Suasana meriah dengan begitu megahnya penyambutan serta perayaan pernikahan Maron dan Haylen yang bergelar di istana Verdentia. Mereka semua berbahagia menyambut pernikahan dua putra mahkota itu.
Banyak pertunjukan serta acara yang meriah di dalam istana. Jexy saja begitu menikmati acara yang bergelar begitu ramai.
"Pangeran kecil, kau mau berdansa dengan ku?" tanya Jexy kepada Cerver tepat di samping Jaylen.
Mereka berdua menikmati bagimana acara dansa dengan musik indah mengalun yang bisa membuat kaki sontak bergoyang ria. Jaylen hanya bisa memandangi kakak beradik nya sibuk bedanya dengan pasangannya masing-masing.
"Ayo lah Jaylen nikmati pertunjukan ini..." Ajak Maron pada adiknya.
"Kau saja, aku akan duduk bersama para petinggi."
"Baiklah selamat menikmati."
"Iya dan selamat atas pernikahan mu.." Jaylen berbalik badan duduk di antara para menteri kerajaannya yang sibuk minum dan makan makanan pesta.
Jaylen tak berminat memakan atau minum saat ini. Bahkan beer yang tersedia saja tidak di lirik olehnya. Raja dan ratu barat dan timur sibuk berbincang bersama ayah dan ibundanya membuat Jaylen hanya bisa sendirian tanpa teman di pesta sana.
Jaylen bangkit dan keluar dari ruang utama ke taman di dekat gerbang. Banyak sekali warga dan beberapa tamu kerajaan yang datang memenuhi istana. Bahkan banyak putri dan gadis kerajaan yang kini tengah mengajaknya bercanda tawa ria.
"Pangeran mari bergabung.." Entah mengapa Jaylen tak bisa menolak ajakan itu seperti biasanya, ada rasa tersendiri yang membuatnya tertatik pada gadis-gadis itu.
Lantas dia bergabung, namun sedetik kemudian ia sadar akan sumpah yang masih harus dirinya pegang sekalian sumpah miliknya sendiri. Dia pergi menjauhi gadis-gadis itu dan duduk di area yang sepi.
"Apa yang aku lakukan tadi?" Jaylen bingung pada dirinya sendiri
"Mengapa rasanya tubuh ku bergerak sendiri? Sejak kapan aku mengiyakan ajakan gadis itu, ck menyebalkan!"
Dia mendongak merasakan panas menyeruak di wajahnya. Matahari muncul begitu terang dan membuat suasana menjadi sangat panas. Namun panas itu bukan menjadi halangan pesta untuk kian bergelar begitu meriah nan mewah.
Dia bahkan lihat dari tembok kerajaan, di bawah sana para rakyat nya juga menikmati bagaimana pesta tengah bergelar. Para prajurit juga memiliki waktu santai untuk menikmati semua jamuan kerajaan.
Apa hanya Jaylen yang tak menikmati nya?
Sejak malam itu perasaan dan tubuhnya menjadi aneh. Pedangnya juga terasa lebih ringan di bandingkan biasanya. Jaylen tak tahu apa maksud semua ini.
Apalagi kini dirinya tengah menunggu satu sosok pangeran yang di bicarakan oleh sosok yang membisikan jika pasangannya akan datang. Maron sebentar lagi akan mengambil alih tugas ke Ghalerixt, menjadi satu satunya putra mahkota yang akan menjadj raja nantinya.
Jaylen? Dia saja bahkan tak tahu dirinya mampu atau tidak.
Dia ke belakang istana bergabung dengan dua pengawalnya yang tengah asik minum bersama prajurit lainnya. Kala Jaylen datang mereka serentak menunduk, namun kali ini Jaylen tengah berbaik hati dan menyuruh mereka tak berlutu kepadanya. Jaylen duduk di samping Harry, membuat sang pengawalnya itu kebingungan.
"Apa terjadi sesuatu yang mulia?" tanya nya sambil menyodorkan segelas minuman.
"Aku tak bernafsu, taruh gelasnya!" Dia patuh dan tak kembali melayangkan pertanyaan untuk Jaylen yang kini dalam suasana yang cukup buruk.

KAMU SEDANG MEMBACA
PRINCE OF VERDENTIA [NOREN]
RomanceJaylen Verden Smith sang pangeran berdarah dingin yang selalu berpegang teguh pada sumpahnya yakni tak akan berlutut kepada siapapun dan apapun tahta nya kecuali pada sang Ayahanda dan Ibundanya. Namun Pangeran Reeve Aurolarick lah satu satunya pan...