16. Insiden

1.4K 197 45
                                    

Siang siang terik Jaylen membawa Jexy ke area pelatihan. Walau hari ini Jaylen belum bisa mengampu pelatihan, karena hendak membuat persenjataan baru, namun dia juga masih harus memantau beberapa latihan yang kini di ampu oleh para kepala pelatih Aurorise dan kedua pengawalnya, yakni Harry dan Kevin.

"Kau harus patuh kepada ku, besok kau harus pulang!" Titahnya pada Jexy yang tengah meniru gerakan para prajurit disana.

"Kenapa cepat sekali, biarkan aku tinggal lebih lama..." Pintanya pada Jaylen. Jaylen menggelengkan kepalanya enggan, karena jika Jexy terlalu lama itu malah akan memperlambat sesi pelatihan.

"Tambahan dua hari saja, itu batas mu!"

"Ck, baiklah..!" Ketusnya.

Jaylen memantau semua prajurit Verdentia yang tersisa dan seluruh anggota prajurit Aurorise. Semuanya nampak gigih dan menurut Jaylen mereka sedikit mengalami peningkatan dibandingkan awal latihan.

Kini Jaylen pergi mengajak Jexy untuk berkeliling area kerajaan sebelum akhirnya dia tinggal untuk mengurus persenjataan. Jaylen mengajaknya ke tebing yang pertama kali dia datangi kala bertemu Reeve. Tebing penuh kenangan lucu dimana Jaylen pertama kali terpesona dengan keindahan pangeran di kerajaan Aurorise ini.

"Lautnya indah sekali..." Gumam Jexy begitu bahagia.

"Kau suka?" Jexy lantas mengangguk antusias. Adiknya ini benar-benar menggemaskan dimata Jaylen, walau kadang Jexy bisa menjadi anak yang sangat menyebalkan.

Langkah kecil dari arah belakang mampu Jaylen dengar begitu samar. Dia menoleh melihat Reeve yang datang menghampirinya. Tanpa mengucapkan satu kata pun Reeve berdiri di samping Jexy yang bahkan lebih tinggi dari nya.

"Oh pangeran...?" Pikir Jexy.

"Aku Reeve Aurolarick, calon putra mahkota Aurorise...."

"Ah pangeran adalah calon nya kak Jaylen ya?" Tanya Jexy blak-blak membuat Reeve membelakkan matanya. Sedangkan Jaylen sendiri hanya tersenyum tipis tanpa membalas apapun percakapan mereka berdua.

"Tidak pangeran kecil.." balas Reeve. Jexy bingung karena dirinya disevut pangeran kecil sedangkan kini tingginya sama lebih tinggi 10 centi di bandingkan Reeve.

"Kau sendiri?"

"Aku Jexy Verdeniast, pangeran ketiga, di kerajaan Verdentia." Jexy menunduk memperkenal dirinya pada Reeve.

Teriakan beberapa pelayan istana dari belakang membuat mereka serentak menoleh bersama. Melihat satu pelayan laki-laki berlari ke arah mereka.

Dia tertunduk dibawah sambil berlutut menghadap ketiga pangeran itu. "Yang mulia Jaylen, anda di panggil oleh raja Dareth yang mulia..." Ujar sang pelayan.

Jaylen lantas mengangguk. Sebelum pergi dia juga hendak berpesan pada Jexy yang kini akan dia tinggal entah sampai kapan.

"Kau bisa menjaga Jexy? Aku titip dia." Titahnya pada Reeve.

"Dan kau, patuhlah kepada pangeran Reeve!" Tegas nya pada sang adik. Jexy lantas mengangguk dan Jaylen kini melanjutkan berjalannya mengikuti kemana arah sang pelayan istana membawanya.

Sedangkan di tepi tebing sana Reeve sibuk mengobrol dengan Jexy yang nampak lebih hangat di bandingkan kakaknya Jaylen.

"Apa kakak mu menang selalu bertingkah seperti itu?" tanya Reeve pada Jaylen.

"Tidak, mungkin kak Jay memang ketus, tapi dia berhati hangat, apalagi saat bersama ibunda dia bisa menjadi Jaylen yang berumur 5 tahun, hahaha."

"Sungguh?" Jexy mengangguk pasti karena dia tahu betul jika Jaylen tidak seburuk apa yang orang lain pikirkan.

PRINCE OF VERDENTIA [NOREN] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang