Setelah menempuh perjalanan panjang, Reeve kini tahu, jika Jaylen rela menempuh jarak begitu jauh hanya demi perintah ayahnya. Reeve tak menyangka Area utara kerajaannya dengan Verdentia di area selatan begitu jauh bahkan banyak hal yang baru Reeve liht seumur hidupnya.
Kereta kudanya menapaki jalanan kerajaan Verdentia yang begitu apik dan halus. Bahkan tanpa melewati kota Verdentia dia bisa melihat jika ada suatu acara di Kerajaan ini.
Ratu Arion yang mendengar berita jika ada seseorang yang ini bertemu dengannya lantas bingung dan segera keluar gerbang istana untuk melihat tamu nya.
Kereta kuda yang asing bagi Arion membuat dirinya sedikit takut. Namun pengawal di atas kereta kuda menyerahkan surat yang Arion sendiri tak menyangka. Lantas dia mempersilahkan mereka naik ke kerajaan utama.
Raja Edward sangat tidak yakin dengan orang di dalam nya, sampai raja Dareth turun baru dirinya percaya.
"Yang mulia, mengapa kau kesini?" tanya ratu Arion padanya.
"Aku membawa sesuatu yang sangat ingin bertemu dengan pangeran kedua."
Lantas tangan pengawal nya mengulur untuk membantu Reeve turun dari dalam kereta kudanya. Arion tak menyangka sosok cantik dengan pakaian putih bersih itu bernama Reeve, yang sering kali anaknya ceritakan.
"Reeve..." Panggil Arion dengan wajah sedikit berkaca-kaca.
Arion lantas menghampiri Reeve dan memeluknya erat-erat. Haylen dan beberapa orang lainny yang penasaran pun keluar melihat interaksi ratu Verdentia dengan sosok yang mereka tak kenal.
"Pangeran Reeve..." Panggil Jexy begitu antusias. Reeve pun mengelus surai anak yang lebih tinggi darinya. Membuat Cerver di belakang sana hanya cemberut melihat interaksi Jexy dengan Reeve.
"Mengpa bisa Reeve keluar gerbang?" tanya Edward pada Dareth.
"Itu karena putra mu... Aku akan ceritakan nanti." Angguk nya dan kini mempersilahkan Reeve masuk menerima semua jamuan yang ada.
Melihat Maron Haylen duduk di kursi tahta nya membuat Reeve dan Maron sama sama kebingungan. "Lho Reeve? Bagaimana bisa?" tanya nya.
"Pangeran Maron?" Keduanya saling sapa dengan karakter wajah kebingungan.
Lalu ratu Arion pun menjelaskan jika hari ini adalah pernikahan pangeran pertama. Reeve lantas tunduk memberi hormat pada dua pangeran itu. "Ah manis nya, jadi kau pangeran Aurorise yang begitu tersegel? Sangat manis dan cantik.." Puji Haylen pada Reeve.
"Pujian hormat pangeran... Anda juga menawan dan sangat cantik.."
"Akh aku jadi ingin menikahi nya.." Balas Haylen begitu gemas pada Reeve.
"Haylen!!" Serentak raja dan ratu berucap bersamaan pad Haylen. Membuat sang empu diam cengengesan karena malu.
Orang yang membuat tujuan Reeve datang kesini belum memunculkan batang hidungnya. Sosok yang dia cari tak terlihat dimana pun. Dia pun duduk di meja jamuan dengan di suguhkan beberapa makanan enak khas Verdentia.
Namun kepala dan matanya selalu bergerak acak mencari keberadaan sosok yang sedari tadi dia harapkan.
"Kau mencari apa Reeve?"
"Yang mulia Ratu, dimana pangeran bandit— Maksud ku Pangeran Jaylen..." Reeve selalu saja keceplosan.
Benar saja sejak jamuan selesai tadi ia tak melihat dimana putra keduanya berada. Membuat nya juga kini kelimpungan mencari nya.
"Apa pangeran Reeve mencari kak Jay?" Angguk Reeve atas pertanyaan Jexy.
"Terakhir aku lihat dia berada di gerbang belakang, namun entah sekarang—"

KAMU SEDANG MEMBACA
PRINCE OF VERDENTIA [NOREN]
RomanceJaylen Verden Smith sang pangeran berdarah dingin yang selalu berpegang teguh pada sumpahnya yakni tak akan berlutut kepada siapapun dan apapun tahta nya kecuali pada sang Ayahanda dan Ibundanya. Namun Pangeran Reeve Aurolarick lah satu satunya pan...