3. Perjalanan menuju Aurorise

2.4K 286 36
                                    

Dua kerajaan yang sebelumnya di tugaskan untuk datang pada kerajaan Aurorise kini tengah berkumpul di tengah perbatasan wilayah timur dan selatan. Jaylen bersama Maron ditugaskan mewakili Verdentia pada rapat kerja sama.

Sedangkan raja Nyxshire langsung turun tangan mengambil alih rapat itu. Hanya ada beberapa pasukan yang mereka bawa.  Dengan jarak yang sangat jauh mereka berpacu menunggangi kuda dengan kecepatan penuh. Pengawal Jaylen dan Maron tak lupa ikut berjalan di area belakang para prajurit yang lain. Membelah jalanan hutan dan harus mampir sejenak di perbatasan kerajaan barat.

Kekuasaan Aurorise menang sangat besar namun jarak dan wilayah kerajaan itu berpencar menjadi 3 bagian yang dimana bagian kerajaan lah yang di batasi oleh sungai yang langsung mengalir dari laut utara.

Nampaknya perjalanan mereka tak semulus apa yang mereka bayangkan..banyak sekali bandit dan perampok yang selalu mencegat siapapun tanpa kenal takut. Namun mereka nampaknya tidak mengenal siapa itu, Jaylen Verden Smith.

Para kumpulan bandit itu nampak siap mati kala Jaylen dengan tatapan mata elangnya menatap mereka jengah karena memperlambat perjalanannya.

"Serahkan semuanya dan turunlah!" Ketus sang bandit itu.

"Tunggu sini!" Ketus Jaylen kala kuda milik Maron hendak maju. Dia mencegahnya dengan pedang kebanggaannya yang sudah siap menghancurkan tubuh para bandit itu.

Maron yang melihat jika Jaylen sudah mengeluarkan pedang di depannya pun mundur beberapa langkah. Menyuruh Kevin dan Harry untuk maju memberi backup untuk sang pangeran jika terjadi sesuatu.

"Kalian mencari mati?" Tatapan dan suara bariton yang berat itu membuat kaget siapapun yang berada di sana termasuk raja Bruix.

"Yaaa kau melawan? Kau berani dengan ku?" Mereka malah kian menantang Jaylen yang sudah meremat pedangnya dengan mata memerah.

"Minggir atau kepala kalian akan hilang!" Ketusnya masih sedikit memberi mereka kesempatan.

"Hahahah liat bocah dungu ini, merekhh akhh..." Suara yang terpotong itu membuat Maron menutup matanya. Semua prajuritnya disana hanya diam dan meneguk ludahnya kasar.

Jaylen tak main-main, dia benar benar memenggal kepala ketua bandit itu dalam satu kali tebasan. Para anak buah bandit yang beranggotakan 5 orang langsung menjerit ketakutan melihat kepala yang terjatuh dengan tubuh perlahan merosot dan ambruk ketanah.

"Mau kabur hmm?" Tatapan dan suara intimidasi Jaylen kian membuat mereka lari tunggang-langgang.

Jaylen menyuruh prajurit nya untuk mengejar mereka dan menghabisi mereka semua tanpa tersisa. Walau tak sama seperti apa yang di lakukan Jaylen, para prajurit itu berhasil memberi luka goresan cukup dalam membuat mereka kesakitan dan mati perlahan.

Jaylen duduk manis menyaksikan para anak didiknya bermain di depan sana, sambil mengambil lap yang terpajang apik di leher kuda nya untuk membersihkan noda darah sebelumnya.

"Cuih.." Jaylen meludah kala mencium bau darah pendosa dari bandit yang dia penggal sebelumnya.  Ia kembali memasukan pedangnya di samping  kaki kanannya dan memerintahkan kepada para prajurit Nyxshire untuk melanjutkan perjalanannya.

"Kau terlalu kejam, jangan sering seperti itu, kau bahkan mengundang musuh untuk datang.." lerai Maron pada adiknya.

"Kau mau yang kedua?" tanya nya penuh penekanan dan intimidasi.

"Ck. Aku hanya memberitahu mu!" Ketus Maron yang selalu di ancam adiknya itu.

Sosok itu melajukan kudanya di belakang pasukan Nyxshire. Melenggang dengan apiknya disepanjang perjalanan yang hanya berisikan pepohonan dan rerumputan.

PRINCE OF VERDENTIA [NOREN] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang