu, tapi Kana sudah tidak ada di sana. Cowok dengan kaos putih dan celana jeans itu celingak-celinguk mencari gadis itu. Tatapannya kini mengarah ke dapur, ternyata di sana gadisnya.
Gala berjalan pelan menghampiri Kana yang terlihat memotong sayuran di meja. Dengan senyum, Gala mengusap kepala Kana membuat gadis itu tampak terkejut. "Ish... Kaget, kirain mama." Ucap Kana sedikit menyikut lengan Gala, membuat cowok itu terkekeh.
"Mama? Dia nggak ada," Gala menatap sekeliling dapur dengan wajah kebingungan, lalu kembali menatap Kana dengan senyum.
Melihat ucapan tidak sopan Gala, membuat Kana mencubit pipi Gala. "Nggak boleh gitu," omelnya. Tapi Omelan Kana justru membuat tawa Gala lepas.
"Ketawa aja terus, duduk gih..." Kana kembali melanjutkan memotong sayuran yang sempat terhenti. "Mama kemana, ya?" Gumam Kana pelan.
Gala duduk di kursi samping kana, cowok itu terlihat tersenyum kecil menatap cara Kana memotong sayuran, terlihat sangat ahli, pasti masakan kamu enak, gumam Gala dalam hati.
Wajah Kana yang terlihat serius membuat Gala tak berhenti tersenyum, cantik dan lucu bercampur jadi satu. Tidak pernah Gala melihat Kana yang seperti ini, mungkin nanti, ketika mereka menikah. Pikir Gala.