Minggu demi minggu Jaylen lalui begitu berat karena adanya sosok yang terus menempel pada Reeve. Seharusnya pangeran itu sudah pulang bulan lalu bersama ayah dan beberapa pelayan istana nya. Beberapa hari lagi adalah pernikahan Maron dan Haylen. Bahkan di Verdentia sendiri seluruh anggota kerajaan tengah menyiapkan semua dekorasi untuk pernikahan meriah dua putra mahkota itu.
Hanya Jaylen yang tertinggal akan persiapan itu. Dalam waktu 7 bulan mulai saat ini dia akan melihat antara Reeve menjadi calonnya, atau melihat Reeve bersama calon nya yang dimana itu bukan dirinya.
Perasaan Jaylen gundah, sangat gundah setiap kali melihat jika memang di bulan ketiga ini akan ada bulan ganda yang muncul selama 2 minggu lamanya. Tak terasa sudah selama itu dia tinggal di Aurosise.
"Yang mulia, apakah kau tidak pulang ke Verdentia?" tanya Kevin dan Harry saat mereka tengah beristirahat.
"Besok saja." Harry mengangguk. "Baik yang mulia."
Apakah Jaylen akan kembali meninggalkan Reeve dengan keadaan dirinya tengah asing bersama sosok itu?
Sungguh jauh jarak antara keduanya, Jaylen adalah kepala pemimpin pasukan bersenjata, namun kenapa seolah posisinya begitu rendah di hadapan Gaines yang hanya seorang pangeran biasa.
"Pangeran!" Suara lembut menelisik di telinga Jaylen. Bagaimana sosok manis yang tengah dia rindukan memanggil namanya begitu merdu.
Dia tak menjawab, dan Reeve pun melangkah kecil sambil tersenyum manis. Sosok manis itu duduk di bangku sebelah Jaylen. Harry dan Kevin hanya bisa memandang mereka penuh kebingungan.
"Apakah mereka tengah bertengkar?" gumam Harry pada Kevin yang membuat lirikan tajam Jaylen yang mendengarnya tertuju padanya.
"Ada apa?" tanya Jaylen.
"Kau akan segera kembali ya?" Jaylen mengangguk tanpa membuka suaranya.
"Kenapa?" Akhirnya yang Reeve tunggu tunggu tiba, yakni Jaylen yang merespon pertanyaan nya dengan suara bariton itu.
"Tidak ada."
"Terima kasih telah menolong ku waktu itu..." ucapnya lirih sambil menunduk.
"Kewajibanku."
Memang benar Jaylen yang menyelamatkan Reeve saat tenggelam beberapa hari yang lalu. Reeve menyelamatkan burung yang diminta adiknya hingga tak sadar ombak tengah pasang kala itu. Yang lebih membuat aneh, reeve tenggelam karena sesuatu di dalam laut.
Flashback
Senja muncul di ufuk utara, menyinari dua sosok yang tengah asik bercanda tawa di bibir pantai. Walau terlihat indah, namun pasang ombak yang tengah terjadi begitu kencang. Bahkan sedikit naik ke area bibir pantai yang seharusnya menjadi batasnya.
"Apa kakak mencintai pangeran Jay?" tanya Niel sembarang.
"Mengapa kau bertanya seperti itu?" Niel menggelengkan kepala nya sambil tersenyum, "Tidak ada, menurutku pangeran Jaylen mati-matian berlatih di belakang hanya untuk bisa berhadapan dengan ayah."
"Apa maksudmu?"
"Apa kakak tak tahu? Setiap setelah berlatih pangeran Jay akan berlatih sendiri di tepi danau, menggumamkan suatu hal yang jelas terdapat nama mu." Reeve terpekik kebingungan. "Namaku?"
"Sejak kedatangan pangeran Gaines, pangeran Jaylen berubah drastis, selalu cuek dan seperti bukan pangeran Jaylen yang selama ini aku kenal, yang ku kenal pangeran Jay itu ramah, baik, dan lembut... Sosok itu tak pernah terlihat kasar di wajah ku."
"Bukan kah Jaylen memang cuek dan begitu angkuh?"
Niel menggelengkan kepalanya begitu cepat. "Itu tidak benar! "

KAMU SEDANG MEMBACA
PRINCE OF VERDENTIA [NOREN]
RomanceJaylen Verden Smith sang pangeran berdarah dingin yang selalu berpegang teguh pada sumpahnya yakni tak akan berlutut kepada siapapun dan apapun tahta nya kecuali pada sang Ayahanda dan Ibundanya. Namun Pangeran Reeve Aurolarick lah satu satunya pan...