5. Jepitan bulu Angsa

2.5K 297 75
                                    

Rapat tengah di adakan di ruangan besar yang hanya berisikan dua raja, dan ratu Eileen, serta tiga pangeran itu. Mereka membahas antara keuntungan dan apa yang mereka dapat akan kerja sama ini.

Aurorise menang tak pernah melakukan peperangan bukan berarti mereka tidak pernah mempunyai musuh. Banyak sekali yang coba menyerang nya namun mereka akan selalu mundur saat baru menginjakan kakinya digerbang perbatasan yang di kelilingi perairan.

Mungkin  sungai kecil yang mengelilingi istana utama terlihat biasa saja, namun siapa sangka didalam sana terdapat beberapa mahluk mitologi yang masih hidup dan berevolusi setiap satu abad nya.

Pelihara milik raja Dareth tak main-main, hewan-hewan air itu sungguh pemangsa yang sangat ganas tak kenal siapa lawannya. Makanya raja memberi jarak antara gerbang perbatasan dan area kerajaan.

Mereka hanya bisa melaluinya jika jembatan gerbang itu terbuka atas perintah raja. Gerbang yang hanya akan terbuka jika ada hal yang di perlukan.

"Berati pangeran akan memasok pasukan militer yang kuat dan memberikan pelatihan khusus di Aurorise?" tanya sang raja.

"Iya itu benar, jika berkenan aku meminta untuk menetap kala pelatihan berlangsung..." Jelasnya sembari melirik Reeve yang duduk dengan ketus di sebrang nya.

"Itu sangat baik pangeran." Dareth puas akan keputusan pangeran berdarah dingin itu.

"Izinkan hamba untuk ikut dan memberikan beberapa fasilitas bagi warga Aurorise, Verdentia siap memasok bahan pangan lain dan keamanan untuk kemajuan kerajaan."

"Verdentia juga butuh akan beberapa keuntungan dari kalian, Karena yang kalian tahu kita hanya kekurangan bahan langka yang hanya dimiliki kerajaan Utara." Jelas maron kembali menyampaikan pendapat nya.

"Itu bisa saja pangeran, selagi tak ada perang antara kekuatan Utara dan Selatan aku menyetujui nya."

"Hamba menjamin Aurorise akan mendapatkan keuntungan lebih banyak.." angguk maron meyakinkan.

Raja Bruix juga tak lupa menyampaikan pesan dan keinginannya. Raja itu hanya kekurangan beberapa finansial untuk membeli dan kembali mengekspor bahan untuk pembuatan persenjataan yang kuat. Mereka meminta jika beberapa hasil berlian dan mutiara akan mereka dapatkan dan persenjataan yang sebelumnya di pegang Jaylen akan kian bertambah kuat.

Rapat akhirnya selesai, sore nanti mereka semua baru akan kembali melakukan perjalan pulang. Kini Maron dan Jaylen hanya tengah berkeliling dan melihat beberapa sistem pelatihan di kerajaan itu. Bisa Jaylen lihat jika pelatihan Aurorise sungguh lemah. Bahkan ini bisa di katakan sangat lemah.

Jaylen yang lewat di depannya kini hanya memandang tegas ke arah mereka semua yang menunduk hormat kepadanya. Tak lupa dia menepuk beberapa tubuh prajurit itu untuk mengecek beberapa daya otot mereka.

"Berapa lama kalian berlatih?" tanya nya dengan suara tegas yang dalam.

Perlahan mereka semua berdiri dan memandang takut Jaylen dengan wajah yang begitu datar dan menyeramkan.

"Izinkan hamba menjawab pangeran...kami berlatih selama 3 tahun belakangan." Prajurit itu menjawab dengan tegap penuh  rasa takut.

Jaylen hanya mengangguk dan kembali berjalan keluar dari sana tanpa membalas apapun lagi. Maron juga melihat beberapa persediaan dan sistem stok barang pangan kerajaan itu dengan seksama.

Tertata rapih dan di kelompokan dengan begitu indahnya. Terapan yang bagus bagi kerajaan yang amat makmur ini.

Jaylen melenggang ke tebing kemarin dan duduk disalah satu kursi yang ia gunakan sebelumnya. Memandangi laut yang kembali bersinar begitu indah dengan matahari yang cerah.

PRINCE OF VERDENTIA [NOREN] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang