Jaylen Verden Smith sang pangeran berdarah dingin yang selalu berpegang teguh pada sumpahnya yakni tak akan berlutut kepada siapapun dan apapun tahta nya kecuali pada sang Ayahanda dan Ibundanya.
Namun Pangeran Reeve Aurolarick lah satu satunya pan...
Sesuai janji sang pangeran, dia memapah tubuh kecil itu ke suatu tempat yang begitu indah di Verdentia. Ucapan jika Verdentia akan lebih indah jika ada Reeve adalah suatu kata pasti dan kini terjadi.
Benar-benar sangat indah. Dataran padang rumput yang luas membentang indah demgan apiknya. Tempat bermain masa kecil sang pangeran yang tak pernah berubah kini dia tunjukan untuk si manis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Anggap gini tempatnya)
Keduanya berdiri di depan pohon tua yang nampak selalu subur nan sehat walaiu kadang tak ada siapapun yang merawatnya. Pohon yang kembali hidup setelah perang besar 20 tahun lalu.
"Suka?" tanya sang pangeran pada si manis Reeve. Sang empu lantas mengangguk ria lalu menjawab, "Sangat suka, ini cantik..."
"Benar... Verdentia lebih indah jika ada kau, Reeve."
Reeve duduk di atas ayunan dengan Jaylen yang duduk menyender di pohon sambil memandangi Reeve yang sangat indah dari bawah sana.
"Pangeran..." Panggil Reeve lirih membuat Jaylen kin lekat menatapnya. "Kenapa hmm? Ada yang membuat mu gundah?"
Reeve melirik mata Jaylen, lalu mengangguk dengan jari-jari yang saling bertaut. Reeve lalu sedikit menggoyangkan ayunan itu. Sejenak sebelum dia akan menceritakan apa yang dia alami malam itu.
"Ceritakan saja angsa, aku pasangan mu, jangan menyembunyikan apapun dari ku.." Reeve menoleh lalu mulutnya terbuka dan mulai bercerita.
"Malam kala bulan ganda tiba... Semua memori kilas balik muncul satu persatu, dan yang paling aku ingat adalah sosok anak kecil yang mengambil ku dengan dua pedang yang tergeletak tepat di samping ku.."
"Perang itu terjadi karena aku... Dan entah mengapa dalam sekejap anak itu memohon doa membuatku kini bereinkarnasi, aku ingat kala mata ku terpejam dan menjdi sosok manusia..." Urai Reeve bercerita tentang kegelisahan nya.
"Kapan perang itu terjadi dalam ingatan mu, kau ingat siapa anak itu?" tanya Jaylen penasaran.
"Tepat 20 tahun yang lalu," Jawab Reeve dengan netra memandang sang dominan.
"20 tahun lalu? Itu sama saat aku pertama kalinya mempunyai Lunas dan Xurios..." Batin Jaylen
"Lalu apa yang terjadi?" Jaylen penasaran akan kelanjutan kisah yang sepertinya berkaitan dengan perang 20 tahun lalu.
"Entahlah, itu bukan aku, sebagai pecahan yang belum terbentuk aku hanya mengingat dan melihat bagaiman dunia saat itu berjalan."