Mereka semua telah masuk dan berjamu pada istana yang megah itu. Walaupun tanpa penyambutan besar-besaran, mereka cukup senang untuk bisa datang ke wilayah terkunci Aurorise. Perjalanan yang menghabiskan waktu selama 10 jam itu kini membuahkan hasil.
Rapat akan di adakan besok hari karena perjalan panjang dari anggota perwakilan kerajaan. Raja Dareth Aurorise dan istrinya Eileen memerintahkan mereka semua untuk tidur dulu malam ini di penginapan kerajaan. Mereka menyetujui nya karena raja Bruix juga merasa lelah.
Jaylen tanpa didampingi dua pengawalnya kini berjalan kian jauh menelusuri area utama kerajaan. Langkahnya membawa ia pada tebing dengan pemandangan laut yang memantulkan sinar bulan yang begitu indah. Kakinya terhenti kala melihat sosok yang tengah berayun kecil dengan pakaian putih yang elegan dan sangat menawan.
Karena penasaran, Jaylen mendekatinya dan tanpa sosok itu tau Jaylen sudah berdiri tegap di dekatnya. Hingga sosok yang sebelumnya masih asik berayun kini kaget dan terjatuh sata melirik siluet hitam disamping nya.
"PENYUSUP!!" teriaknya begitu kencang membuat Jaylen sendiri kaget karena dirinya yang di anggap penyusup.
"Sthh aku bukan penyusup!" Tegas Jaylen membuat sosok yang tengah duduk di bawah akibat terjatuh kian ketakutan.
"S-siapa k-kau....?" Jaylen menatap nanar mata cantik sosok itu.
Raut ketakutannya membuat hati kecilnya merasakan getaran sesuatu. Dia bahkan heran dengan reaksi tubuhnya seolah menerima suatu sengatan aneh yang membuatnya iba pada sosok di bawahnya.
"Bangunlah." Ketusnya, dengan tangan terulur hendak membantu sosok itu.
Tak mengindahkan bantuan Jaylen sosok itu berdiri sendiri dan kian membagi jarak antara keduanya. Jaylen merasa bingung apakah sosok itu begitu menakutkan hingga sosok di depannya ketakutan?
"Jangan takut, aku pengeran Jaylen, perwakilan pangeran kedua dari kerajaan Verdenitia." Jelasnya panjang yang dimana itu bukanlah gaya nya.
Pangeran yang sering irit bicara itu tiba-tiba memperkenalkan dirinya sendiri pada sosok asing di depannya. Sosok yang masih menatapnya penuh takut tak menjawab, malah kini merapihkan bajunya hingga terlihat kembali rapih.
Menautkan tangannya kebelakang dan memandang kedepan laut sana sambil berucap, "Kau tak punya sopan santun sebagai pangeran."
Kalimat itu mampu mengalihkan atensi Jaylen yang tengah sama memandangi laut. Mata indah sosok yang tengah menatap pantulan bulan bersinar begitu terang membuat sang empu tak mengedipkan matanya beberapa waktu.
"Cantik..." Batinnya.
"Ekhem, siapa nama mu?"
"Pangeran Reeve Aurolarick, putra pertama dan calon putra mahkota Aurorise." Ketus sosok yang ternyata bernama Reeve Aurolarick.
"Oh jadi dia pangeran nya, pertemuan yang cukup buruk manis..." Senyumnya tipis.
Jaylen tak menjawabnya dia duduk di kursi besi putih dengan motif angsa pada pegangannya. Reeve yang melihat itu mengernyit keheranan atas kelakuan pangeran tak tahu diri di sampingnya.
Namun sesaat wajah Jaylen terlihat dari sudut samping dengan garis rahang tegas dan pahatan hidung yang sempurna membuat Reeve menatapnya sejenak.
Ia kembali mendekatkan jarak dan duduk di ayunannya kembali. Mengayunkan tubuhnya kedepan dan kebelakang begitu manis. Tak ada perbincangan selama beberapa menit. Hingga kembali mata tajam milik Reeve melihat bercak darah dalam zirah dan pakaian hitam sosok itu.
"Menakutkan." Gumamnya yang terdengar hingga Jaylen menoleh.
"Apa?" Jawabnya ketus. Nada yang ia gunakan masih sama datarnya jika berbicara, yang dimana membuat semua orang pasti akan takut dengannya belum lagi suara bariton nya yang sangat dalam.

KAMU SEDANG MEMBACA
PRINCE OF VERDENTIA [NOREN]
RomanceJaylen Verden Smith sang pangeran berdarah dingin yang selalu berpegang teguh pada sumpahnya yakni tak akan berlutut kepada siapapun dan apapun tahta nya kecuali pada sang Ayahanda dan Ibundanya. Namun Pangeran Reeve Aurolarick lah satu satunya pan...